Primadex

By | November 22, 2020 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Kombinasi Antibakterial > Primadex

PRIMADEX

Sirup, Tablet, Kaplet
(Sulfametoksazol, Trimetoprim)
Manfaat, Kegunaan, Penggunaan, Fungsi, Kandungan, Indikasi, Dosis, Efek Samping

KOMPOSISI
Primadex Sirup
Tiap 1 sendok takar (5 ml) mengandung : sulfametoksazol 200 mg, dan trimetoprim 40 mg.

Primadex Tablet
Tiap tablet mengandung : sulfametoksazol 400 mg, dan trimetoprim 80 mg.

Primadex Forte Kaplet
Tiap kaplet mengandung : sulfametoksazol 800 mg, dan trimetoprim 160 mg.

FARMAKOLOGI (CARA KERJA OBAT)
Primadex mengandung sulfametoksazol dan trimetoprim, keduanya mempunyai sifat farmakokinetik yang sama.
Bekerja dengan dua tahap penghambatan enzimatik dalam sintesa dinding sel bakteri :

  • Sulfametoksazol seperti golongan sulfonamida lainnya bersaingan dengan PABA untuk menghambat pembentukan asam folat
  • Trimetoprim menghambat enzim dihydrofolate reductase, sehingga mengganggu reduksi asam folat menjadi asam folinat

Asam folinat diperlukan dalam sintesa DNA dari dinding sel bakteri. Dengan cara kerja kombinasi ini diperoleh efek bakterisid, sedangkan masing-masing bersifat bakteriostatik.

Primadex bekerja terhadap mikroorganisme yang resisten terhadap salah satu komponen atau kedua-duanya dalam bentuk tunggul. Dengan penghambatan dua tahap ini memperkecil kemungkinan bertambahnya resistensi.

Primadex bekerja luas terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif, seperti S. pneumoniae, C. diphteriae, H. influenzae, H. meningitidis, S. aureus, S. epidermidis, S. pyogenes, Streptococcus golongan viridans, S. faecalis, E. coli, P. mirabilis, P. morganii, P. rettgeri, Enterobacter sp, Salmonella, Shigella, P. pseudomallei, Serratia, Alcaligenes sp, Klebsiella, Brucella abortus, Pasteurella haemolytica, Yersinia pseudotuberculosis. Y. enterocolitica dan Mocardia asteroides.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Primadex

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Primadex adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Infeksi saluran kemih seperti pielonefritis dan pielitis oleh kuman yang sensitif seperti Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter dan Proteus
  • Infeksi saluran pencernaan, terutama oleh kuman Salmonella dan Shigella, seperti tifoid, paratifoid dan disentri basiler
  • Infeksi saluran pernafasan, seperti bronkhitis akut dan kronis oleh kuman H. influenzae atau S. pneumoniae
  • Infeksi telinga, hidung dan tenggorokan seperti otitis media oleh kuman H. influenzae dan S. pneumoniae
  • Infeksi lain seperti toxoplasmosis dan infeksi lainnya dimana obat terpilih tidak dapat diberikan

KONTRAIndikasi
Obat ini jangan diberikan pada pasien yang peka terhadap sulfonamida dan trimetoprim, wanita hamil, atau menyusui, anak-anak dibawah umur 2 bulan, penderita anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat.

class=”tr-kapsultion-container” cellspacing=”0″ cellpadding=”0″ align=”center”>

PRIMADEX Sirup, Tablet, Kaplet (Sulfametoksazol, Trimetoprim)

PRIMADEX Sirup, Tablet, Kaplet (Sulfametoksazol, Trimetoprim)


PERINGATAN DAN Perhatian

  • Jangan diberikan pada pengobatan faringitis yang disebabkan oleh Streptococcus Beta haemolitica group A
  • Pemakaian dapat berbahaya pada penderita kelemahan fungsi ginjal dan fungsi hati, reaksi alergi atau asma bronkial
  • Untuk pasien pemakai obat-obat sulfa untuk jangka waktu lama, perlu dilakukan pemeriksaan darah secara periodik, karena ada kemungkinan terjadi diskrasia darah
  • Harap minum air yang banyak untuk menghindari kristaluria
  • Dosis harap dikurangi pada penderita gangguan renal

Efek Samping

  • Megaloblastosis, leukopenia, atau trombositopenia
  • Kurang lebih 75% dari efek samping terjadi pada kulit : dermatitis eksfoliativa, Stevens johnson syndroma, toxic epidermal necrolysis
  • Reaksi-reaksi saluran pencernaan : mual, muntah, diare (jarang terjadi)
  • Stomatitis
  • Reaksi-reaksi susunan saraf pusat : sakit kepala, depresi, halusinasi
  • Reaksi-reaksi sistem darah : anemia (termasuk aplastik, hemolitik, dan makrositik), gangguan pembekuan, granulositopenia, purpura, henoch schonlein purpura dan sulfaemoglobomia

Dosis DAN CARA PEMBERIAN
Tanyakan kepada dokter anda mengenai dosis dan aturan pakai Primadex.
Primadex Sirup :

  • Anak-anak umur 6 minggu – 5 bulan : 1/2 sendok takar, 2 kali sehari
  • Anak-anak umur 6 bulan – 5 tahun : 1 sendok takar, 2 kali sehari
  • Anak-anak umur 6 tahun – 12 tahun : 2 sendok takar, 2 kali sehari

Primadex Tablet :

  • Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun : 2 tablet , 2 kali sehari

Primadex Forte Kaplet :

  • Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun : 1 kaplet , 2 kali sehari

Primadex diminum sesudah makan.

Kemasan

  • Primadex sirup, botol, @ 60 ml
  • Primadex tablet , kotak, 10 strip @ 10 tablet
  • Primadex forte kaplet , kotak, 10 strip @ 10 kaplet

KETERANGAN
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
Simpan di tempat kering, pada suhu di bawah 30º C. Terlindung dari cahaya. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Diproduksi Oleh Dexa Medica

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Primadex Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Primadex, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Primadex?

Jika Anda lupa menggunakan Primadex, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Primadex Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Primadex?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Primadex yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 22 November). Primadex. Diakses pada 3 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/primadex/


Format MLA (Modern Language Association)

"Primadex". Farmasi-id.com. 22 November 2020. 3 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/primadex/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Primadex", 22 November 2020, <https://www.farmasi-id.com/primadex/> [Diakses pada 3 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *