Purinic

Farmasi-id.com > Antipirai > Purinic

By | 14/03/2016

Kandungan dan Komposisi

Allopurinol 300 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Hiperusrisemia primer (gout) dan hiperurisemia sekunder (mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat PADA produksi berlebihan asam urat antara lai pada keganasan polisitemia vera, terapi sitostatik).

Kontra Indikasi

Hipersensitif, serangan gout akut.

Efek Samping

Hipersensitifitas seperti eksploliatif, demam, limfodinopati, artralgia, eosinofilia, reaksi, kulit, gangguan saluran cerna, sakit kepala, vertigo, mengantuk, gangguan darah.

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa: Awal: Sehari 100-300 mg. Dosis pemeliharaan: Sehari 200-600 mg. Dosis tunggal maksimum 300 mg. Untuk kondisi ringan: 2-10 mg/kgBB/hari atau sehari 100-200 mg. Kondisi sedang: Sehari 300-600 mg. Kondisi berat: Sehari 700-900 mg. Anak-anak: 10-20 mg/kgBB/hari atau sehari 100-400 mg

Kemasan & Sediaan

DUS, 10 STRIP @ 10 TABLET 300 mg

Izin BPOM

DKL0723410010A1

Produsen

Sampharindo Perdana

Sekilas tentang rematik

Rematik (Radang sendi atau artritis reumatoid (bahasa Inggris: Rheumatoid Arthritis, RA)) merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang.

Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa rasa nyeri atau radang pada otot, sendi-sendi atau jaringan-jaringan badan; encok, sakit pada tulang, demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus RA diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia.
Sekilas tentang antipirai
Antipirai adalah obat untuk mengobati pirai (artritis gout) atau sering disebut penyakit asam urat.

Gout (atau penyakit asam urat); merupakan kondisi medis yang biasanya ditandai dengan serangan berulang dari inflamasi artritis akut yang diakibatkan oleh kecacatan kimiawi tubuh (seperti adanya asam urat dalam cairan sendi). Kondisi yang menyakitkan ini paling sering menyerang sendi-sendi kecil, terutama jempol kaki. Gout biasanya dapat dikontrol dengan obat dan perubahan dalam diet.

Pirai atau gout (juga dikenal sebagai podagra bila terjadi di jempol kaki) adalah kondisi kesehatan yang biasanya ditandai oleh adanya serangan akut artritis inflamatori berulang—dengan gejala kemerahan, lunak yang terasa sakit dan panas pada pembengkakan sendi. Bagian sendi metatarsal-falangeal pada bagian dasar dari ibu jari merupakan tempat yang paling sering terserang (mendekati 50% kasus). Namun, gejala ini juga dapat timbul sebagai tofi, batu ginjal, atau nefropati urat. Keadaan ini disebabkan oleh adanya peningkatan kadar asam urat di dalam darah. Asam urat mengkristal, dan kristal ini mengendap pada persendian, tendon, dan jaringan sekitanya.

Diagnosis klinis dipastikan dengan melihat adanya kristal yang khas pada cairan sendi. Pengobatan dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), steroid, atau kolkisin dapat mengurangi peradangan. Ketika serangan akut berkurang, kadar asam urat biasanya turun dengan cara mengubah gaya hidup, dan bagi mereka yang mengalami serangan berulang, allopurinol atau probenecid memberikan pencegahan dalam jangka waktu yang lama.

Frekuensi pirai telah meningkat pada beberapa dekade ini, memengaruhi sekitar 1-2% populasi Barat pada suatu saat kehidupan mereka. Peningkatan ini diperkirakan disebabkan oleh naiknya faktor risiko dalam populasi, seperti misalnya sindrom metabolik, harapan hidup yang lebih panjang dan perubahan pola makan. Dalam sejarahnya pirai dikenal sebagai "penyakit para raja" atau "penyakit orang kaya".