Quapain

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Quapain

By | 28/02/2018

Kandungan dan Komposisi Quapain

Ketorolac Trometamol

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Terapi jangka pendek nyeri sedang hingga berat & nyeri akut pasca operasi.

Farmakologi

Ketorolac trometamol merupakan obat Anti Inflamasi Non Steroid ( AINS ) yang menghambat sintesis prostaglandin dan dapat dipertimbangkan aksi analgesik perifernya.

Kontra Indikasi

  • Hipersensitif thd ketorolac, asetosal, OAINS lain.
  • Tukak peptik aktif.
  • Penyakit serebrovaskular yg diduga atau didiagnosis.
  • Polip nasal parsial atau komplit, angioedema, atau bronkospasme.
  • Hipovolemia krn penyebab apapun atau dehidrasi.
  • Ggn fungsi ginjal sedang hingga berat.
  • Pasien yg sedang menjalani operasi dg risiko tinggi pendarahan, hemostasis inkomplit atau menggunakan antikoagulan termasuk heparin dosis rendah.
  • Penggunaan bersama dg okspentifilin, probenesid, atau garam litium.
  • Pemberian epidural atau intratekal (neuraksial).
  • Pasien dg sidnrom Steven-Johnson, riwayat asma.
  • Hamil, keguguran, melahirkan, atau laktasi. Anak <16 thn.

Perhatian 

Pasien dg insufisiensi ginjal & hati. Pasien dg ggn koagulasi darah, riwayat penyakit GI, dekompensasi jantung, hipertensi atau kondisi sejenis. Tdk dianjurkan utk dierikan sblm op, sebagai zat anestesi penunjang atau analgesik obstetrik. Dpt meningkatkan hasil tes fungsi hati.

Efek Samping

Nyeri lambung & perut, mual, dispepsia, sakit kepala, pusing, mengantuk, berkeringat, edema, konstipasi, kembung, ggn  fungsi hati, tukak lambung, pendarahan rektum, stomatitis, mual, muntah, depresi, mulut kering, euforia, rasa haus, gelisah, tdk mampu berkonsentrasi, vertigo, asma, dispnea, pruritus, urtikaria, vasodilatasi, pucat, peningkatan frekuensi berkemih, oliguria, rasa lelah, nyeri otot, ggn daya penglihatan.

Interaksi Obat

Metotreksat, warfarin, ACE inhibitor, diuretik, furosemid, obat nefrotoksik (misalnya aminoglikosida), obat antiepilepsi (fenitoin, karbamazepin), obat psikoaktif, morfin sulfat, pethidine HCl, promethazine HCl, hydroxyzine HCl.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

C, D (pada trimester tketiga atau mendekati persalinan).

Kemasan dan Sediaan

Dus, 3 blister @ 10 tablet salut selaput 10 mg

Izin BPOM

DKL1140301017A1

Produsen

Bernofarm

Pendaftar

Natura Laboratoria Prima

sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.
Sekilas Tentang Bernofarm
PT. Bernofarm merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 11 Maret 1971 di Surabaya. Awalnya perusahaan ini hanya merupakan suatu home industri dengan satu buah mesin produksi yang saat itu perusahaan masih bernama CV. Sumber Farma. Pada saat itu jumlah karyawan perusahaan ini masih sekira 20 orang, namun saat ini mencapai hingga 2900 orang karyawan.

Nama perusahaan ini diambil dari nama salah satu kota industri farmasi di Swiss yaitu "Bern". Pada 1976, perusahaan ini memindah lokasi produksinya ke Sidoarjo seluas 20 ribu meter persegi yang digunakan untuk fasilitas produksi produk beta-laktam (steril dan non steril), sefalosporin (steril dan non steril), dan juga untuk produksi produk non beta-laktam dan non sefalosporin. Perusahaan memproduksi obat generik dan juga obat bermerek dengan berbagai bentuk sediaan seperti kapsul, tablet, sirup, serbuk injeksi, ampul, vial, krim, dan sebagainya. Selain itu juga memproduksi produk lainnya sebagai permintaan pihak lain. Setelah itu perusahaan memperluas area produksinya kembali ke daerah baru masih di Sidoarjo seluas 48 ribu meter persegi.

Pada 1991, PT. Bernofarm menerima sertifikat CPOB dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu perusahaan telah mendapatkan beberapa sertifikat pengakuan mutu seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, ISO 18001:2007, dan sebagainya. Produk PT. Bernofarm telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.