Procepim

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Health > Procepim

Kandungan dan Komposisi Procepim

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Procepim:

Tiap vial PROCEPIM injeksi mengandung :
Cefepime HCl yang telah dicampur dengan L- arginine steril setara dengan cefepime…………………. 1 g

 

Farmakologi Procepim

Cefepime merupakan antibiotik sefalosporin generasi ke empat yang mempunyai spektrum luas, efektif terhadap bakteri gram-positif dan gram-negatif termasuk terhadap strain yang resisten terhadap aminoglikosida atau sefalosporin generasi ketiga seperti ceftazidime.
Cefepime memiliki kestabilan yang tinggi terhadap hidrolisis beta-laktamase dan menunjukkan penetrasi yang cepat ke dalam dinding sel bakteri gram-negatif.
PROCEPIM (cefepime) menunjukkan aktivitas klinis terhadap beberapa jenis bakteri di bawah ini :

Bakteri Gram-positif aerob :
Staphylococcus aureus (termasuk strain yang memproduksi beta-laktamase).
Staphylococcus epidermidis (termasuk strain yang memproduksi beta-laktamase)
Staphylococci lainnya termasuk S. hominis, S. saprophyticus.
Streptococcus pyogenes (streptococci grup A)
Streptococcus agalactiae (streptococci grup B)
Streptococcus pneumoniae (termasuk yang telah resisten terhadap penicillin dengan MIC 0,1 -1 mcg/ ml).
Streptococci beta-hemolitik lainnya (grup C, G, F) termasuk S. bovis (grup D), Streptococci viridans.

Catatan : beberapa strain enterococci seperti; Enterococcus faecalis, dan staphylococci yang resisten terhadap methicillin juga resisten terhadap beberapa sefalosporin, termasuk cefepime.

Bakteri Gram negatif aerob :
Pseudomonas sp. termasuk P. aeruginosa, P. putida, P. stutzeri
Escherichia coli
Klebsiella sp. termasuk K. pneumoniae, K. oxytoca
Enterobacter sp. termasuk E. cloacae, E. aerogenes, E. agglomerans
Proteus sp., termasuk P. mirabilis, P. vulgaris.
Acinetobacter calcoaceticus (subsp. Anitratus, Iwoffi)
Citrobacter sp. termasuk C. diversus, C. freundii
Haemophilus influenzae (termasuk strain penghasil beta-laktamase)
Morganella morganii
Moraxella catarrhalis (Branhamella catarrhalis), (termasuk strain penghasil beta-laktamase).
Neisseria meningitidis
Providencia sp. termasuk P. rettgeri, P. stuartii
Salmonella sp.
Serratia termasuk S. marcescens
Shigella sp.

Catatan : Cefepime tidak aktif terhadap beberapa strain Stenotrophomonas (bentuk Xanthomonas maltophilia dan Pseudomonas maltophilia).

Anaerob :
Bacteroides sp.
Clostridium perfringens
Fusobacterium sp.
Mobiluncus sp.
Peptostreptococcus sp.
Prevotella melaninogenica (bentuk Bacteroides melaninogenicus)
Veillonella sp.

Catatan : Cefepime tidak aktif terhadap beberapa strain Bacteriodes fragilis dan Clostridium difficile.

 

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Procepim

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Procepim:

PROCEPIM (cefepime) diindikasikan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh organisme yang sensitif terhadap Cefepime seperti :
– Infeksi saluran pernafasan bawah (pneumonia, bronchopneumonia )
– Infeksi saluran kemih bagian bawah dan atas (pyelonephritis) yang terkomplikasi.
– Infeksi kulit dan jaringan lunak.
– Infeksi intraabdominal (peritonitis dan infeksi traktus biliaris)
– Infeksi ginekologi berat atau terkomplikasi.
– Septicaemia.
– Pengobatan empiris pada febrile neutropenia.

 

Kontraindikasi Procepim

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Procepim dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Penderita yang hipersensitif terhadap antibiotik golongan sefalosporin, penicillin atau antibiotik golongan betalaktam lainnya.

 

Efek Samping Procepim

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Procepim:

  • Reaksi hipersensitif : alergi pada kulit, rash, urticaria, gatal-gatal, demam, sampai pada reaksi alergi akut dan berat (anafilaksis)
  • Efek pada saluran pencernaan : mual, muntah, nyeri perut, diare, dispepsia
  • Efek pada kardiovaskular : nyeri dada, takikardia
  • Efek pada pernafasan : batuk, sesak dan sakit pada tenggorokan
  • Efek pada sistem saraf pusat : pusing, sakit kepala, anxietas, konfusi
  • Reaksi lokal : radang dan nyeri pada tempat penyuntikan

 

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Procepim

  • Tidak dianjurkan penggunaan pada penderita yang mempunyai riwayat alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin, penicillin dan golongan betalaktam lainnya
  • Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan netropenia
  • Penggunaan pada anak-anak dibawah 13 tahun belum dianjurkan
  • Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan dari organisme yang tidak peka
  • Penggunaan pada wanita hamil hanya bila benar-benar diperlukan
  • Hati-hati pemberian pada wanita menyusui karena cefepime diekskresi melalui air susu ibu, walaupun dalam konsentrasi yang kecil
  • Kolitis pseudomembranosa telah dilaporkan pada penggunaan antibiotik spektrum luas, hati-hati pada penderita diare yang menggunakan antibiotik

Interaksi Obat Procepim

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Procepim antara lain:

PROCEPIM serbuk injeksi tidak dapat ditambahkan ke dalam larutan metronidazol, vancomisin, gentamisin, tobramisin sulfat atau netilmisin sulfat karena tidak tercampurkan secara fisik dan kimia, dan kemungkinan potensiasi interaksi. Tetapi apabila diindikasikan harus diberikan kombinasi dengan PROCEPIM , masing-masing antibiotik tersebut dapat diberikan secara terpisah.
Pemberian bersamaan dengan aminoglikosida, diuretik furosemide dapat meningkatkan potensi efek nefrotoksisitas dan ototoksisitas.

 

Dosis dan Aturan Pakai Procepim

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Procepim:

Dosis umum dewasa : 1 gram cefepime diberikan secara intravena atau intra muskular setiap 12 jam, pada infeksi yang lebih berat dapat diberikan hingga 2 gram intravena setiap 12 jam.
Dosis dan cara pemberian tergantung kepada beratnya infeksi dan kepekaan dari patogen, kondisi penderita serta fungsi ginjal penderita.
Lamanya pengobatan biasanya 7 sampai 10 hari, tetapi untuk infeksi yang lebih berat diperlukan waktu yang lebih lama .

Dosis yang dianjurkan untuk pasien pediatrik dengan berat badan <40 kg : 50 mg/kg BB setiap 8-12 jam selama 7-10 hari

Pasien dengan gangguan fungsi hati tidak memerlukan penyesuaian dosis.

Penderita dengan gangguan fungsi ginjal :
Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (bersihan kreatinin < 30 ml/menit) dosis cefepime harus disesuaikan dengan kecepatan pengeluarannya dari ginjal. Dosis awal cefepime yang diberikan pada penderita disfungsi ginjal adalah sama dengan dosis pada penderita dengan fungsi ginjal normal.
Tabel penyesuaian dosis pada penderita dewasa dan anak-anak dengan gangguan fungsi ginjal dapat dilihat pada brosur.

PROCEPIM (cefepime) dapat disuntikkan secara intravena atau intra muskular ke dalam bagian otot yang massanya besar (gluteus maximus).
Pemberian Intravena :
Cara penyuntikan intravena lebih diperuntukan bagi penderita dengan infeksi yang sangat berat/infeksi yang mengancam jiwa.

Untuk penyuntikan IV langsung :
Larutkan PROCEPIM (cefepime) dengan 10 ml air steril untuk injeksi, larutan Dextrosa 5% atau larutan NaCl 0,9%. 1 g vial ditambah 10 ml air steril untuk injeksi, volumenya menjadi 11,5 ml. Suntikkan perlahan-lahan ke dalam vena selama 3 sampai 5 menit atau disuntikkan melalui selang infus apabila pasien menerima cairan infus yang cocok dengan PROCEPIM.

Untuk infus intravena :
Larutkan PROCEPIM (cefepime) dengan 10 ml air steril untuk injeksi, larutan Dextrosa 5% atau larutan NaCl 0,9%. Kemudian suntikkan ke dalam botol infus yang berisi sejumlah cairan yang cocok untuk PROCEPIM.

Pemberian Intramuskular :
Larutkan PROCEPIM (cefepime) dengan 2,4 ml air steril untuk injeksi, larutan Dextrosa 5% atau larutan NaCl 0,9%. PROCEPIM (cefepime) dapat juga dilarutkan dengan larutan lidokain HCl 0,5% sampai 1%, namun hal ini tidak perlu karena PROCEPIM tidak menimbulkan rasa sakit pada saat disuntikkan.
1 g vial ditambah 2,4 ml air steril untuk injeksi, volumenya menjadi 3,8 ml.
PROCEPIM yang telah dilarutkan akan tahan selama 24 jam pada suhu kamar atau 7 hari apabila disimpan dalam lemari es.

 

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Procepim

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Procepim:

Dus @ 1 vial @ 1 g cefepime & 1 ampul @ 10 ml air steril untuk injeksi.
No. Reg. : DKL 0515617544 A1

 

Cara Penyimpanan Procepim

Simpan pada suhu dibawah 25 ºC, terlindung dari cahaya

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Procepim Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Procepim, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Procepim?

Jika Anda lupa menggunakan Procepim, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Procepim Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Procepim?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Procepim yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Meprofarm adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1973 oleh Wanne Mardiwidyo. Awalnya perusahaan ini memasarkan obat generik yang pada waktu itu masih diproduksi secara maklon atau dikerjakan oleh pihak lain di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Tahun 1993 Meprofarm mulai membangun fasilitas produksi yang dinamakan Mepro-1 di Bandung dengan tujuan untuk memperbesar skala produksi dan mendapatkan sertifikat CPOB dari Kementrian Kesehatan. Fasilitas Mepro-1 digunakan untuk produksi, riset and development, gudang, marketing, dan keuangan perusahaan. Di lokasi tersebut diproduksi produk sefalosporin steril dan non-steril. Tahun 1996 meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat CPOB untuk produk farmasi dengan sediaan tablet, kapsul, sirup cair dan kering, dan krim, dua tahun kemudian berhasil memperoleh sertifikat CPOB untuk produk sefalosporin dengan sediaan serbuk steril, tablet, dan sirup kering.

Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun fasilitas produksi Mepro-2 yang lokasinya persis dibelakang Mepro-1. Fasilitas baru ini ditujukan untuk memproduksi produk farmasi dengan sediaan cairan steril meliputi cairan injeksi, sirup cair, supositoria, krim, dan sirup kering. Selain itu fasilitas ini juga digunakan untuk riset and development. Oleh karenanya pada 2008, Meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dan pada 2011 seiring dengan telah diperolehnya sertifikat CPOB pada fasilitas Mepro-2, maka dimulailah produksi perdana di fasilitas ini.

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang telah menjalin kerjasama dengan Meprofarm antara lain PT Tanabe Indonesia, PT Astellas, PT Dexa Medica, PT Holi Pharma, PT Otto Pharmaceutical, dan sebagainya.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 17 Februari). Procepim. Diakses pada 6 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/procepim/


Format MLA (Modern Language Association)

"Procepim". Farmasi-id.com. 17 Februari 2015. 6 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/procepim/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Procepim", 17 Februari 2015, <https://www.farmasi-id.com/procepim/> [Diakses pada 6 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda