HERPES GENITALIS

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Reproduksi > HERPES GENITALIS


Herpes genitalis adalah suatu penyakit menular 5eksual di daerah kelamin, di sekeliling rektum atau di daerah sekitarnya yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Gejala

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus herpes simpleks (baik HSV-1 maupun HSV-2) mengalami gejala-gejala yang sangat ringan atau bahkan tidak bergejala, sehingga biasanya mereka tidak menyadari atau keliru menyadari akan gangguan yang ada.

Ketika gejala herpes genital muncul, terdapat satu atau lebih lepuhan di genitalia atau sekitarnya, di rektum, atau di mulut. Lepuhan biasanya muncul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi. Lepuhan ini kemudian pecah dan membentuk luka yang terasa nyeri. Luka akan membaik dalam waktu sekitar 2-4 minggu, tetapi bisa meninggalkan jaringan parut.

Pada pria, lepuhan dan luka bisa terbentuk di setiap bagian pen1s, termasuk kulit bagian depan pen1s yang tidak disunat. Pada wanita, lepuhan dan luka bisa terbentuk di vulva dan leher rahim. Jika penderita melakukan hubungan 5eksual melalui anus, maka lepuhan dan luka bisa terbentuk di sekitar anus atau di dalam rektum.

Pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita infeksi HIV), luka herpes bisa sangat berat, menyebar ke bagian tubuh lainnya, menetap selama beberapa minggu atau lebih dan resisten terhadap pengobatan dengan asiklovir.

Saat pertama kali seseorang mengalami serangan herpes genital, dapat juga ditemukan adanya gejala-gejala seperti flu, misalnya demam, sakit di badan, dan pembesaran kelenjar. Kelenjar getah bening di selangkangan biasanya agak membesar. Gejala-gejala awal ini sifatnya lebih lama, lebih luas, dan lebih nyeri dibandingkan gejala-gejala pada serangan ulang berikutnya.

Serangan herpes genital ulang sering terjadi, terutama pada tahun pertama infeksi. Gejala-gejala dari serangan ulang biasanya lebih singkat dan tidak seberat serangan herpes genital pertama. Gejala-gejala ini cenderung kambuh kembali di daerah yang sama atau di sekitarnya karena virus menetap di saraf dan bisa aktif kembali untuk menginfeksi. HSV-2 mengalami pengaktifan kembali pada saraf panggul. HSV-1 mengalami pengaktifan kembali pada saraf wajah. Infeksi awal oleh salah satu virus akan memberikan kekebalan parsial terhadap virus lainnya, sehingga gejala dari infeksi virus kedua tidak terlalu berat. Meskipun infeksi bisa tetap berada di dalam tubuh, frekuensi serangan cenderung menurun setelah bertahun-tahun kemudian.

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Untuk memperkuat diagnosa, dapat diambil apusan luka dan dibiakkan di laboratorium. Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi terhadap virus.

Penyebab & Faktor Risiko

Herpes genital mengenai kulit atau membran mukosa genital (kelamin). Infeksi ini disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Virus ini menyebar dari satu orang ke orang lain melalui hubungan 5eksual.

Terdapat 2 jenis virus herpes simpleks yaitu HSV-1 dan HSV-2.

HSV-1 biasanya mengenai mulut dan bibir. Infeksi ini menyebabkan timbulnya lepuhan-lepuhan kecil yang berkelompok di sekitar bibir (cold sore atau disebut juga fever blister). Setelah lepuhan pecah, terbentuk luka dengan krusta di atasnya. Luka ini biasanya akan sembuh dalam waktu 2 minggu. HSV-1 juga dapat menyebar dari mulut ke genital melalui hubungan 5eks oral.

HSV-2 paling sering menyebabkan herpes genital. HSV-2 biasanya ditularkan melalui hubungan 5eksual.

Kedua jenis virus herpes simpleks bisa menginfeksi genital, kulit di sekeliling rektum atau tangan (terutama bantalan kuku). Selain itu juga bisa ditularkan ke bagian tubuh lainnya, seperti mata.

Luka herpes biasanya tidak terinfeksi oleh bakteri, tetapi beberapa penderita juga memiliki organisme lain pada luka tersebut yang ditularkan secara 5eksual (misalnya sifilis atau cangkroid).

Seseorang dapat terinfeksi herpes jika kulit, vagin4, pen1s, atau mulut mengalami kontak dengan seseorang yang terkena herpes. Infeksi herpes sangat mungkin terjadi jika seseorang mengalami kontak dengan kulit yang terdapat luka, lepuhan, atau ruam herpes. Namun, virus herpes tetap dapat menular meskipun tidak terdapat luka atau gejala-gejala lain yang muncul. Terkadang, seseorang bahkan tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi.

Infeksi HSV-2 lebih sering terjadi pada wanita dibanding pada pria.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan herpes genitalis, tetapi pengobatan bisa memperpendek lamanya serangan. Pengobatan akan efektif jika dimulai sedini mungkin, biasanya 2 hari setelah timbulnya gejala.

Asiklovir atau obat anti-virus lainnya bisa diberikan dalam bentuk sediaan oral atau krim untuk dioleskan langsung ke luka herpes. Obat ini mengurangi jumlah virus yang hidup di dalam luka sehingga mengurangi resiko penularan. Obat ini juga bisa meringankan gejala pada fase awal. Tetapi pengobatan dini pada serangan pertama tidak dapat mencegah kambuhnya penyakit ini.

Pencegahan

Cara-cara untuk mencegah herpes genital adalah sama dengan cara-cara untuk mencegah penyakit menular 5eksual lainnya. Kuncinya adalah menghindari infeksi HSV yang sangat menular pada waktu lesi ada, yaitu dengan menjauhkan diri dari aktivitas 5eksual atau membatasi hubungan 5eksual dengan orang yang terinfeksi. Selain itu dapat dilakukan:

*Gunakan kondom lateks selama dan setiap kontak 5eksual *Tidak berganti-ganti pasangan 5eksual *Hindari hubungan 5eksual jika pasangan terkena herpes di daerah genital atau di mana pun

Komunikasi terbuka dengan pasangan Anda atau calon pasangan adalah penting.

Jika Anda hamil, pastikan untuk memberitahu dokter Anda bahwa Anda terinfeksi HSV atau, jika Anda tidak yakin, mintalah untuk diuji untuk HSV. Perhatikan tAnda-tAnda dan gejala HSV selama kehamilan. Dokter mungkin menyarankan agar Anda mulai memakai obat antivirus herpes pada masa kehamilan untuk mencoba mencegah terjadinya kekambuhan saat melahirkan. Jika Anda mengalami kekambuhan ketika Anda akan melahirkan, dokter mungkin akan menyarankan operasi caesar untuk mengurangi risiko penularan virus ke bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *