PROSTRESA

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Insomnia > PROSTRESA

By | 11/09/2018

Komposisi

Setiap kapsul mengandung ekstrak Valerianae radix 100 mg

Manfaat

  • Membantu meringankan gangguan sulit tidur.
  • Membantu pengobatan kejang-kejang perut karena gangguan pencernaan sebagai akibat kegelisahan.

Mekanisme Kerja

  • Valerian memiliki sifat sedatif/penenang yang disebabkan oleh tingginya kadar glutamine dalam ekstrak.
  • Khasiat anti kejang pada perut (spasmolitik) terutama karena adanya zat valtrat atau dihidrovaltat yang mempengaruhi susunan saraf pusat.

Keunggulan

  • Dibuat dari bahan alami, aman dikonsumsi.
  • Tidak menimbulkan ketagihan (adiksi).

Peringatan

  • Tidak boleh mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Hindari penggunaan bersama dengan alkohol atau bahan sedatif lain.
  • Hindari penggunaan pada anak-anak dibawah 12 tahun, wanita hamil, dan menyusui.

Kontra Indikasi

Penderita gangguan hati.

Aturan Minum

1 kapsul, 1-2 x sehari atau sesuai petunjuk dokter.
Untuk insomnia, diminum setengah jam sebelum tidur.

Kemasan dan Sediaan

Dus, Botol @ 30 & 50 kapsul

Izin BPOM

TR102312741

Harga

Rp 55.000/botol isi 30 kapsul

Produsen

Sido Muncul

Sekilas tentang insomnia

Insomnia merupakan gangguan di mana orang tidak dapat mendapatkan cukup tidur atau tidur yang restoratif, karena satu atau lebih faktor. Penderita insomnia sering memiliki gejala di siang hari yang terkait dengan kurang tidur, seperti kantuk di siang hari, kelelahan, dan penurunan kewaspadaan mental.

Insomnia dapat disebabkan oleh ketidakmampuan untuk tidur, ketidakmampuan untuk menjaga tidur atau terbangun terlalu dini dan belum sempat mendapatkan tidur yang cukup. Ada dua jenis utama insomnia: insomnia akut (insomnia transien) yang terjadi selama periode yang cukup singkat dan insomnia kronis, yang gejalanya lebih lama (umumnya lebih dari satu bulan). Insomnia juga dapat diklasifikasikan sebagai primer atau sekunder. Insomnia primer adalah gangguan yang tidak dapat dikaitkan dengan kondisi atau gangguan lain. Insomnia sekunder dapat ditelusuri ke sumber lain, yang mungkin adalah kondisi medis, penggunaan obat-obatan, alkohol atau zat lain, atau gangguan mental seperti depresi berat.