Pilsida

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Kulit > Pilsida

By | 07/01/2019

Kandungan

Setiap kapsul mengandung ekstrak:

  • Andrographidis paniculata Herba (daun sambiloto) 21 mg
  • Plucheae indica Folium (daun beluntas) 32 mg
  • Strychnosis lingustrinae Lignum (bidara laut) 43 mg

Khasiat dan Kegunaan

Secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan gatal-gatal pada kulit dan melancarkan peredaran darah.

Aturan Pakai 

  • Dewasa   : 3 kali sehari @6 pil, sesudah makan.
  • Anak        : 3 kali sehari @3 pil, sesudah makan.

Penyimpanan

  • Simpan di tempat yang kering dan terhindar dari sinar matahari langsung.
  • Simpan di bawah suhu 30°C. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kemasan dan Sediaan

Dus, Bungkus @ 100 & 300 pil

Izin BPOM

TR173405541

Harga

Rp 12.000/dus, bungkus @ 100 pil

Produsen

PT Dami Sariwana

Sekilas Tentang Andrographis Paniculata (Sambiloto)

Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lembap, atau di pekarangan. Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Memiliki kandungan antara lain andrografin, andrografoloid, panikulin. Berkhasiat sebagai antiinflamasi, antipiretik, analgesik, diuretik,  stomatik, antibengkak. Biasa digunakan untuk mengobati gatal-gatal, kudis, demam digigit serangga atau binatang berbisa, kencing manis, radang usus buntu, tifus, kaki bengkak.

Sekilas tentang kulit

Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.
Sekilas tentang gatal

Gatal (dikenal juga sebagai pruritus) adalah suatu sensasi yang menimbulkan keinginan atau refleks menggaruk. Terjadi perdebatan apakan gatal dapat diklasifikasikan sebagai salah satu jenis pengalaman sensoris. Ilmu pengetahuan modern telah menunjukkan bahwa gatal memiliki banyak kesamaan dengan rasa nyeri, dan keduanya merupakan pengalaman sensorik yang tidak menyenangkan, tetapi memiliki pola perilaku respons yang berbeda.

Rasa nyeri menyebabkan refleks menarik diri, sedangkan gatal mengarah ke refleks menggaruk. Serabut saraf tak bermielin untuk sensasi gatal dan nyeri sama-sama berasal dari kulit; namun, informasi yang mereka sampaikan terpusat di dua sistem berbeda. Beberapa penyebab terjadinya gatal seperti:

  1. Infeksi (larva, virus, gigitan serangga, parasit, scabies, tungau, kutu, dll)

  2. Faktor lingkungan dan alergi (alergi bahan kimia, alergi makanan, urtikaria, hipersensitif obat, reaksi karena efek panas sinar matahari, dll).

  3. Penyakit (diabetes, anemia, jaundice, hiperparatiroidisme, dll).