Pranza

By | April 7, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Pranza

Kandungan dan Komposisi Pranza

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Pranza adalah:

Tiap vial mengandung : Pantoprazole sodium setara dengan pantoprazole 40 mg dalam bentuk serbuk terliofilisasi.


Bentuk Sediaan:

Vial (40 mg pantoprazole)


Farmakologi:

Pantoprazole merupakan pengganti benzimidazole, bekerja dengan cara menghambat sekresi asam lambung melalui kerja spesifik pada pompa proton sel parietal. Pantoprazole dikonversikan menjadi bentuk aktif dalam lingkungan asam (pada sel parietal), yang berdampulak pada proses inhibisi enzim H+/K+ ATPase dalam produksi asam lambung tahap akhir. Proses inhibisi ini tergantung dari besaran dosis. Waktu paruh 1 jam. Ikatan protein plasma 98%. Dimetabolisme di hati. Ekskresi utama melalui ginjal (80%). Profil farmakokinetik tidak berubah dengan pemberian berulang.


Indikasi:

PRANZA diindikasikan pada pengobatan ulkus lambung, ulkus duodenum, refluks esofagitis derajat sedang dan berat serta kondisi hipersekresi patologis seperti sindrom Zollinger-Ellison atau keganasan lainnya. Digunakan sebagai terapi alternative pada pasien yang tidak diindikasikan pemberian pantoprazole oral.


Dosis:

Injeksi PRANZA hanya diberikan secara intravena (IV), dosis rekomendasi untuk ulkus duodenum, ulkus lambung, refluks esofagitis sedang-berat : 1 vial (pantoprazole 40 mg) IV/hari. Terapi jangka panjang sindrom Zollinger-Ellison dan keadaan hipersekresi patologis lain : dosis awal 80 mg IV, selanjutnya dosis di atas 80 mg/hari harus diberikan dalam 2 dosis terbagi. Pantoprazole dapat diberikan sampai di atas 160 mg, tetapi tidak boleh diberikan dalam jangka waktu lama. Perubahan dari rute oral ke intravena atau dari intravena ke oral, harus dilakukan untuk mempertahankan efek penghambatan sekresi asam lambung secara berkelanjutan. Jika ada sisa obat dalam vial atau terjadi perubahan fisik obat (keruh atau ada endapan), maka obat harus dibuang. Isi vial hanya untuk sekali penggunaan.


Kontra Indikasi:

Hipersensitif


Peringatan dan Perhatian:

Pada orang lanjut usia dan pasien dengan gangguan fungsi ginjal : dosis pantoprazole yang diberikan tidak boleh melebihi 40 mg/hari. Pasien dengan gangguan fungsi hati : pada pasien dengan gangguan hati yang berat, dosis harian pantoprazole sebaiknya diturunkan sampai 20 mg.


Efek Samping:

Umum dan lokal pada tempat pemberian; sangat jarang: tromboflebitis, edema perifer. Darah dan sistem limfatik ; sangat jarang: leukopenia, trombositopenia. Gastrointestinal: nyeri perut bagian atas, diare, konstipasi, flatulensi.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *