Procepim

Farmasi-id.com > Health > Procepim

By | 17/02/2015

:: Komposisi ::
Tiap vial PROCEPIM injeksi mengandung :
Cefepime HCl yang telah dicampur dengan L- arginine steril setara dengan cefepime…………………. 1 g
 :: Farmakologi ::
Cefepime merupakan antibiotik sefalosporin generasi ke empat yang mempunyai spektrum luas, efektif terhadap bakteri gram-positif dan gram-negatif termasuk terhadap strain yang resisten terhadap aminoglikosida atau sefalosporin generasi ketiga seperti ceftazidime.
Cefepime memiliki kestabilan yang tinggi terhadap hidrolisis beta-laktamase dan menunjukkan penetrasi yang cepat ke dalam dinding sel bakteri gram-negatif.
PROCEPIM (cefepime) menunjukkan aktivitas klinis terhadap beberapa jenis bakteri di bawah ini :

Bakteri Gram-positif aerob :
Staphylococcus aureus (termasuk strain yang memproduksi beta-laktamase).
Staphylococcus epidermidis (termasuk strain yang memproduksi beta-laktamase)
Staphylococci lainnya termasuk S. hominis, S. saprophyticus.
Streptococcus pyogenes (streptococci grup A)
Streptococcus agalactiae (streptococci grup B)
Streptococcus pneumoniae (termasuk yang telah resisten terhadap penicillin dengan MIC 0,1 -1 mcg/ ml).
Streptococci beta-hemolitik lainnya (grup C, G, F) termasuk S. bovis (grup D), Streptococci viridans.

Catatan : beberapa strain enterococci seperti; Enterococcus faecalis, dan staphylococci yang resisten terhadap methicillin juga resisten terhadap beberapa sefalosporin, termasuk cefepime.

Bakteri Gram negatif aerob :
Pseudomonas sp. termasuk P. aeruginosa, P. putida, P. stutzeri
Escherichia coli
Klebsiella sp. termasuk K. pneumoniae, K. oxytoca
Enterobacter sp. termasuk E. cloacae, E. aerogenes, E. agglomerans
Proteus sp., termasuk P. mirabilis, P. vulgaris.
Acinetobacter calcoaceticus (subsp. Anitratus, Iwoffi)
Citrobacter sp. termasuk C. diversus, C. freundii
Haemophilus influenzae (termasuk strain penghasil beta-laktamase)
Morganella morganii
Moraxella catarrhalis (Branhamella catarrhalis), (termasuk strain penghasil beta-laktamase).
Neisseria meningitidis
Providencia sp. termasuk P. rettgeri, P. stuartii
Salmonella sp.
Serratia termasuk S. marcescens
Shigella sp.

Catatan : Cefepime tidak aktif terhadap beberapa strain Stenotrophomonas (bentuk Xanthomonas maltophilia dan Pseudomonas maltophilia).

Anaerob :
Bacteroides sp.
Clostridium perfringens
Fusobacterium sp.
Mobiluncus sp.
Peptostreptococcus sp.
Prevotella melaninogenica (bentuk Bacteroides melaninogenicus)
Veillonella sp.

Catatan : Cefepime tidak aktif terhadap beberapa strain Bacteriodes fragilis dan Clostridium difficile.

 :: Indikasi ::
PROCEPIM (cefepime) diindikasikan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh organisme yang sensitif terhadap Cefepime seperti :
– Infeksi saluran pernafasan bawah (pneumonia, bronchopneumonia )
– Infeksi saluran kemih bagian bawah dan atas (pyelonephritis) yang terkomplikasi.
– Infeksi kulit dan jaringan lunak.
– Infeksi intraabdominal (peritonitis dan infeksi traktus biliaris)
– Infeksi ginekologi berat atau terkomplikasi.
– Septicaemia.
– Pengobatan empiris pada febrile neutropenia.
 :: Kontra Indikasi ::
Penderita yang hipersensitif terhadap antibiotik golongan sefalosporin, penicillin atau antibiotik golongan betalaktam lainnya.
 :: Efek Samping ::
  • Reaksi hipersensitif : alergi pada kulit, rash, urticaria, gatal-gatal, demam, sampai pada reaksi alergi akut dan berat (anafilaksis).
  • Efek pada saluran pencernaan : mual, muntah, nyeri perut, diare, dispepsia.
  • Efek pada kardiovaskular : nyeri dada, takikardia.
  • Efek pada pernafasan : batuk, sesak dan sakit pada tenggorokan.
  • Efek pada sistem saraf pusat : pusing, sakit kepala, anxietas, konfusi.
  • Reaksi lokal : radang dan nyeri pada tempat penyuntikan.
 :: Peringatan Dan Perhatian ::
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada penderita yang mempunyai riwayat alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin, penicillin dan golongan betalaktam lainnya.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan netropenia.
  • Penggunaan pada anak-anak dibawah 13 tahun belum dianjurkan.
  • Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan dari organisme yang tidak peka.
  • Penggunaan pada wanita hamil hanya bila benar-benar diperlukan.
  • Hati-hati pemberian pada wanita menyusui karena cefepime diekskresi melalui air susu ibu, walaupun dalam konsentrasi yang kecil.
  • Kolitis pseudomembranosa telah dilaporkan pada penggunaan antibiotik spektrum luas, hati-hati pada penderita diare yang menggunakan antibiotik.
 :: Interaksi Obat ::
PROCEPIM serbuk injeksi tidak dapat ditambahkan ke dalam larutan metronidazol, vancomisin, gentamisin, tobramisin sulfat atau netilmisin sulfat karena tidak tercampurkan secara fisik dan kimia, dan kemungkinan potensiasi interaksi. Tetapi apabila diindikasikan harus diberikan kombinasi dengan PROCEPIM , masing-masing antibiotik tersebut dapat diberikan secara terpisah.
Pemberian bersamaan dengan aminoglikosida, diuretik furosemide dapat meningkatkan potensi efek nefrotoksisitas dan ototoksisitas.
 :: Dosis Dan Cara Penggunaan ::
Dosis umum dewasa : 1 gram cefepime diberikan secara intravena atau intra muskular setiap 12 jam, pada infeksi yang lebih berat dapat diberikan hingga 2 gram intravena setiap 12 jam.
Dosis dan cara pemberian tergantung kepada beratnya infeksi dan kepekaan dari patogen, kondisi penderita serta fungsi ginjal penderita.
Lamanya pengobatan biasanya 7 sampai 10 hari, tetapi untuk infeksi yang lebih berat diperlukan waktu yang lebih lama .

Dosis yang dianjurkan untuk pasien pediatrik dengan berat badan <40 kg : 50 mg/kg BB setiap 8-12 jam selama 7-10 hari

Pasien dengan gangguan fungsi hati tidak memerlukan penyesuaian dosis.

Penderita dengan gangguan fungsi ginjal :
Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (bersihan kreatinin < 30 ml/menit) dosis cefepime harus disesuaikan dengan kecepatan pengeluarannya dari ginjal. Dosis awal cefepime yang diberikan pada penderita disfungsi ginjal adalah sama dengan dosis pada penderita dengan fungsi ginjal normal.
Tabel penyesuaian dosis pada penderita dewasa dan anak-anak dengan gangguan fungsi ginjal dapat dilihat pada brosur.

PROCEPIM (cefepime) dapat disuntikkan secara intravena atau intra muskular ke dalam bagian otot yang massanya besar (gluteus maximus).
Pemberian Intravena :
Cara penyuntikan intravena lebih diperuntukan bagi penderita dengan infeksi yang sangat berat/infeksi yang mengancam jiwa.

Untuk penyuntikan IV langsung :
Larutkan PROCEPIM (cefepime) dengan 10 ml air steril untuk injeksi, larutan Dextrosa 5% atau larutan NaCl 0,9%. 1 g vial ditambah 10 ml air steril untuk injeksi, volumenya menjadi 11,5 ml. Suntikkan perlahan-lahan ke dalam vena selama 3 sampai 5 menit atau disuntikkan melalui selang infus apabila pasien menerima cairan infus yang cocok dengan PROCEPIM.

Untuk infus intravena :
Larutkan PROCEPIM (cefepime) dengan 10 ml air steril untuk injeksi, larutan Dextrosa 5% atau larutan NaCl 0,9%. Kemudian suntikkan ke dalam botol infus yang berisi sejumlah cairan yang cocok untuk PROCEPIM.

Pemberian Intramuskular :
Larutkan PROCEPIM (cefepime) dengan 2,4 ml air steril untuk injeksi, larutan Dextrosa 5% atau larutan NaCl 0,9%. PROCEPIM (cefepime) dapat juga dilarutkan dengan larutan lidokain HCl 0,5% sampai 1%, namun hal ini tidak perlu karena PROCEPIM tidak menimbulkan rasa sakit pada saat disuntikkan.
1 g vial ditambah 2,4 ml air steril untuk injeksi, volumenya menjadi 3,8 ml.
PROCEPIM yang telah dilarutkan akan tahan selama 24 jam pada suhu kamar atau 7 hari apabila disimpan dalam lemari es.

 :: Kemasan ::
Dus, 1 vial @ 1 g cefepime & 1 ampul @ 10 ml air steril untuk injeksi.
No. Reg. : DKL 0515617544 A1
 :: Cara Penyimpanan ::
Simpan pada suhu dibawah 25 ºC, terlindung dari cahaya
Sekilas Tentang PT. Meprofarm
Meprofarm adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1973 oleh Wanne Mardiwidyo. Awalnya perusahaan ini memasarkan obat generik yang pada waktu itu masih diproduksi secara maklon atau dikerjakan oleh pihak lain di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Tahun 1993 Meprofarm mulai membangun fasilitas produksi yang dinamakan Mepro-1 di Bandung dengan tujuan untuk memperbesar skala produksi dan mendapatkan sertifikat CPOB dari Kementrian Kesehatan. Fasilitas Mepro-1 digunakan untuk produksi, riset and development, gudang, marketing, dan keuangan perusahaan. Di lokasi tersebut diproduksi produk sefalosporin steril dan non-steril. Tahun 1996 meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat CPOB untuk produk farmasi dengan sediaan tablet, kapsul, sirup cair dan kering, dan krim, dua tahun kemudian berhasil memperoleh sertifikat CPOB untuk produk sefalosporin dengan sediaan serbuk steril, tablet, dan sirup kering.

Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun fasilitas produksi Mepro-2 yang lokasinya persis dibelakang Mepro-1. Fasilitas baru ini ditujukan untuk memproduksi produk farmasi dengan sediaan cairan steril meliputi cairan injeksi, sirup cair, supositoria, krim, dan sirup kering. Selain itu fasilitas ini juga digunakan untuk riset and development. Oleh karenanya pada 2008, Meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dan pada 2011 seiring dengan telah diperolehnya sertifikat CPOB pada fasilitas Mepro-2, maka dimulailah produksi perdana di fasilitas ini.

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang telah menjalin kerjasama dengan Meprofarm antara lain PT. Tanabe Indonesia, PT. Astellas, PT. Dexa Medica, PT. Holi Pharma, PT. Otto Pharmaceutical, dan sebagainya.