Obat Malaria Dapat Membantu Mengobati Kanker dan Tumor

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Kanker & Tumor > Obat Malaria Dapat Membantu Mengobati Kanker dan Tumor

Chloroquine (CQ) dan hydroxychloroquine (HCQ) merupakan obat yang digunakan untuk mengobati malaria tapi berdasarkan penelitian terbaru, obat tersebut kemungkinan dapat digunakan untuk mengobati kanker.

Sekira 190 penelitian telah dilakukan untuk mengetahui bagaimana chloroquine (CQ) dan hydroxychloroquine (HCQ) berefek pada sel kanker. Chloroquine (CQ) dan hydroxychloroquine (HCQ) selain digunakan untuk mengobati malaria, digunakan juga untuk mengobati lupus dan rheumatoid arthritis. Menurut peneliti kedua obat tersebut juga bisa digunakan sebagai antikanker.

Seperti dilansir dari laman medicalnewstoday, Senin (27 November 2017), salah satu anggota tim yang juga penulis penelitian tersebut Ciska Verbaanderd dari Universitas Leuven di Belgia mengungkapkan bukti bahwa penggunaan chloroquine (CQ) dan hydroxychloroquine (HCQ) efektif untuk mengobati beberapa jenis kanker termasuk glioblastoma (kanker otak yang mematikan), kanker paru-paru dan kanker pankreas. Kebanyakan penelitian melaporkan bahwa obat ini dikombinasikan dengan terapi kanker lainnya terbukti meningkatkan efikasi yang lebih baik dibandingkan jika hanya dengan monoterapi menggunakan obat antikanker yang sudah ada. Diungkapkan juga bahwa kedua obat tersebut diindikasikan aman dan dapat ditoleransi sebagai obat terapi antikanker, meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa hydroxychloroquine (HCQ) dapat menimbulkan sedikit efek samping.

Menurut peneliti, chloroquine (CQ) dan hydroxychloroquine (HCQ) bekerja sebagai antikanker dengan cara mengambat atau menghalangi autophagy yaitu proses dimana sel memakan komponen yang rusak atau yang tidak perlu pada diri mereka sendiri. “Sifat autofagik mirip seperti daur ulang nutrisi yang dapat mendukung kelangsungan hidup sel kanker,” ungkap peneliti. “Selain itu regulator kunci atau regulator utama dari pertumbuhan sel dapat terdegradasi dan respon kerusakan DNA dapat ditekan melalui peningkatan autophagy, oleh karena itu, penghambatan autophagy bisa menjadi strategi antikanker yang menarik karena sel kanker bergantung pada autophagy untuk bisa hidup”, tambahnya.

Selain itu pada penelitian juga ditemukan bahwa chloroquine (CQ) dan hydroxychloroquine (HCQ) juga mampu memblokir jalur sinyal CXCL12/CXCR4 yang berhubungan dengan perkembangan kanker. Ditambahkan lagi bahwa penggunaan chloroquine (CQ) dapat menyetabilkan protein p53 yang diketahui sebagai tumor suppressor yang akan membantu menormalisasikan disfungsi pembuluh darah pada tumor.

Keuntungan dengan normalnya pembuluh darah akan menurunkan hipoksia tumor, mengurangi intravasasi dan metastasis sel kanker, serta meningkatkan respon obat kemoterapi.

Secara keseluruhan, Verbaanderd dan timnya percaya bahwa penelitian mereka telah menemukan manfaat potensial dari penggunaan chloroquine (CQ) dan hydroxychloroquine (HCQ) untuk pengobatan kanker serta mekanisme dibalik sifat antikanker pada kedua obat tersebut.

Hasil dari penelitian kami mempercayai bahwa obat antimalaria tersebut secara signifikan dapat bermanfaat secara klinis bagi pasien kanker, khususnya pada kombinasi dengan terapi antikanker stAndar. Diperlukan konfirmasi melalui hasil klinis tambahan”, kata Verbaanderd.

Tim peneliti mencatat bahwa saat ini ada 30 percobaan klinis untuk menginvestigasi efek chloroquine (CQ) dan hydroxychloroquine (HCQ) pada berbagai variasi tipe kanker. Menurut mereka percobaan ini harus berfokus pada keefektifan obat-obatan ini, termasuk dosis dan metode pemberian yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *