Konsumsi Vitamin C Terbukti Mampu Kurangi Efek Negatif MSG

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Info > Konsumsi Vitamin C Terbukti Mampu Kurangi Efek Negatif MSG

Monosodium glutamate (MSG) sering kali digunakan sebagai penyedap rasa. Glutamate digunakan sebagai bahan aditif makanan untuk meningkatkan “rasa daging” dan memberi rasa khusus yang disebut “umami”.

Keamanan penggunaan MSG masih menjadi kontroversi. Badan regulasi seperti FDA (Food and Drug Administration), WHO (World Health Organization), dan EC (European Comission) masih menempatkan MSG tidak berbahaya bagi kesehatan, walaupun telah banyak laporan yang menyatakan sebalik nya. Pada orang tertentu, mengonsumsi makanan yang mengandung MSG menyebabkan perasaan terbakar pada wajah dan nyeri pada dada. Gejala ini dikenal dengan Chinese restaurant syndrome. Khusus pada organ hepar, banyak laporan yang menunjukkan MSG berefek toksik.

Dalam suatu penelitian, pemberian MSG pada dosis 16 g/kgBB pada tikus dewasa selama 14 hari berturut-turut dapat meng- hambat perkembangan sel-sel hati. Pada dosis 32 g/kgBB selama 14 hari dapat merangsang efek parasimpatik dan menyebabkan dilatasi vena sentral, lisis eritrosit, dan kerusakan hepatosit secara akut. Pemberian MSG pada dosis 4 hingga 8 mg/gBB pada mencit jantan se cara subkutan selama 6 hari dapat meningkatkan peroksidasi lipid dalam mikrosom-mikrosom hepar.

Hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi MSG dosis tinggi dapat menyebabkan injuri hati. Salah satu mekanisme toksisitas MSG adalah dengan menyebabkan stres oksidatif yang mengakibatkan terjadinya peroksidasi lipid. Sebelumnya, telah dilaporkan bahwa pemberian vitamin C secara oral telah dilaporkan dapat memulihkan efek senyawa radikal bebas, dan suplemen vitamin C dapat membantu mengurangi efek samping dari MSG.

Setidaknya, suatu studi yang dipublikasikan dalam Experimental and Toxicologic Pathology menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin C dapat menurunkan injuri hati yang disebabkan oleh MSG. Studi tersebut dilakukan oleh Ayman El, dkk. dari Genetic Engineering and Biotecnology Research Institute Minufiya University di Mesir. Mereka memberikan tikus diet dengan garam atau sodium chloride 0,9% (kelompok 1), diet MSG 6 mg/gBB (kelompok 2), dan diet MSG 6 mg/gBB dan vitamin C dengan dosis 500 mg/kgBB (kelompok 3), selama 45 hari. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan bermakna dengan suplemen vitamin C, meliputi dilatasi vena sentral, distorsi sitoarsitektur berat dari hepatosit, penurunan karbohidrat dan protein yang nyata, sitoplasma bervakuolisasi, pembengkakan mitokondria, vesikulasi retikulum endoplasma kasar dengan nukleus piknotik, dan variasi bermakna dalam ekspresi protein ki-67 da p53. Hasil studi ini menunjukkan adanya perbaikan dalam arsitektur patologi dari hati setelah terapi dengan vitamin C. Data tersebut menunjukkan efek perbaikan dari vitamin C terhadap injuri hati yang di sebabkan oleh MSG.

Referensi:

  1. El-Meghawry El-Kenawy A, Osman HE, Daghestani MH. The effect of vitamin C administration on monosodium glutamate induced liver injury. An experimental study. Exp Toxicol Pathol.
    2013; 65(5): 513-21. doi: 10.1016/j.etp.2012.02.007.
  2. Pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap gambaran histologis hepar mencit (Mus musculus l.) yang dipajankan monosodium glutamat (MSG) [Internet]. [cited 2015 July 14].
    Available from: http://jurnal.usu.ac.id/index.php/sbiologi/article/view/1277/663
  3. Downs J. Vitamin C reduces the liver injury induced by MSG [Internet]. 2012 [cited 2015 July 14]. Available from: http://www.foodconsumer.org/newsite/ Nutrition/ Vitamins/ vitamin_c_
    liver_injury_msg_1018121049.html?print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *