Rebozet

By | Mei 8, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Hemostatik > Rebozet

Kandungan dan Komposisi Rebozet

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Rebozet:

Eltrombopag olamine.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Rebozet

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Rebozet:

Trombositopenia pada pasien dengan purpura trombositopenik idiopatik (ITP) dengan respon yang tidak adekuat terhadap kortikosteroid, imunoglobulin, atau splenektomi.

Perhatian Penggunaan Rebozet

Ukur kadar ALT, AST, & bilirubin serum sblm memulai terapi, tiap 2 minggu selama fase penyesuaian dosis, & tiap bulan sesudah diketahui dosis stabil. Gangguan hati sedang s/d berat; diketahui memiliki faktor risiko tromboemboli. Monitor secara ketat jumlah trombosit & hitung darah lengkap dengan hitung jenis lekosit tiap bulan. lakukan pemeriksaan apus darah perifer sblm mulai terapi. Peningkatan risiko perdarahan sesudah penghentian terapi; pembentukan retikulin sumsum tulang & risiko fibrosis sumsum tulang; katarak. Hamil & laktasi. Anak. Lanjut usia ≥65 tahun.

Efek Samping Rebozet

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Rebozet:

Sakit kepala; insomnia; parestesia; katarak, mata kering; mual, diare, konstipasi, nyeri perut atas; peningkatan ALT/AST, bilirubin darah; hiperbilirubinemia, fungsi hati abnormal; ruam kulit, pruritus, alopesia; artralgia, mialgia, spasme otot, nyeri tulang; lelah, edema perifer.

Interaksi Obat Rebozet

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Rebozet antara lain:

Penghambat HMG-CoA reduktase; OATP1B1 (contohnya: metotreksat), BCRP (contohnya: topotekan); antasid, produk susu, & produk lain yang mgd kation polivalen; lopinavir/ritonavir; kortikosteroid, danazol &ul;/atau azathioprin, imunoglobulin IV, imunoglobulin anti-D.

Kategori Keamanan Penggunaan Rebozet Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Rebozet untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai Rebozet

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Rebozet:

Dosis bersifat individual berdasarkan jumlah trombosit. Dws Dosis anjuran awal: 50 mg 1 x/hari.Pasien dr Asia Timur Awal 25 mg 1 x/hari. Sesudah pemberian awal, dosis perlu disesuaikan untuk memperoleh & mempertahankan jumlah trombosit ≥50000 mikroliter yang dibutuhkan untuk mengurangi perdarahan. Maks: 75 mg 1 x/hari.

Pemberian Obat Rebozet

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan sekurang-kurangnya 4 jam sblm atau sesudah pemberian antasid, produk susu, atau produk makanan lain yang mgd kalsium atau suplemen mineral yang mgd kation polivalen.

Sediaan, Kemasan, Harga Rebozet

  • Rebozet FC tablet 25 mg, 4 × 7’s (Rp5,764,706/boks)
  • Rebozet FC tablet 50 mg, 4 × 7’s (Rp11,529,412/boks)

Produsen Rebozet

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Rebozet:

GlaxoSmithKline Indonesia

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Rebozet Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Rebozet, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Rebozet?

Jika Anda lupa menggunakan Rebozet, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Rebozet Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Rebozet?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Rebozet yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Obat Hemostatik
Obat hemostatik adalah obat yang bermanfaat untuk menghentikan atau mengurangi terjadinya perdarahan. Obat ini biasanya digunakan saat pasien menjalani prosedur operasi atau pembedahan dengan tujuan untuk menghentikan atau mengurangi terjadinya perdarahan parah. Obat hemostatik memiliki beberapa mekanisme aksi untuk mengurangi terjadinya perdarahan seperti:

  • Menghalangi fibrinolisis atau mendukung pembekuan darah

  • Menyempitkan pembuluh darah atau mendukung agregasi trombosit

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 8 Mei). Rebozet. Diakses pada 31 Mei 2020, dari https://www.farmasi-id.com/rebozet/


Format MLA (Modern Language Association)

"Rebozet". Farmasi-id.com. 8 Mei 2020. 31 Mei 2020. https://www.farmasi-id.com/rebozet/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Rebozet", 8 Mei 2020, <https://www.farmasi-id.com/rebozet/> [Diakses pada 31 Mei 2020]


Bagikan ke Rekan Anda