Pengobatan RESPIRATORY SYNCYTIAL VIRUS (RSV)

1. Terapi suportif

Dokter mungkin akan merekomendasikan obat yang dijual bebas seperti asetaminofen (Tylenol, dll) atau ibuprofen (Advil, Motrin, dll) untuk mengurangi demam. Dokter mungkin juga akan meresepkan antibiotik jika ada komplikasi bakteri, seperti pneumonia bakteri.

Jika tidak diberikan obat untuk mengurangi demam dan antibiotik, dapat juga dengan menjaga kondisi tubuh senyaman mungkin. Memberikan banyak cairan dan memperhatikan asupan makanan, serta memantau tanda-tanda dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi tersebut seperti mulut kering, jarang buang air kecil, mata cekung, dll.

2. Perawatan rumah sakit

Pada perawatan infeksi virus ARV yang parah, di rumah sakit biasanya diberikan infus intravena dan oksigen. Dalam beberapa kasus yang parah, bronkodilator untuk nebulasi seperti albuterol (Proventil, Ventolin) dapat digunakan untuk melegakan pernapasan.

Dapat dilakukan nebulasi (pemberian obat melalui pernapasan dalam bentuk kabut halus) dengan ribavirin yang merupakan agen antivirus. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan suntikan epinephrine atau bentuk lain dari epinephrine yang dapat diinhalasi (dihirup) melalui nebulizer (racemic epinephrine) untuk meredakan gejala infeksi RSV.

Artikel Lain Tentang Penyakit :

Pembaca Artikel di Atas Juga Membaca: