Plegicol

By | Mei 13, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Nootropik & Neurotonik/Neurotropik > Plegicol

Kandungan dan Komposisi Plegicol

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Plegicol adalah:

Citicoline

Citicoline adalah suatu zat pemberi choline, suatu zat yang dihasilkan dari proses biokimia dalam membran sel. Citicoline secara alami ada di dalam organ tubuh manusia dan hewan. Citicoline akan memberikan choline pada otak untuk menghasilkan phosphatidylcholine dan acetylcholine. Phosphatidylcholine akan digunakan oleh otak untuk membentuk neuron baru sedangkan acetylcholine digunakan untuk memberikan dan menyampaikan sinyal di antara neuron-neuron tadi.

Citicoline biasa dijumpai pada produk suplemen kesehatan. Citicoline berguna untuk meningkatkan daya ingat, kemampuan berpikir, mengurangi risiko kematian yang diakibatkan oleh stroke iskemik, dan meningkatkan fungsi otak pasien pasca serangan stroke. Selain itu zat ini memiliki manfaat untuk meningkatkan kemampuan penglihatan khususnya pada pasien dengan glaukoma. Pada pasien Alzheimer, parkinson, dan bipolar, zat ini diyakini juga memberikan manfaat untuk mengurangi dampaknya.

Efek neuroprotektif yang dimiliki oleh citicoline kemungkinan dihasilkan dari kemampuannya menjaga cardiolopin dan sphingomyelin yang ada dalam membran sel dan meningkatkan sintesa phosphatidylcholine, suatu komponen kimia otak yang berperan penting dalam kerja otak. Kelebihan citicoline dibandingkan dengan sumber cholin yang lain adalah citicoline mudah untuk dicerna di dalam saluran pencernaan, mudah melintasi pembuluh darah, serta kinerjanya lebih cepat dan efektif.

Pemberian zat ini biasanya dilakukan melalui suplemen atau suntikan ke dalam vena (IV) atau injeksi melalui otot. Umumnya penggunaan citicoline tidak menimbulkan efek samping dan dapat ditoleransi dengan sangat baik oleh tubuh manusia hingga dosis 2000 mg per hari. Namun pada mereka yang hipersensitif terhadap citicoline, kemungkinan akan mengalami nyeri perut dan diare.

Zat ini aman untuk digunakan pada anak berusia 1 hingga 13 tahun. Pada wanita hamil belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan penggunaannya.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Plegicol

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Plegicol adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Hilang kesadaran karena kerusakan otak, cedera kepala atau operasi otak & infark serebral
  • Mempercepat rehabilitasi ekstremitas atas pada pasien hemiplegia apoplektik
  • Kelumpuhan ringan pada ekstremitas bawah dg 1 tahun & menerima terapi oral biasa
  • Mengendalikan penurunan fungsi kognitif pada lansia
  • Terapi perawatan penyakit Alzheimer dan beberapa tipe demensia, trauma kepala, penyakit serebrovaskular seperti stroke, penurunan memori, penyakit Parkinson, ADHD (attention deficit-hyperactive disorder), dan glaukoma

Farmakologi Plegicol

  • Obat ini dapat meningkatkan phosphatidylcholine, suatu zat kimia dalam otak yang berperan penting agar otak dapat menjalankan fungsinya dengan baik
  • Menurunkan kerusakan jaringan pada otak
  • Meningkatkan komunikasi antar sel dalam otak melalui peningkatan neurotransmiter seperti acetylcholine, norepinephrine, dan dopamine
  • Menurunkan konsentrasi glutamate dan meningkatkan penyerapan glutamat dengan meningkatkan ekspresi EAAT2, transporter glutamat, secara in vitro yang menghasilkan efek neuroprotektif pasca stroke

Efek Samping Plegicol

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Plegicol yang mungkin terjadi adalah:

Gangguan epigastrium, mual, kemerahan pada kulit, sakit kepala, pusing, tekanan darah tinggi, insomnia, gangguan penglihatan, nyeri dada

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Plegicol

  • Gangguan kesadaran akut, parah & progresif; terapi bersamaan dengan obat penghilang tekanan hemostatik atau intrakranial atau penggunaan tindakan utk menjaga suhu tubuh tetap rendah
  • Hindari dosis tinggi dalam perdarahan intrakranial

Kontraindikasi Plegicol

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Plegicol dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap citicoline
  • Hipertonia sistem saraf parasimpatis

Interaksi Obat Plegicol

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Plegicol antara lain:

Efek fenitoin berkurang dengan adanya alkohol & fenobarbiton.

Kategori Keamanan Penggunaan Plegicol Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Plegicol untuk digunakan oleh wanita hamil:

Belum ada data yang memadai mengenai keamanan penggunaan obat ini pada wanita hamil dan menyusui.

Sekilas tentang obat nootropik & neurotonik/neurotropik

Nootropik adalah obat yang digunakan untuk obat, suplemen, dan zat lain yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, terutama fungsi eksekutif, memori, kreativitas, atau motivasi, dalam individu. Neurotonik adalah zat atau obat yang memberikan efek memperkuat atau menstimulasi saraf, sedangkan neurotropik adalah zat dan obat yang mampu memperlancar pertumbuhan jaringan saraf.

Dosis dan Aturan Pakai Plegicol

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Plegicol:

Hilang kesadaran karena cedera kepala atau operasi otak:

500 mg infus atau IV 1-2x/hr

Hilang kesadaran pd infark serebral akut:

1.000 mg IV 1x/hr selama 2 minggu berturut-turut

Hemiplegia pasca apoplektik:

1.000 mg IV 1x/hr selama 4 minggu berturut-turut. Lanjutkan untuk tambahan 4 minggu jika ada kecenderungan pemulihan

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Plegicol

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Plegicol:

DKL1709323843A1, dus @ 5 ampul @ 4 ml, cairan injeksi 125 mg/ml

Produsen Plegicol

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Plegicol:

Ikapharmindo Putramas

Tags: plegicol ikapharmindo
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Plegicol Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Plegicol, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Plegicol?

Jika Anda lupa menggunakan Plegicol, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Plegicol Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Plegicol?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Plegicol yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Ikapharmindo Putramas merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Drs. Titianus Winata pada 1969. Awalnya perusahaan ini hanyalah suatu toko ritel bahan kimia kemudian menjadi usaha apotek Santi dan kemudian berkembang dan mulai beroperasi sebagai perusahaan farmasi pada 1972. Produk yang dihasilkan seperti obat resep, obat OTC, produk kosmetik, produk perawatan bayi, dan lain-lain.

PT Ikapharmindo Putramas telah mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacturing Practices) untuk obat-obatan resep, obat bebas, produk nutraceutical dan kosmetik. Perusahaan ini memiliki fasilitas produksi di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 16 Januari). Plegicol. Diakses pada 11 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/plegicol/


Format MLA (Modern Language Association)

"Plegicol". Farmasi-id.com. 16 Januari 2020. 11 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/plegicol/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Plegicol", 16 Januari 2020, <https://www.farmasi-id.com/plegicol/> [Diakses pada 11 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *