Mengenal Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease)

Hand-foot-and-mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut merupakan penyakit infeksi virus akut yang paling sering disebabkan oleh coxsackievirus A16 (CVA 16) dan enterovirus 71 (EV71), bersifat self-limiting. HFMD biasanya ditandai dengan vesikel di telapak tangan, telapak kaki, dan mukosa oral, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sulit menelan.

Penyakit ini juga sering disebut sebagai penyakit “flu Singapura”, diduga karena pada tahun 2000 penyakit ini mewabah di Singapura yang menyebabkan beberapa anak meninggal dunia. Pemerintah Singapura saat itu juga menganjurkan ditutupnya restoran siap saji, kolam renang, dan tempat bermain anak-anak untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Distribusi penyebaran penyakit ini di seluruh dunia dan sering menimbulkan wabah. HFMD paling sering mengenai anak-anak usia di bawah 10 tahun, jarang menyerang orang dewasa. Penyakit ini lebih sering di musim panas dan gugur, sedangkan di daerah tropis terjadi sepanjang tahun. Epidemi terbesar dilaporkan di Taiwan pada tahun 1998, menyebabkan 120.000 orang terinfeksi serta 78 kematian.

Berdasarkan data CDC (Centers for Disease Control and Prevention), pada tahun 1997-1998 dilaporkan wabah terbesar HFMD di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Sejak tahun 1997, wabah HFMD dengan komplikasi neurologi serta tingkat keparahan berat dilaporkan terjadi di Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, dan berbagai negara Asia Pasifik lainnya. HFMD masih menjadi masalah kesehatan penting di Singapura dengan angka kejadian per 100.000 populasi meningkat dari 125,5 pada tahun 2001 menjadi 435,9 pada tahun 2007.

Beberapa negara di sekitar Indonesia selain Singapura, yaitu Australia, Brunei, Malaysia, dan Vietnam juga melaporkan wabah HFMD ini. Di Indonesia, penyakit HFMD masih belum mendapat perhatian besar karena umumnya bersifat self-limiting, sehingga tidak ada data epidemiologi yang memadai. Dari 48 kasus HFMD yang diterima laboratorium Virologi Pusat BTDK, Badan Litbang Jakarta, 26 kasus (54%) disebabkan oleh enterovirus, 3 di antaranya EV-71 (6,25%).

Meskipun biasanya bersifat ringan dan self-limiting, HFMD dapat menyebabkan komplikasi berat pada anak, seperti meningitis, ensefalitis, serta edema pulmonum yang dapat berakhir dengan kematian, berkaitan dengan enterovirus 71 (EV 71) sebagai salah satu penyebab. HFMD juga sangat menular dan belum ditemukan vaksin ataupun pengobatan antivirus yang efektif untuk penyakit ini. Gambaran klinis penyakit ini penting diketahui oleh kalangan medis dan masyarakat agar dapat mencegah penularan dan komplikasi berat.

Source: CDK-246/ vol. 43 no. 11 th. 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *