Piralen

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Piralen

By | 02/08/2018

Kandungan dan Komposisi Piralen

Produsen:

Otto

Metoclopramide HCl.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Mual, muntah, mual & muntah akibat intoleransi terhadap obat tertentu.

Dosis dan Aturan Pakai

Tab Dws ½-1 tab. Anak 5-14 thn ¼-½ tab. Diberikan 3 x/hari. Sir Dws 1-2 sdt 3 x/hari. Anak 0.5 mg/kg BB/hari dibagi dalam bbrp dosis. Ampul 1 ampul IM/IV.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan ½ jam sblm makan.

Kontra Indikasi:

Hamil trimester-1.

Perhatian:

Obat yang menyebabkan reaksi ekstrapiramidal. Gangguan ginjal. Anak & usia lanjut.

Efek Samping:

Konstipasi, diare, mengantuk, pusing.

Kemasan/Harga:

Tablet 10 mg x 10 x 10 (Rp35.000). Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL (Rp7.000). Ampul 10 mg2 mL x 5 (Rp22.500).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1 (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya).

Sekilas Tentang Metoclopramide

Metoclopramide adalah obat yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit atau masalah esofagus dan lambung. Obat ini digunakan untuk perawatan dan pencegahan mual dan muntah, membantu dalam proses pengosongan lambung pada mereka yang mengalami penundaan pengosongan lambung, dan untuk membantu mengobati penyakit refluks gastroesofageal. Selain untuk mengatasi berbagai macam problem esofagus dan lambung, metoclopramide juga digunakan dalam pengobatan migrain.

Metoclopramide mulai dikembangkan pada tahun 1964 oleh Louis Justin-Besançon and Charles Laville. Pada awalnya metoclopramide digunakan untuk mengendalikan mual pada orang yang mengalami sakit kepala dan migrain, kemudian digunakan juga untuk mencegah mual yang diakibatkan oleh efek terapi radiasi dan kemoterapi kanker. Obat ini kemudian mulai digunakan secara luas pada 1980 dan menjadi obat yang umum digunakan untuk mengendalikan nausea yang diakibatkan oleh anestesi dan perawatan gastritis.

Penggunaan metoclopramide dikontraindikasikan pada pasien penderita pheochromocytoma, suatu tumor pada sel chromaffin dari kelenjar adrenal. Hati-hati penggunaan metoclopramide pada penderita Parkinson karena metoclopramide bertindak sebagai antagonis dopamin yang justru akan memberburuk kondisi Parkinsonnya. Pada penderita depresi, penggunaan metoclopramide dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kondisi mentalnya. Hindari penggunaan obat ini pada penderita obstruksi usus, pasien epilepsi, perforasi atau penyumbatan perut, dan pada bayi yang baru lahir.

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan metoclopramide seperti gelisah, hipertensi, depresi, sakit kepala, kelelahan, diare, gangguan pergerakan seperti tardive dyskinesia, dan lain-lain. Oleh FDA tingkat keamanan penggunaan obat ini bagi wanita hamil dimasukkan dalam kategori B.

Sekilas Tentang Otto Pharmaceutical
Otto Pharmaceutical merupakan suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1963 di kota Bandung, Jawa Barat. Pada tahun 1981, perusahaan ini diakuisisi oleh Mensa (Menjangan Sakti Group) sekaligus menjadi perusahaan farmasi pertama dalam lini perusahaan Mensa Group.

Pada tahun 1991, Otto Pharmaceutical berhasil mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kemudian pada Juni 2005 perusahaan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari RWTUV GmbH Jerman sebagai pengakuan atas standar manajemen kualitas yang diterapkan dalam perusahaan.

Otto Pharmaceutical memiliki area produksi seluas dua hektar yang digunakan untuk memproduksi produk betalaktam dan non-betalaktam serta sefalosporin. Fasilitas itu dilengkapi dengan gudang penyimpanan, riset and development, quality control, dan sebagainya. Perusahaan ini memiliki total karyawan sebanyak 600 orang dengan cakupan pemasaran produk tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2015, Otto Pharmaceutical bersama CKD Pharma (perusahaan asal Korea Selatan) membuat suatu perusahaan joint venture bernama PT. CKD Otto Pharma untuk memproduksi obat-obatan onkologi dan telah selesai membangun area fasilitas produksi obat kanker yang sesuai dengan standar Eropa (EU-GMP) yang produknya selain dapat dipasarkan di Indonesia juga dapat diekspor ke mancanegara. Fasilitas produksi baru ini mencakup area seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi $ 30 juta dengan total kapasitas produksi 1,6 juta vial per tahun. Beberapa obat yang diproduksi seperti Oxaliplatin, Gemcitabine dan Docetaxel. Produk obat anti-kanker yang diproduksi telah mandapatkan sertifikat halal dari MUI