Rafico


Apa Kandungan dan Komposisi Rafico?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Rafico adalah:

Famotidin 20 mg & 40 mg.

Sekilas Tentang Famotidine Pada Rafico
Famotodine adalah obat yang digunakan untuk menurunkan produksi asam lambung. ia biasa digunakan untuk terapi pengobatan tukak lambung, refluks gastroesofageal, dan sindrom Zollinger-Ellison.

Berikut beberapa manfaat famotidine:

  • Mengobati tukak lambung dan duodenum

  • Pengobatan pada kondisi hipersekresi gastrointestinal patologis seperti sindrom Zollinger-Ellison dan beberapa adenoma endokrin

  • Pengobatan penyakit GERD (gastroesophageal Reflux Disease)

  • Terapi esofagitis

  • Pencegahan tukak lambung induksi NSAID

  • Mengurangi risiko pneumonitis aspirasi pada pasien sebelum menjalani operasi

  • Dengan kombinasi obat lain digunakan untk mengatasi eradikasi bakteri Heliobacter pylori

Famotidine pertama kali dikembangkan oleh Yamanouchi Pharmaceutical kemudian dilisensikan pada tahun 1979/1980 oleh Merck dan baru digunakan oleh dunia medis pada 1985. Pemberian famotidine bisa dilakukan dengan berbagai cara yakni melalui mulut dan injeksi vena. Efeknya akan dimulai dalam waktu satu jam setelah pemberian.

Rafico Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Rafico?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Rafico adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Duodenal ulser aktif, hipersenkresi patologis.

Izin BPOM, Kemasan dan Sediaan

  • DKL9628907317B1,┬áDus @ 10 strip @ 10 tablet salut selaput 20 mg
  • DKL9628907317A1,┬áDus @ 10 strip @ 10 tablet salut selaput 40 mg

Apa Nama Perusahaan Produsen Rafico?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Rafico:

Rama Emerald Multi Sukses

Sekilas Tentang Rama Emerald Multi Sukses
PT Rama Emerald Multi Sukses adalah suatu perusahaan farmasi yang telah berdiri cukup lama di Indonesia. Sejarah didirikannya perusahaan ini berawal pada tahun 1968 dimana saat itu Bapak Louis J. Hartono S. Kawilarang dan Almarhum Bapak Harsono S. Kawilarang mendirikan suatu toko obat yang berlokasi di Jalan Jagalan No. 122-A, Surabaya bernama "Apotik Umum". Pada tahun 1969, didirikan apotek kedua bernama Apotik Kalianyar yang terletak di Jalan Kalianyar No. 6, di Surabaya. Kemudian karena perkembangan yang cukup pesat dibangunlah apotik ke tiga pada 1970 bernama Apotik Dewi.

Pada tahun 1981, keperluan akan obat-obatan sangat besar dan pangsa pasar tumbuh dengan cepat. Bapak Louis J. Hartono S. Kawilarang kemudian mendirikan suatu perusahaan farmasi bernama PT Rama Pharmaceutical Industry yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Gresik dipilih agar dekat dengan kota Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur, sehingga dekat pula dengan konsumen dan pasar.

Pada 1990, PT Rama Pharmaceutical Industry memperoleh sertifikat GMP (Good Manufacturing Practices) dari Kementerian Kesehatan, dan sejak saat itu semua proses produksi perusahaan memenuhi syarat dan standar yang telah ditetapkan, baik dari segi proses maupun fasilitas produksi. Pada 1995, perusahaan ini berhasil mendapatkan sertifikat ISO.

Perusahaan ini kemudian melakukan diversifikasi produk agar pangsa pasar semakin luas. Selain produk obat dan vitamin, produk lain yang diproduksi mencakup consumer product, makanan dan minuman, kosmetik, dan produk herbal. Pada tahun 2008, PT Rama Pharmaceutical Industry berubah nama menjadi PT Rama Emerald Multi Sukses. Selain memproduksi obat generik, perusahaan ini juga memproduksi obat branded. Beberapa produk yang dihasilkan seperti Antalgin, Metronidazol, Ibuprofen, Ramabion, dan lain-lain.

PT Rama Emeral Multi Sukses memiliki pabrik di kecamatan Driyorejo, kabupaten Gresik, provinsi Jawa Timur.