Halitosis (Bau Mulut Tak Sedap)

FARMASI-ID.COM > Penyakit | Farmasi-id.com > Penyakit > Gigi & Mulut > Halitosis (Bau Mulut Tak Sedap)

By | 10/02/2015

Bau mulut tak sedap atau halitosis bisa menyebabkan seseorang tidak percaya diri dan merasa cemas ketika berinteraksi dengan orang lain. Saat ini begitu banyak produk yang dijual untuk menghilangkan bau mulut tak sedap mulai dari obat kumur, mints, permen karet, dan lainya. Namun sejauh ini, produk yang tersedia di pasaran tidak memberikan efek yang berkepanjangan dalam menjaga mulut tetap segar, wangi dan bersih.

Kondisi kesehatan, makanan ,serta kebiasaan tertentu dapat menjadi penyebab dari bau mulut tak sedap. Di kebanyakan kasus, Anda bisa menghilangkan bau mulut tak sedap dengan menjaga kebersihan gigi Anda. Apabila teknik yang sederhana seperti membersihkan gigi tidak menyelesaikan masalah, ada baiknya apabila Anda menemui dokter atau dokter gigi untuk memastikan tidak ada masalah medis yang serius yang menyebabkan bau mulut tak sedap.

Gejala

Tingkat kepelikan bau mulut tak sedap tergantung dari pemicunya. Banyak orang terlalu mengkhawatirkan mengenai bau mulut tak sedap meskipun sebenarnya tidak ada masalah yang begitu signifikan menyangkut kebersihan mulut mereka, namun ada juga orang – orang yang memiliki bau mulut tak sedap dan tidak menyadari hal tersebut. Tentunya sulit bagi Anda untuk menilai bau mulut Anda sendiri, oleh karena itu Anda dapat menanyakan kepada teman, keluarga, atau orang terdekat mengenai bau mulut yang Anda miliki.

Penyebab & Faktor Risiko

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menderita bau mulut yang tak sedap:

  • Makanan. Pemecahan partikel makan di dalam dan sekitar gigi Anda dapat menyebabkan bau mulut yang tak sedap.  Memakan makanan yang berminyak juga dapat menjadi salah satu penyebab bau mulut tak sedap. Sejumlah bahan makanan yang dikenal sebagai penyebab bau mulut tak sedap ialah bawang dan bawah putih, namun sejumlah sayuran dan bumbu juga dapat menjadi faktor dari bau mulut tak sedap. Setelah makanan dicerna dan minyak makanan yang terkandung dalam makanan terserap di aliran darah yang mengalir ke paru – paru dan berujung pada bau mulut yang tak sedap, bau mulut yang tak sedap akan hilang apabila Anda makanan yang tercerna sudah dikeluarkan melalui proses pembuangan.
  • Masalah dengan gigi. Tingkat kebersihan gigi dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap bau mulut yang tidak sedap. Apabila Anda tidak menyikat dan membersihkan gigi Anda setiap hari, partikel makanan akan tertinggal di dalam mulut dan membawa bakteri yang dapat menghasilkan zat kimiawi seperti hidgrogen sulfida – komponen kimiawi yang menyebabkan bau yang khas pada telur busuk. Plak akan terjadi pada gigi dan apabila Anda tidak membersihkanya, maka plak dapat menyebakan iritasi pada gusi (gingivitis) dan menyebabkan gigi menjadi keropos dan busuk. Plak yang terbentuk dan berkembang di antara gigi dan gusi (periodontitis) dapat memperburuk kesehatan gigi dan membuat bau mulut Anda semakin tidak sedap. Ketidakseimbangan pada permukaan lidah juga dapat menyebabkan tertahan bakteri di mulut. Pemakaian gigi palsu yang tidak rutin dibersihkan atau gigi palsu tidak sesuai dengan rahang mulut dapat menyebabkan tertahanya bakteri dan partikel makan di mulut yang pastinya berujung pada memburuknya kesehatan gigi dan bau mulut.
  • Mulut yang kering. Air liur berfungsi untuk membersihkan mulut Anda, menghilangkan partikel – partikel makanan yang menyebabkan bau mulut yang tak sedap. Mulut yang kering atau dikenal sebagai xerostomia mereferensi pada penurunan produksi saliva dapat berujung pada bau mulut yang tak sedap. Mulut yang ekring biasanya terjadi ketika tidur, oleh karena itu ketika kita bangun bau mulut kita pun akan terasa tidak begitu sedap. Mulut akan semakin kering apabila Anda tidur dengan mulut yang terbuka. Konsumsi obat – obatan yang menyebabkan masalah pada fungsi kelenjar air liur juga dapat menjadi salah satu penyebab bau mulut yang tak sedap.
  • Penyakit. Setidaknya 10 persen dari kasus bau mulut yang tidak sedap disebabkan oleh faktor – faktor yang tidak datang dari mulut (extra-oral halitosis). Sebagai contoh, penyakit seperti kanker atau gangguan metabolisme, dapat menghasilkan zat kimiawi yang berujung pada bau mulut yang tidak sedap. Diabetes, gagal ginjal, atau penyakit liver dapat menyebabkan bau mulut yang asam atau amis. Diabtes yang tidak dikontrol dapat menyebabkan bau mulut yang tak sedap sebagai dampulak dari produksi zat kimiawi yang dikenal sebagai keto atau ketones. penyakit yang dikenal sebagai refluks gastro esofageal (PRGE) juga sering diasosikan dengan bau mulut yang tidak sedap. Ada juga sejumlah obat – yang biasanya dikonsumsi sebagai bagian dari perawatan untuk tekanan darah atau masalah kandung kemih – dapat menyebabkan kekeringan pada mulut sehingga secara tidak langsung mendorong terjadinya bau mulut yang tak sedap. Obat yang dikonsumsi juga dipecah dan dicerna oleh tubuh dan melepaskan zat kimiawi yang berpengaruh pada bau napas.
  • Kondisi mulut, hidung, dan tenggorokan. Penyebab lain dari bau nafas tak sedap ialah kondisi kesehatan pada hidung. Sebagai contoh, bau mulut sering diasosikan dengan infeksi sinus yang menyebabkan berkumpulnya lendir di rongga sinus, hidung, dan tenggorokan. Terkadang bau mulut yang tak sedap dapat terjadi dikarenakan infeksi pada sistem pernapasan. Kecacatan pada rongga hidung dan mulut, seperti bibir sumbing, menyediakan tempat bagi bakteri untuk berkembang biak sehingga berujung pada bau mulut yang tidak sedap. Bau mulut yang tak sedap juga dapat terjadi karena ada pembentukan batu kecil di tonsil. Batu – batu kecil yang dimaksud seringkali ditutupi oleh bakteri yang memproduksi zat kimiawi yang berbau asam. Pada anak kecil bau mulut juga dapat disebabkan karena ada bagian makanan yang tertumpuk di lubang hidung.
  • Produk yang mengandung tembakau. Merokok mengeringkan mulut Anda dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Perokok bukan hanya saja menderita bau mulut yang asam, namun mereka pun seringkali menderita penyakit yang berkaitan dengan mulut atau gigi.

Kapan Harus ke Dokter ?

Apabila Anda menyadari atau diberitahu bahwa Anda memiliki bau mulut tak sedap, maka Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengkaji dan menilai kebiasaan yang telah Anda terapkan untuk membersihkan gigi Anda. Anda juga dapat merubah gaya hidup Anda, seperti secara rutin membersihkan gigi dan lidah setelah makan, menggunakan benang gigi, dan meminum banyak air putih.

Apabila bau mulut tak sedap tidak kunjung hilang meskipun Anda telah melakukan perubahan pada gaya hidup dan kebiasaan Anda, maka ada baiknya Anda menemui dokter gigi. Apabila dokter gigi Anda melihat ada kondisi medis yang lebih serius yang menyebabkan bau mulut tak sedap, biasanya dokter gigi Anda akan merekomendasikan Anda untuk berkunjung ke dokter umum untuk menemukan penyebab dari bau mulut tak sedap.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Ikutilah beberapa langkah berikut untuk mencegah atau menghilangkan bau mulut yang tidak sedap : 

  • Sikat dan bersihkan gigi setelah makan. Sediakan selalu sikat gigi di tempat kerja agar Anda dapat menyikat gigi setelah makan. Pastikan menyikat gigi Anda setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah makan. Penggunaan odol anti bakteri telah terbukti mampulu untuk menjaga bau mulut tetap segar selama 12 jam ke depan. 
  • Bersihkan gigi dengan benang gigi setidaknya satu hari sekali. Membersihkan gigi dengan benang gigi membantu untuk menghilangkan partikel makanan dan plak yang ada dan berkembang di sela – sela gigi.
  • Sikatlah lidah. Penyikat lidah lebih efektif untuk menghilangkan bau sedap yang berasal dari lidah. Anda juga dapat menggunakan sikat gigi yang memiliki pembersih lidah di belakang kepala sikat gigi.
  • Bersihkan gigi palsu Anda. Apabila menggunakan gigi palsu, bersihkanlah setidaknya sekali dalam sehari atau sesuai dengan rekomendasi dokter gigi.
  • Minum banyak air putih. Untuk menjaga mulut dari kekeringan, minumlah air – bukan air kopi, minuman ringan, atau alkohol yang bisa menyebabkan mulut lebih kering. Mengunyah permen karet (direkomendasikan yang tidak banyak mengandung gula) atau mengisap permen (direkomendasikan yang tidak banyak mengandung gula) juga dapat menstimulasi air liur yang berfungsi untuk membersihkan partikel makan dan bakteri. Apabila memiliki kekeringan mulut yang kronis, maka dokter dapat merekomendasikan obat – obatan yang menstimulasi produksi saliva.
  • Ubahlah diet. Kurangi konsumsi alkohol dan kopi, serta hindari sejumlah makanan dan minuman yang dapat menyebabkan bau mulut yagn tidak sedap. Konsumsi makanan yang bernutrisi dapat membantu untuk menjaga bau mulut tetap segar.
  • Ganti sikat gigi. Anda direkomendasikan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga atau empat bulan sekali, pilihlah sikat gigi yang memilki bulu – bulu pembersih yang halus.
  • Jadwalkan untuk mengunjungi dokter gigi secara rutin. Anda direkomendaskan untuk mengunjungi dokter gigi setidaknya dua tahun sekali.