Penyebab BAB berdarah dan cara mencegahnya

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Pencernaan > Penyebab BAB berdarah dan cara mencegahnya

BAB (Buang Air Besar) berdarah merupakan suatu kejadian di mana adanya darah pada feses atau tinja ketika BAB. BAB berdarah ini bisa menjadi hal yang serius, namun tidak semua BAB berdarah memiliki bahaya yang besar. Maka penting untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab BAB berdarah ini.

BAB berdarah ditandai dengan terdapatnya darah dalam feses/tinja yang menandakan bahwa terjadi perdarahan di suatu tempat pada saluran pencernaan. Terkadang intensitas darah sangat kecil sehingga hanya bisa dideteksi menggunakan occult blood test (tes untuk memeriksa darah yang tersembunyi dalam tinja). Terkadang darah terlihat jelas pada feses dengan warna terang. Jika perdarahan terjadi saluran pencernaan bagian atas maka akan membuat tinja berwarna kehitaman. Sehingga perlu diwaspadai feses yang berwarna hitam bisa disebabkan karena adanya darah pada feses itu.

Apa saja yang menjadi penyebab BAB berdarah?

Beberapa hal yang bisa menyebabkan BAB berdarah seperti:

1. Penyakit wasir/ambeien

Wasir merupakan penyebab buang air besar berdarah yang paling sering dijumpai dengan ciri-ciri darah berwarna merah terang yang akan menetes saat atau sesudah feses keluar dan terkadang keluar tonjolan dari dalam anus yang ketika BAB dan pada beberapa kasus tonjolan itu akan masuk sendiri sesudah feses keluar. Namun ada juga yang harus didorong untuk masuk. Yang lebih parah adalah tonjolan itu terlalu besar dan keluar sendiri, tidak bisa masuk walaupun di dorong. Wasir akan sangat menyakitkan.

2. Penyakit divertikular

Divertikula adalah kantong kecil sebagai proyeksi dari dinding usus besar. Biasanya divertikula tidak menimbulkan masalah, tapi terkadang bisa keluar darah atau terkena infeksi sehingga menyebabkan buang air besar berdarah.

3. Anal fissure

Anal fissure adalah sebuah luka atau robekan pada jaringan yang melapisi anus mirip dengan retakan yang terjadi pada bibir pecah-pecah atau potongan kertas yang akibatnya dapat menimbulkan BAB berdarah. Fisura sering disebabkan karena feses yang besar dan keras. Anal fissure ini bisa sangat menyakitkan.

4. Kolitis

Kolitis atau radang usus besar. merupakan suatu infeksi atau penyakit radang usus (inflammatory bowel disease). Ini juga bisa menyebabkan saat BAB disertai darah.

5. Angiodisplasia

Angiodisplasia merupakan suatu kondisi di mana pembuluh darah menjadi tidak normal dan rapuh, menyebabkan perdarahan saat buang air besar.

6. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang terbuka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari, ujung atas dari usus kecil. Tukak lambung kebanyakan disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Konsumsi obat anti-inflamasi seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen dalam jangka lama atau dosis tinggi juga dapat menyebabkan tukak lambung yang menyebabkan BAB bercampur darah.

7. Polip atau kanker

Polip adalah tumor jinak yang dapat tumbuh, berdarah, dan menjadi kanker. Kanker kolorektal merupakan kanker ketiga yang paling sering terjadi di Amerika Serikat, dan sering menyebabkan perdarahan yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

8. Masalah pada esofagus (kerongkongan)

Varises yang terjadi pada kerongkongan atau adanya robekan di kerongkongan bisa menyebabkan kehilangan darah.


Dari berbagai penyebab di atas, jika Anda tidak tahu apa yang menjadi penyebab BAB Anda mengelurkan darah maka sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter untuk diketahui penyebab pastinya sehingga dapat diberikan terapi pengobatan yang tepat. 

Mungkin dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani suatu tes untuk menentukan penyebab perdarahan. Bisa saja orang yang menderita BAB berdarah tidak sadar kalau pada fesesnya terdapat darah karena intensitasnya yang sangat kecil. Mungkin saja darah itu berasal dari sumber yang sangat serius. Waspada jika Anda mengalami sakit perut, muntah, lemah, sesak napas, diare, palpitasi, pingsan. Kondisi-kondisi itu akan bergantung pada seberapa besar atau parahnya perdarahan yang terjadi.

Beberapa tindakan yang kemungkinan dilakukan dokter untuk menghentikan BAB berdarah seperti endoskopi digunakan untuk menyuntikkan bahan kimia ke lokasi perdarahan, menghentikan perdarahan dengan arus listrik atau laser, atau menggunakan sebuah band atau klip untuk menutup sumber perdarahan.

Jika endoskopi tidak dapat mengendalikan terjadinya perdarahan, dokter mungkin akan menggunakan angiografi untuk melakukan suntikan obat ke dalam pembuluh darah untuk mengendalikan perdarahan. Selain upaya menghentikan perdarahan dokter akan mencari lebih dalam lagi sumber dari perdarahan itu.

Pengobatan yang dilakukan bisa bermacam-macam tergantung pada penyebabnya. Jika terjadi radang usus maka kemungkinan diberikan antibiotik untuk mengobati infeksi H. pylori atau obat anti peradangan. Bisa juga dilakukan operasi untuk menghilangkan polip atau bagian-bagian dari usus yang rusak akibat kanker, diverticulitis, atau penyakit radang usus. Pada kasus wasir bisa juga dilakukan pembedahan jika sudah mencapai stadium tinggi.

Bagaimana cara mencegah BAB berdarah?

Ada beberapa cara untuk mencegah BAB berdarah seperti:

  • Kurangi makan pedas, bersantan, jeroan, dan gorengan;
  • Makan-makanan yang mengandung banyak serat;
  • Jangan terlalu lama duduk;
  • Banyak minum;
  • Tidak terlalu keras saat ngeden saat BAB.

Semoga dengan mengetahui hal-hal di atas, kita dapat terhindar dari BAB berdarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *