Ranitidine

By | Maret 29, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Ranitidine

Kandungan dan Komposisi Ranitidine

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Ranitidine adalah:

Ranitidinine 150  mg.

Ranitidine  25 mg/2 mL injeksi.


Bentuk Sediaan:

Tablet dan ampul.


Farmakologi:

Menduduki reseptor histamin tipe 2 (H-2) di sel parietal, sehingga histamin tidak dapat merangsang reseptor histamin di sel parietal akibatnya rangsangan pelepasan asam lambung berkurang.


Indikasi:

Ulkus duodenum, ulkus gaster jinak, esofagitis refluks.


Dosis:

Tukak usus 12 jari aktif: 150 mg, 2 kali sehari atau 300 mg sekali sehari sesudah makan malam atau sebelum tidur, selama 4-8 minggu.

Tukak lambung aktif: 150 mg, 2 kali sehari selama 2 minggu.

Terapi pemeliharaan pada penyembuhan tukak 12 jari dan tukak lambung:150 mg malam sebelum tidur.

Keadaan hipersekresi patologis : 150 mg, 2 kali sehari dengan lama pengobatan ditentukan oleh dokter berdasarkan gejala klinik yang ada. Dosis hingga 6 g sehari dapat diberikan pada penyakit yang berat.

Refluks gastroesofagitis :  150 mg, 2 kali sehari.

Esofagitis erosif :  150 mg, 4 kali sehari.

Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif :150 mg, 2 kali sehari.


Kontra Indikasi:

Hipersensitif terhadap ranitidine.


Peringatan dan Perhatian:

Hati-hati penggunaan pada gangguan fungsi hati, ginjal, adanya keganasan harus disingkirkan.             Penggunaan pada kehamilan dan menyusui hanya bila diperlukan. Hindari pemberian pada penderita dengan riwayat porfiria akut.


Efek Samping:

Sakit kepala.

Sekilas Tentang Hexpharm Jaya Laboratories
PT Hexpharm Jaya Laboratories atau dikenal juga dengan sebutan HJ adalah perusahaan farmasi yang berdiri pada 1971. Pada November 1993 perusahaan ini diakuisisi oleh PT Dankos Laboratories Tbk sekaligus masuk dalam perusahaan Kalbe Group. Pada 2006, PT Dankos Laboratories Tbk bergabung dengan PT Kalbe Farma Tbk, sehingga otomatis membuat PT Hexpharm Jaya Laboratories menjadi anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk.

PT Hexpharm Jaya Laboratories telah lama dikenal sebagai perusahaan produsen obat-obatan farmasi baik generik maupun branded yang berkualitas dan telah mendapatkan sertifikat pengakuan berupa CPOB, ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001. Produk yang dihasilkan seperti obat alergi dan sistem imun, endokrin dan sistem metabolik, sistem gastrointestinal dan hepatobilier, obat sistem muskuloskeletal, antibiotik, obat dermatologi, dan sebagainya. Produk branded yang diproduksi perusahaan ini antara lain Girabloc, Alodan, Diabit, Cetrin, Hexalgin, Elanos, dan sebagainya. Kegiatan produksi produk farmasi dilakukan di pabriknya yang ada di Cikarang. Produk PT Hexpharm Jaya Laboratories didistribusikan oleh PT Enseval Putra Megatrading dan PT Tri sapta Jaya. PT Hexpharm Jaya Laboratories memiliki kantor pusat di KEM Tower Lt. 12, kemayoran, Jakarta Pusat.
PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *