Policresulen

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Kulit > Antiseptik & Desinfektan Kulit > Policresulen

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Policresulen

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Policresulen adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Obat ini berkhasiat untuk menghentikan perdarahan lokal/lokal hemostatik
  • Umumnya digunakan sebagai sediaan antiseptik untuk pembersihan dan regenerasi jaringan pada luka bakar, luka biasa, proses inflamasi kronis, lesi decubitus, ulkus crural, condyloma acuminata/ kutil kelamin, dan untuk sariawan/stomatitis aphthosa
  • Sebagai sediaan untuk mengobati infeksi pada vagina seperti bakterial vaginosis, vaginal kandidiasis, dan trikomoniasis
  • Sering juga digunakan sebagai salah satu zat aktif pada sediaan anorektal (misalnya Faktu salep dan Faktu suppositoia)
  • Pada sediaan ini Policresulen berkhasiat untuk mengobati wasir/ ambeien internal dan eksternal terkait dengan gejala inflamasi dan perdarahan, termasuk mengobati fisura ani/ kulit pecah-pecah di sekitar lubang anus

Deskripsi dan Cara Kerja Obat

  • Policresulen adalah obat yang digunakan sebagai hemostatik topikal dan antiseptik. Obat ini umumnya diindikasikan untuk pembersihan dan membantu regenerasi jaringan pada luka bakar, mengurangi inflamasi kronis, lesi decubitus, ulkus crural, condyloma acuminata/ kutil kelamin, dan untuk sariawan (stomatitis aphthosa). Policresulen juga digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri vaginosis, vaginal kandidiasis, dan trikomoniasis
  • Policresulen adalah produk kondensasi metacresolsulfonic acid dan methanal. Rantai Policresulen bermuatan negatif, sehingga senyawa ini bersifat asam. Sel normal bermuatan negatif, namun sel yang luka dan rusak bermuatan positif, menyebabkan Policresulen tertarik. Policresulen bekerja dengan membuat sedikit luka bakar kimiawi di daerah yang luka, zat ini mampu membunuh bakteri sehingga menghentikan terjadinya proses infeksi lanjutan

Sekilas tentang kulit
Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.

Dosis dan Aturan Pakai Policresulen

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Policresulen:

Dosis untuk Cervicitis, Haemostasis setelah biopsi dan pengangkatan polip serviks, dan Vaginitis

Sediaan suppositoria 90 mg : Masukkan 1 suppo ke dalam vagina setiap malam sebelum tidur selama 1-2 minggu.
Sediaan cairan 360 mg / g solution : Dalam kauterisasi : Gunakan larutan yang tidak diencerkan 1-2 kali / minggu.
Sediaan vaginal douche : encerkan solution dengan perbandingan 1: 1 sampai dengan 1: 5.

Untuk penderita perdarahan lokal

Teteskan obat langsung ke bagian tubuh yang mengalami perdarahan.

Untuk fisura ani

Biasanya digunakan obat oles atau sediaan anorektal 2-3 x sehari.

Untuk luka bakar

Encerkan larutan obat dengan menggunakan air steril dengan 1:3 sampai dengan 1:8. Gunakan larutan hasil pengenceran ini untuk membersihkan bagian kulit yang terbakar.

Kontraindikasi Policresulen

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Policresulen dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas.

Efek Samping Policresulen

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Policresulen yang mungkin terjadi adalah:

  • Efek samping yang relatif ringan yaitu ketidaknyamanan lokal ringan terutama pada awal pengobatan. Efek samping ini biasanya akan hilang jika pengobatan dihentikan
  • Efek samping lainnya misalnya sensasi terbakar di vagina, infeksi jamur pada vagina (Candida), gatal pada vulva, permukaan mukosa mengelupas, reaksi alergi, dan gatal-gatal (urtikaria)

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Policresulen

  • Aplikasi ke portio vaginalis dan daerah sekitarnya harus dilakukan dengan hati-hati
  • Keamanan pemakaian obat ini untuk ibu menyusui belum diketahui dengan jelas. Oleh karena itu, pemberian Policresulen untuk ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter
  • Gunakan obat ini sesuai petunjuk. Jangan menggunakannya di luar yang diindikasikan
  • Jika terjadi reaksi alergi atau efek samping berat lainnya segera hubungi dokter

Keamanan Penggunaan Pada Wanita hamil

Belum diketahui, konsultasikan dengan dokter.

Interaksi Obat Policresulen

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Policresulen antara lain:

Belum diketahui.

Sediaan

Cair, tablet vagina, obat oles, obat dubur.

Nama Brand Policresulen

Albocresil,Albothyl,Atyl,Cervixept,Cresulen,Dime,Ebodyl (Policresulen and Cinchocaine),Faktu (Policresulen and Cinchocaine),Fubodyl,Ginothyl,Hemor (Policresulen and Cinchocaine),Negatol,Nelex,Polilen,Polinin,Posulen,Posuline (Policresulen and Cinchocaine),Proctoacid (Policresulen and Cinchocaine),Proctox-H (Policresulen and Cinchocaine),Proctyl (Policresulen and Cinchocaine),Soker (Policresulen and Cinchocaine),Subodyl (Policresulen and Cinchocaine),Togiam,Vagothyl,Villda,Zolchin

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Policresulen Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Policresulen, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Policresulen?

Jika Anda lupa menggunakan Policresulen, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Policresulen Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Policresulen?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Policresulen yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 12 Januari). Policresulen. Diakses pada 22 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/policresulen/


Format MLA (Modern Language Association)

"Policresulen". Farmasi-id.com. 12 Januari 2018. 22 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/policresulen/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Policresulen", 12 Januari 2018, <https://www.farmasi-id.com/policresulen/> [Diakses pada 22 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *