Pospargin

By | April 7, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Kemih Kelamin > Pospargin

Kandungan dan Komposisi Pospargin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Pospargin adalah:

Methylergometrine maleate.


Bentuk Sediaan:

Tablet salut selaput methylergometrine maleate 0,125 mg.

Ampul methylergometrine maleate 0,2 mg.


Farmakologi:

Mempunyai efek langsung terhadap otot uterus yaitu meningkatkan tonus, ampullitudo serta ritme kontraksi pada dosis yang rendah dengan merangsang adrenoreseptor, sehingga menyebabkan kontraksi uterus yang berulang dan diikuti fase relaksasi (fase istirahat). Sedangkan pada dosis yang besar methylergometrine maleate akan menyebabkan kontraksi tetanik uterus.

Methylergometrine maleate diabsorbsi cepat dan hampulir sempurna, baik pada pemberian oral maupun intramuskular (IM) dan intravena (IV). Bioavailabilitas setelah pemberian per oral adalah 60% dan kadar puncak dikapsulai setelah 30 menit. Bioavailabilitas meningkat 78% jika diberikan secara intramuskular. Kadar maksimum plasma (Cmax) terkapsulai setelah 3 jam pemberian per oral. Methylergometrine maleate didistribusikan secara cepat dengan volume distribusi sekitar 0,33-0,67 liter/kg,  dimetabolisme di hepar dengan proses hidroksilasi dan  glukoronidasi. Ekskresinya terutama melalui empedu dan feses.


Indikasi:

Pencegahan dan pengobatan perdarahan pasca persalinan dan pasca abortus yang disebabkan oleh atonia uteri; pengobatan subinvolusi uterus; memperpendek kala III (diberikan setelah bahu depan janin lahir); sectio Caesarea, atau persalinan dengan tindakan.


Dosis:

– Pencegahan dan pengobatan perdarahan pasca persalinan dan pasca abortus yang disebabkan oleh atonia uteri. Dosis awal diberikan 0,2 mg methylergometrine maleate secara IM, biasanya efek kontraksi uterus terjadi 3-5 menit setelah pemberian. Pemberian secara IM dapat diulang setelah 2-4 jam, lalu terapi dilanjutkan per oral dengan dosis 0,125 mg methylergometrine maleate 3-4 kali per hari selama 2-7 hari. Penurunan dosis dapat dilakukan untuk mengatasi uterus yang kram (kejang). Pada keadaan darurat, misalnya syok, methylergometrine maleate dapat diberikan IV secara lambat dengan memonitor tekanan darah dan nadi.

– Untuk pengobatan subinvolusi uterus, dosis awal dapat diberikan secara IM maupun per oral tergantung keadaan pasien, dan dilanjutkan dengan pemberian per oral selama 2 sampai 7 hari.

– Memperpendek kala III (diberikan setelah bahu depan janin lahir). Diberikan jika sudah dipastikan bahwa kehamilan dengan janin tunggal, dan diberikan secara IM dengan dosis 0,2 mg methylergometrine maleate setelah bahu depan janin lahir.

– Sectio Caesarea, atau persalinan dengan tindakan. Setelah bayi dikeluarkan secara ekstraksi diberikan methylergometrine maleate 1 mL secara IM atau 0,5 ml-1 ml secara IV.


Kontra Indikasi:

– Induksi persalinan. Uterus hamil sangat sensitif terhadap ergometrin ataupun methylergometrine maleate, yang dengan dosis kecil dapat menyebabkan kontraksi tetanik sehingga akan berpengaruh terhadap sirkulasi darah pada uterus dan plasenta serta fungsi respirasi janin.

– Hipertensi, termasuk hipertensi karena kehamilan (preeklampulsia dan eklampulsia). Methylergometrine dapat menyebabkan hipertensi secara mendadak.

– Abortus imminens

– Inersia uteri primer ataupun sekunder

– Kehamilan

– Hipersenstif


Peringatan dan Perhatian:

– Suntikan IV diberikan secara lambat, karena mungkin dapat menaikkan tekanan darah dan menyebabkan serangan serebrovaskuler. Bila penggunaan IV sangat diperlukan sebagai life-saving, berikan secara perlahan minimal 60 detik dengan pengawasan tekanan darah dan nadi.

– Pada persalinan dengan presentasi bokong (letak sungsang), methylergometrine maleate diberikan setelah bayi lahir, dan jika bayi kembar, methylergometrine maleate diberikan setelah bayi terakhir dilahirkan.

– Sepsis berat atau menetap.

– Pada neonatus, dilaporkan dapat menyebabkan sianosis perifer (kebiruan pada ujung-ujung jari dan bibir akibat kekurangan oksigen), gerakan mioklonus (kejang kelojot otot yang berulang), purpura (perdarahan multipel pada kulit atau selaput lendir), dan kematian.

– Penyakit kardiovaskuler. Hal ini berhubungan dengan efek vasokonstriksi dari ergot alkaloid secara umum, sehingga berpotensi untuk terjadinya gangguan pada pembuluh darah otak, serangan angina pektoris, atau terjadi gangren kering oleh karena suplai darah berkurang.

– Gangguan fungsi hepar dan ginjal yang berat.


Efek Samping:

– Pemberian dosis besar adalah gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, diare. Hipertensi dapat timbul setelah pemberian secara intra vena dengan cepat. Dilaporkan pula timbulnya gangguan lain seperti nyeri kepala dan reaksi-reaksi kardiovaskuler seperti vertigo, takikardia atau bradikardia.

– Gejala yang timbul pada kelebihan dosis biasanya bersifat akut, mulai dari mual, muntah, diare, sampai kejang dan gangguan kesadaran.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *