Prozepam

By | Juni 17, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Ansiolitik > Prozepam

Kandungan dan Komposisi Prozepam

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Prozepam:

Diazepam.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Prozepam

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Prozepam:

Terapi kondisi gangguan cemas & panik berat. sedasi sblm prosedur endoskopi, kateterisasi jantung, premedikasi sblm op, kondisi eksitasi yang disertai dengan gangguan cemas akut & panik, motor unrest & delirium tremens. Meredakan gejala akut putus alkohol (agitasi akut), spasme otot akibat cedera lokal & kejang akibat kerudakan interneuron spinal & supraspinal, cerebral pasly, paraplegia, atetosis, & sindrom Stiff-man. Status epilepsi akut & kondisi kejang lainnya (tetanus).

Dosis dan Aturan Pakai Prozepam

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Prozepam:

Dws & remaja 2-20 mg secara injeksi IM/lambat. Premedikasi: Dws 10–20 mg IM 1 jam sblm induksi anestesi.Anak 0.1-0.2 mg/kg BB IM 1 jam sblm induksi anestesi. Induksi anestesi: Dws 0.2-0.5 mg/kg BB IV. TetanusDws 0.1-0.3 mg/kg BB secara injeksi IV dengan interval tiap 1-4 jam atau secara infus IV (3-4 mg/kg BB/hari). Anak >5 thn 5-10 mg secara injeksi IM/lambat, dosis dapat diulangi tiap 3-4 jam; 30 hr-5 thn 1-2 mg secara injeksi IM/lambat, dapat diulangi sesudah 10-15 mnt, maks: 3 mg/kg BB/24 jam. Kondisi eksitasi (kecemasan akut, tremor, delirium tremens) Awal 0.1-0.2 mg/kg BB IV, dapat diulangi tiap 8 jam hingga gejala-gejala akut reda, dilanjutkan dengan terapi oral. Anak >5 thn 1 mg secara injeksi IV lambat tiap 2-5 mnt hingga dosis maks 10 mg (pemberian IV); >30 hr-5 tahun 0.2-0.5 mg secara lambat tiap 2-5 mnt hingga dosis maks 5 mg (pemberian IV lebih disukai). Ulangi dosis tiap 2-4 jam, jika diperlukan. Spasme otot Dws Awal 5-10 mg IV injeksi, lalu 5-10 mg dalam waktu 3-4 jam. Kardioversi (meredakan cemas & prosedur untuk memperbaiki daya ingat)Dws 5-10 mg IV dalam waktu 5-10 mnt sblm prosedur.

Kontraindikasi Prozepam

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Prozepam dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas terhadap benzodiazepin. Ketergantungan obat termasuk alkohol. Insufisiensi paru akut, depresi pernapasan, status fobia atau obsesif & psikosis kronik. Glaukoma sudut sempit akut & glaukoma sudut lebar.

Perhatian Penggunaan Prozepam

Jangan diberikan secara IV pada pasien yang syok,  koma, insufisiensi jantung atau pernapasan, intoksikasi alkohol akut dengan depresi tanda-tanda  vital. Miastenia gravis. Dpt mempengaruhi kemampuan untuk mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Gangguan kardiorespirasi. HIperkapnia kronik berat. Penggunaan bersama dengan barbiturat atau depresan SSP. Hamil & laktasi. Lanjut usia, pasien dengan kondisi lemah. Neonatus <30 hari.

Efek Samping Prozepam

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Prozepam:

Demam, mengantuk,  kelemahan otot; diskrasia darah, hipotensi, bradikardi, henti jantung, takikardi, kontraksi ventrikel prematur, aritmia; konjungtivitis, nistagmus, penglihatan kabur, diplopia; penurunan refleks gag, batuk, dispnea, laringospasme, depresi pernapasan, nyeri tenggorokan, nyeri dada, hiperventilasi; retensi urin, inkontinensia urin; mual, muntah, diare, konstipasi, mulut kering, hipersalivasi; peningkatan kadar transaminase & alkalin fosfatase, ikterus; vertigo, amnesia, kebingungan mental, sakit kepala, reaksi paradoksikal, hipereksitasi akut, panik, gangguan tidur, halusinasi; ruam kulit, urtikaria, pruritus, fotosensitivitas, reaksi hipersensitivitas sedang; trombositopenia, flebitis, iritasi lokal, pembengkakan atau perubahan vaskular, nyeri pada tempat injeksi.

Interaksi Obat Prozepam

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Prozepam antara lain:

Simetidin. Obat yang bekerja secara sentral seperti neuroleptik, trankuiliser, antidepresan, hipnotik, antikonvulsan & analgesik.

Kategori Keamanan Penggunaan Prozepam Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Prozepam untuk digunakan oleh wanita hamil:

D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Kemasan, Sediaan, dan Harga Prozepam

Prozepam injeksi 5 mg/mL, 2 mL x 5 × 1’s (Rp55,000/boks)

Produsen Prozepam

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Prozepam:

Meprofarm

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Prozepam Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Prozepam, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Prozepam?

Jika Anda lupa menggunakan Prozepam, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Prozepam Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Prozepam?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Prozepam yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Meprofarm adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1973 oleh Wanne Mardiwidyo. Awalnya perusahaan ini memasarkan obat generik yang pada waktu itu masih diproduksi secara maklon atau dikerjakan oleh pihak lain di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Tahun 1993 Meprofarm mulai membangun fasilitas produksi yang dinamakan Mepro-1 di Bandung dengan tujuan untuk memperbesar skala produksi dan mendapatkan sertifikat CPOB dari Kementrian Kesehatan. Fasilitas Mepro-1 digunakan untuk produksi, riset and development, gudang, marketing, dan keuangan perusahaan. Di lokasi tersebut diproduksi produk sefalosporin steril dan non-steril. Tahun 1996 meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat CPOB untuk produk farmasi dengan sediaan tablet, kapsul, sirup cair dan kering, dan krim, dua tahun kemudian berhasil memperoleh sertifikat CPOB untuk produk sefalosporin dengan sediaan serbuk steril, tablet, dan sirup kering.

Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun fasilitas produksi Mepro-2 yang lokasinya persis dibelakang Mepro-1. Fasilitas baru ini ditujukan untuk memproduksi produk farmasi dengan sediaan cairan steril meliputi cairan injeksi, sirup cair, supositoria, krim, dan sirup kering. Selain itu fasilitas ini juga digunakan untuk riset and development. Oleh karenanya pada 2008, Meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dan pada 2011 seiring dengan telah diperolehnya sertifikat CPOB pada fasilitas Mepro-2, maka dimulailah produksi perdana di fasilitas ini.

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang telah menjalin kerjasama dengan Meprofarm antara lain PT Tanabe Indonesia, PT Astellas, PT Dexa Medica, PT Holi Pharma, PT Otto Pharmaceutical, dan sebagainya.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Obat Ansiolitik
Ansiolitik disebut juga antipanik atau agen ansietas adalah obat atau zat yang menghambat kecemasan. Obat-obat ansiolitik telah digunakan untuk pengobatan gangguan kecemasan dan gejala-gejala psikologis dan fisiknya. Terapi cahaya dan intervensi lain juga diketahui memiliki efek ansiolitik.

Penghambat beta-reseptor seperti propranolol dan oxprenolol meskipun bukan ansiolitik, dapat digunakan untuk melawan gejala kecemasan somatik seperti takikardia dan jantung berdebar. Ansiolitik juga disebut sebagai obat penenang minor. Istilah ini kurang umum dalam naskah dan jurnal ilmiah dan pada awalnya berasal dari dikotomi dengan obat penenang utama, juga dikenal sebagai neuroleptik atau antipsikotik. Ada kekhawatiran bahwa beberapa GABAergik, seperti benzodiazepin dan barbiturat, mungkin memiliki efek ansiogenik jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Ansiogenik adalah obat atau zat yang memiliki efek yang meningkatkan kecemasan.

Beberapa jenis obat yang termasuk ansiolitik antara lain:

Barbiturat memberikan efek ansiolitik namun risiko penyalahgunaan dan efek sedasi yang ditimbulkan cukup tinggi. Banyak ahli menganggap obat ini sudah terlalu usang untuk mengobati kecemasan tetapi masih berguna untuk pengobatan jangka pendek dari insomnia berat, meskipun hanya digunakan jika terapi dengan benzodiazepin atau non-benzodiazepin telah gagal.

Benzodiazepine digunakan untuk menghilangkan kecemasan parah dalam jangka pendek dan jangka panjang. Benzodiazepine juga dapat diindikasikan untuk menutupi periode laten terkait dengan obat yang diresepkan untuk mengobati gangguan kecemasan yang mendasarinya. Benzodiazepine digunakan untuk mengobati berbagai kondisi dan gejala dan biasanya merupakan pilihan pertama ketika SSP jangka pendek diperlukan. Jika benzodiazepine dihentikan dengan cepat setelah diminum setiap hari selama dua minggu atau lebih, ada risiko penarikan benzodiazepine dan sindrom rebound, yang bervariasi tergantung obat spesifiknya. Toleransi dan ketergantungan juga dapat terjadi, tetapi mungkin dapat diterima secara klinis. Penyalahgunaan obat benzodiazepine lebih kecil daripada dalam kasus barbiturat. Efek samping kognitif dan perilaku mungkin dapat terjadi. Obat yang termasuk dalam benzodiazepin meliputi:

  • Alprazolam (Xanax)

  • Bromazepam (Lectopam, Lexotan)

  • Chlordiazepoxide (Librium)

  • Clonazepam (Klonopin, Rivotril)

  • Clorazepate (Tranxene)

  • Diazepam (Valium)

  • Flurazepam (Dalmane)

  • Lorazepam (Ativan)

  • Oxazepam (Serax, Serapax)

  • Temazepam (Restoril)

  • Triazolam (Halcion)

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 17 Juni). Prozepam. Diakses pada 4 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/prozepam/


Format MLA (Modern Language Association)

"Prozepam". Farmasi-id.com. 17 Juni 2020. 4 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/prozepam/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Prozepam", 17 Juni 2020, <https://www.farmasi-id.com/prozepam/> [Diakses pada 4 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda