RAMATETRA

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > RAMATETRA

By | 19/05/2017

Kandungan

  • Tetracycline hcl setara tetracycline 250 mg / kapsul
  • Tetracycline hcl setara tetracycline 500 mg / kapsul

Indikasi

  • Infeksi Kulit dan jaringan lunak : selulitis, furunkulosis, pastular dermatosis, dan acne
  • Infeksi saluran pernapasan : faringitis, sinusitis, tonsilitis, mastoiditas, ototis media, bakterial pneumonia, bronkitis, dan laringitis
  • Infeksi telinga, hidung, tenggorokan
  • Infeksi saluran kemih dan kelamin : pielonefritis, sistitis, pielitis, prostalitis, uretritis, dan gonorrhoeae
  • Infeksi pada saluran pencernaan : gastrocateritis, disentri amuba dan basiler, diare disebabkan bakteri
  • Ramatetra (tetracycline) digunakan juga untuk pengobatan demam tifoid
  • Infeksi karena pembedahan
  • Ramatetra (tetracycline) adalah antibiotik lini pertama untuk pengobatan Rickettsia , Lyme desease ( B. burgdorferi ) , demam Q ( Coxiella ) , psittacosis dan limfogranuloma venereum ( Chlamydia ) , Mycoplasma pneumoniae dan nasal carriage meningococci

Cara Kerja Obat

Tetrasiklin (tetracycline) adalah antibiotik spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif mapun gram positif yang termasuk golongan antibiotik polyketide. tetrasiklin (tetracycline) bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dengan mekanisme mengikat sub unit 30s ribosom bakteri sehingga introduksi asam amino pada rantai peptida yang baru terbentuk tidak terjadi.

Dosis

  • Dewasa : 1 – 2 gram sehari dibagi dalam 2 – 4 dosis
  • Anak – anak > 8 tahun : 25 – 50 mg / kg BB / hari dalam 4 dosis
  • Untuk infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan sampai 2 kalinya. obat sebaiknya diberikan 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan
  • Terapi sebaiknya diteruskan 2 hari setelah gejala hilang

Kontra Indikasi

Penggunaan antibiotik ramatetra (tetracycline) harus dihindari pada pasien dengan riwayat mengalami reaksi hipersensitivitas pada ramatetra (tetracycline) dan derivatnya.

Efek Samping

  • Kebanyakan efek samping ramatetra (tetracycline) yang muncul adalah mual, muntah, diare, radang lidah, radang usus, dermatitis, urtikaria
  • menghambat perkembangan gigi dan tulang termasuk untuk janin sehingga pemberian ramatetra (tetracycline) untuk wanita hamil sebaiknya dihindari.
    menyebabkan gigi kuning, abu-abu, coklat hingga hitam, terutama untuk bayi dan anak – anak dibawah 8 tahun.
  • Menyebabkan efek fotosensitifitas pada kulit (paparan cahaya matahari secara intens sebaiknya dihindari selama pemakaian antibiotik ini).
  • Ramatetra (tetracycline) juga bisa menyebabkan kesulitan nafas dan shock anafilaksis pada beberapa orang yang peka

Peringatan dan Perhatian  

Hati-hati memberikan ramatetra (tetracycline) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.
Jangan menggunakan ramatetra (tetracycline) untuk wanita hamil, ibu menyusui , bayi dan anak – anak di bawah umur 8 tahun

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

Ada bukti positif pemberian tetrasiklin (tetracycline) beresiko pada janin manusia berdasarkan data – data reaksi yang merugikan yang dikumpulkan dari pengalaman penelitian atau data pemasaran dan studi pada manusia , namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar .

Interaksi Obat 

  • Ramatetra (tetracycline) jika diberikan bersamaan dengan susu , yogurt , dan produk susu lainnya menjadi tidak aktif
  • Hal yang sama terjadi jika diberikan bersamaan dengan obat gangguan pencernaan ( antasida dan obat-obat mulas )
  • Ramatetra (tetracycline) sebaiknya tidak diberikan untuk pasien yang menggunakan methotrexate.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 10 Strip @ 10 Kapsul 500 mg

Izin BPOM

DKL9628907601A1

Produsen

Rama Emerald Multi Sukses

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Informasi lengkap mengenai infeksi dapat Anda baca di sini.