Policresulen

Farmasi-id.com > Kulit > Antiseptik & Desinfektan Kulit > Policresulen

By | 12/01/2018

Indikasi

  • Obat ini berkhasiat untuk menghentikan perdarahan lokal/lokal hemostatik.
  • Umumnya digunakan sebagai sediaan antiseptik untuk pembersihan dan regenerasi jaringan pada luka bakar, luka biasa, proses inflamasi kronis, lesi decubitus, ulkus crural, condyloma acuminata/ kutil kelamin, dan untuk sariawan/stomatitis aphthosa.
  • Sebagai sediaan untuk mengobati infeksi pada vagina seperti bakterial vaginosis, vaginal kandidiasis, dan trikomoniasis.
  • Sering juga digunakan sebagai salah satu zat aktif pada sediaan anorektal (misalnya Faktu salep dan Faktu suppositoia).
  • Pada sediaan ini Policresulen berkhasiat untuk mengobati wasir/ ambeien internal dan eksternal terkait dengan gejala inflamasi dan perdarahan, termasuk mengobati fisura ani/ kulit pecah-pecah di sekitar lubang anus.

Deskripsi dan Cara Kerja Obat

  • Policresulen adalah obat yang digunakan sebagai hemostatik topikal dan antiseptik. Obat ini umumnya diindikasikan untuk pembersihan dan membantu regenerasi jaringan pada luka bakar, mengurangi inflamasi kronis, lesi decubitus, ulkus crural, condyloma acuminata/ kutil kelamin, dan untuk sariawan (stomatitis aphthosa). Policresulen juga digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri vaginosis, vaginal kandidiasis, dan trikomoniasis.
  • Policresulen adalah produk kondensasi metacresolsulfonic acid dan methanal. Rantai Policresulen bermuatan negatif, sehingga senyawa ini bersifat asam. Sel normal bermuatan negatif, namun sel yang luka dan rusak bermuatan positif, menyebabkan Policresulen tertarik. Policresulen bekerja dengan membuat sedikit luka bakar kimiawi di daerah yang luka, zat ini mampu membunuh bakteri sehingga menghentikan terjadinya proses infeksi lanjutan.

Dosis

Dosis untuk Cervicitis, Haemostasis setelah biopsi dan pengangkatan polip serviks, dan Vaginitis

Sediaan suppositoria 90 mg : Masukkan 1 suppo ke dalam vagina setiap malam sebelum tidur selama 1-2 minggu.
Sediaan cairan 360 mg / g solution : Dalam kauterisasi : Gunakan larutan yang tidak diencerkan 1-2 kali / minggu.
Sediaan vaginal douche : encerkan solution dengan perbandingan 1: 1 sampai dengan 1: 5.

Untuk penderita perdarahan lokal

Teteskan obat langsung ke bagian tubuh yang mengalami perdarahan.

Untuk fisura ani

Biasanya digunakan obat oles atau sediaan anorektal 2-3 x sehari.

Untuk luka bakar

Encerkan larutan obat dengan menggunakan air steril dengan 1:3 sampai dengan 1:8. Gunakan larutan hasil pengenceran ini untuk membersihkan bagian kulit yang terbakar.

Kontra Indikasi

Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas.

Efek Samping

  • Efek samping yang relatif ringan yaitu ketidaknyamanan lokal ringan terutama pada awal pengobatan. Efek samping ini biasanya akan hilang jika pengobatan dihentikan.
  • Efek samping lainnya misalnya sensasi terbakar di vagina, infeksi jamur pada vagina (Candida), gatal pada vulva, permukaan mukosa mengelupas, reaksi alergi, dan gatal-gatal (urtikaria).

Peringatan dan Perhatian

  • Aplikasi ke portio vaginalis dan daerah sekitarnya harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Keamanan pemakaian obat ini untuk ibu menyusui belum diketahui dengan jelas. Oleh karena itu, pemberian Policresulen untuk ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Gunakan obat ini sesuai petunjuk. Jangan menggunakannya di luar yang diindikasikan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau efek samping berat lainnya segera hubungi dokter.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita hamil

Belum diketahui, konsultasikan dengan dokter.

Interaksi Obat

Belum diketahui.

Sediaan

Cair, tablet vagina, obat oles, obat dubur.

Nama Brand

Albocresil,Albothyl,Atyl,Cervixept,Cresulen,Dime,Ebodyl (Policresulen and Cinchocaine),Faktu (Policresulen and Cinchocaine),Fubodyl,Ginothyl,Hemor (Policresulen and Cinchocaine),Negatol,Nelex,Polilen,Polinin,Posulen,Posuline (Policresulen and Cinchocaine),Proctoacid (Policresulen and Cinchocaine),Proctox-H (Policresulen and Cinchocaine),Proctyl (Policresulen and Cinchocaine),Soker (Policresulen and Cinchocaine),Subodyl (Policresulen and Cinchocaine),Togiam,Vagothyl,Villda,Zolchin

Sekilas tentang kulit

Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.