Ramalgin

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Ramalgin

By | 18/05/2017

Kandungan

Tiap kaplet : Metampiron / Methampyrone 500 mg, Vitamin B1 50 mg, Vitamin B6 10 mg, Vitamin B12 10 µg.

Indikasi

Meringankan rasa sakit terutama nyeri kolik dan rasa sakit setelah operasi.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas, bayi berusia dibawah 3 bulan atau dengan berat badan dibawah 5 kg, wanita hamil dan menyusui, penderita dengan tekanan darah sistolik 100 mmHg.

Perhatian

  • Tidak untuk mengobati sakit otot pada gejala flu, rematik, lumbago, sakit punggung, bursitis, sindroma bahu lengan.
  • Sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang terus menerus karena dapat menimbulkan agranulositosis yang berakibat fatal.
  • Hati-hati pada penderita yang pernah mengalami gangguan pembekuan darah atau kelainan darah, fungsi hati atau ginjal karena itu perlu dilakukan pemeriksaan uji fungsi hati dan darah pada penggunaan lebih lama dari penggunaan untuk mengatasi rasa sakit akut.

Interaksi Obat 

Jika digunakan dengan Klorprometazin menyebabkan efek antipiretik diperkuat, mungkin menghasilkan hipotermia (suhu tubuh dibawah batas normal).

Efek Samping

Reaksi hipersensitif, reaksi pada kulit misal kemerahan, agranulositosis.

Dosis

Dewasa : jika sakit 1 kaplet, berikutnya 1 kaplet tiap 6-8 jam, maksimum 4 kaplet/hari.

Pemberian Obat

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan

Kemasan

Kaplet 10 x 10.

Produsen

Rama Farma.

sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.