Perubahan Pola Makan dapat Membantu Mengurangi Risiko Depresi

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Kejiwaan > Perubahan Pola Makan dapat Membantu Mengurangi Risiko Depresi

Penelitian terbaru menemukan bukti bahwa perubahan pola makan sangat baik untuk otak dan tubuh. Komposisi makanan yang banyak mengandung buah, sayur, dan biji-bijian dapat membantu menurunkan risiko depresi.

Orang yang mengalami depresi biasanya akan memiliki perasaan putus asa, sedih, dan sensitif sehingga mereka akan kehilangan ketertarikan untuk bersosialisasi, kesulitan dalam beraktivitas, kesulitan tidur, bahkan mempunyai pikiran untuk bunuh diri. Orang yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat depresi, traumatik, stres, dan penyakit fisik, mereka termasuk dalam kelompok yang memiliki risiko tinggi untuk depresi. Namun berdasarkan penelitian terbaru, merubah pola dan konsumsi makan akan membantu mengurangi risiko itu.

Hasil penelitian dari 964 orang yang berusia rata-rata 81 tahun, risiko depresinya menurun sekira 11 persen karena melakukan perubahan pola makan dengan melakukan berbagai macam cara diet, salah satunya adalah melakukan diet DASH.

Pola makan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yaitu pola makan yang banyak mengandung buah, sayur, dan biji-bijian, dan mengurangi gula dan lemak jenuh. Diet DASH terbukti ampuh menurunkan tekanan darah.

Sementara itu, diet Western diketahui memiliki efek yang kurang baik karena masih memiliki kandungan lemak jenuh yang relatif tinggi, komposisi buah, sayuran dan biji-bijiannya dirasa juga kurang, sehingga cenderung akan meperbesar risiko depresi. menurut Dr. laurel Cherian dari Rush University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat, diet DASH adalah yang terbaik dan dmbahkan lagi olehnya bahwa  penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan komponen nutrisi terbaik dari diet DASH untuk mencegah depresi di kemudian hari dan untuk membantu orang menjaga otak mereka tetap sehat dan terhindar dari depresi.


Sumber:

The diet that could reduce the risk of depression. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321010.php. Diakses 26 Februari 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *