Pridesia 5

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Pridesia 5

By | 02/08/2018

Kandungan dan Komposisi Pridesia 5

Produsen:

Sanbe

Cisapride.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Gangguan GI pada dws seperti gastroparesis, refluks esofagitis. Refluks gastroesofagus berat pada anak.

Dosis dan Aturan Pakai

Dws Awal 5 mg 3-4 x/hari. Maks: 40 mg 3-4 x/hari. Anak Awal 0.2 mg/kgBB 3-4 x/hari. Maks: 0.8 mg/kgBB/hari atau 20 mg/hari.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 15 mnt sblm makan & menjelang tidur malam.

Kontra Indikasi:

Pendarahan GI, obstruksi mekanik & perforasi.

Perhatian:

Aritmia, fibrilasi ventrikel, torsades de pointes & pemanjangan interval QT.

Efek Samping:

Pusing, mual, faringitis, nyeri dada, lemah, nyeri punggung, depresi, dehidrasi, mialgia, kram perut, borborigmi, diare, ruam, gatal, urtikaria, angioedema, spasme bronkus.

Interaksi Obat:

Antifungal azole, makrolide, penghambat HIV protease, nefazodone: meningkatkan kadar cisapride dalam plasma. Antiaritmia, antidepresan trisiklik & tetrasiklik, antipsikotik, astemizole, sparfloksasin: meningkatkan risiko aritmia & pemanjangan interval QT. Meningkatkan efek antikoagulan. Meningkatkan absorpsi simetidin & ranitidin. Bekerja antagonis dengan antikolinergik.

Kemasan/Harga:

Tablet 5 mg x 5 x 10 n(RP75.500).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .