Penyebab TRANSVERSE MIELITIS

Transverse mielitis dapat disebabkan oleh infeksi yang tidak secara langsung mempengaruhi tulang belakang atau gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Dapat juga merupakan sebagai suatu gejala gangguan mielin lainnya, seperti multiple sclerosis.

Peradangan merupakan respon sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit atau cedera yang normal. Tapi kadang-kadang sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, sebuah peristiwa yang dikenal sebagai fenomena autoimun.

Alasan yang tepat terjadinya gangguan sistem kekebalan tubuh pada transerve mielitis tidak diketahui. Namun, ada sejumlah kondisi yang memicu atau berperan dalam gangguan ini, yaitu;

  1. Infeksi virus pada saluran pernafasan atau saluran pencernaan. Dalam kebanyakan kasus, gangguan inflamasi muncul setelah seseorang telah pulih dari infeksi virus.
  2. Pneumonia mycoplasma, yaitu pneumonia ringan yang disebabkan oleh bakteri.
  3. Multiple sclerosis, adalah gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menghancurkan saraf mielin di sumsum tulang belakang dan otak. Transerve mielitis mungkin merupakan tanda pertama munculnya multiple sclerosis. Transerve mielitis yang terjadi sebagai tanda multiple sclerosis biasanya mempengaruhi satu sisi tubuh saja.
  4. Neuromyelitis Optica (penyakit Devic) adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan dan hilangnya mielin di sekitar sumsum tulang belakang dan saraf optik, saraf di mata yang mengirimkan informasi ke otak.

Tanda dan gejalanya biasanya mempengaruhi kedua sisi tubuh. Kerusakan myelin pada saraf optik menyebabkan nyeri di mata dan kehilangan penglihatan sementara. Namun, beberapa pasien neuromyelitis optica tidak mengalami gangguan pada matanya dan hanya memiliki gejala transerve mielitis.

Gangguan autoimun yang mempengaruhi sistem tubuh dan bertanggung jawab atas perkembangan transerve mielitis yaitu: Lupus yang mempengaruhi beberapa sistem tubuh, dan sindrom Sjogren yang menyebabkan kekeringan parah pada mulut dan mata.

Vaksinasi untuk penyakit menular, seperti hepatitis B, campak-gondong-rubela, dan vaksin difteri-tetanus, jarang diidentifikasi sebagai pemicu penyakit ini.

Artikel Lain Tentang Penyakit :

Pembaca Artikel di Atas Juga Membaca: