Obat Hipertensi Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Kulit?

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Kanker & Tumor > Obat Hipertensi Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Kulit?

Tim peneliti yang dipimpin oleh Anton Pottegård, profesor farmakologi klinis di University of Southern Denmark melakukan penelitian perihal hubungan antara penggunaan obat penurun tekanan darah hydrochlorothiazide (HCTZ) dengan risiko kanker kulit non-melanoma.

Sebagaimana sudah diketahui bersama bahwa hydrochlorothiazide (HCTZ) merupakan obat diuretik yang banyak digunakan untuk mengobati retensi air dan tekanan darah tinggi. Faktanya berdasarkan beberapa studi, obat tersebut merupakan obat yang sangat umum digunakan sebagai antihipertensi di seluruh dunia.

Alasan yang mendorong ilmuwan untuk melakukan studi ini adalah bahwa dulu obat tersebut diyakini menyebabkan terjadinya peningkatan risiko kanker bibir dan berdasarkan studi yang dilakukan oleh Pottegård dkk, setidaknya 11 persen kasus kanker bibir berhubungan dengan obat tersebut. Alasan lainnya adalah Hydrochlorothiazide (HCTZ) diketahui menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif untuk mengalami kerusakan akibat paparan sinar UV (ultraviolet) Matahari.

Peningkatan Risiko Kanker Kulit

Dengan menggunakan database nasional, Pottegård dkk meniliti penggunaan hydrochlorothiazide (HCTZ) pada lebih dari 80 ribu pasien yang didiagnosa mengalami kanker kulit non melanoma dan membandingkannya dengan 1,5 juta orang yang tidak terdiagnosa. Sebagai tambahan, peneliti juga mempertimbangkan penggunaan obat antihipertensi lainnya.

Dari penelitian tersebut didapati bahwa yang yang menggunakan hydrochlorothiazide (HCTZ), tujuh kali lebih tinggi mengalami kanker kulit. Secara lebih spesifik, obat antihipertensi meningkatkan risiko terjadinya squamous cell carcinoma dan basal cell carcinoma, suatu bentuk kanker kulit. Sementara itu tidak satupun obat antihipertensi lain yang diteliti mengakibatkan hal yang serupa.

“Kami tahu bahwa hydrochlorothiazide membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar UV Matahari, tapi yang baru dan juga mengejutkan adalah penggunaan obat tekanan darah jangka panjang ini menyebabkan peningkatan risiko kanker kulit yang signifikan,” kata Pottegård.

Disarankan Memilih Obat Antihipertensi Lainnya

Dr. Armand B. Cognetta Jr., kepala divisi dermatologi di Florida State University di Tallahassee sekaligus sebagai salah satu peneliti studi ini mengatakan bahwa “Kami telah melihat dan mengikuti banyak pasien dengan kanker kulit yang berbeda dimana satu-satunya faktor risiko selain terpapar sinar matahari tampaknya adalah akibat hidroklorotiazida.”

“Studi yang dilakukan oleh Pottegård dan rekan-rekannya akan memiliki dampak yang besar terhadap pencegahan kanker kulit dan kesehatan masyarakat di seluruh dunia,” kata Dr. Cognetta.

Namun, Pottegård memperingatkan untuk tidak menghentikan sama sekali penggunaan HCTZ sebagai hasil studinya, dengan mengatakan, “Risiko kanker kulit harus tetap dipertimbangkan namun faktanya bahwa hydrochlorothiazide adalah perawatan yang efektif dan aman bagi kebanyakan pasien.”

“Namun demikian,” lanjutnya, “hasil penelitian kami harus mengarah pada pertimbangan ulang mengenai penggunaan hydrochlorothiazide. Mudah-mudahan, dengan penelitian ini, kami dapat berkontribusi untuk memastikan penanganan tekanan darah tinggi yang lebih aman di masa depan.”

Menurut Pottegård, sebagai pasien, Anda tidak boleh menghentikan pengobatan dengan obat tersebut tanpa berkonsultasi dahulu dengan dokter. Jika saat ini Anda diterapi menggunakan hydrochlorothiazide (HCTZ), maka akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan alternatif obat lainnya.


Daftar Pustaka:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/320270.php

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *