Gigi Berlubang (Karies)

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Gigi & Mulut > Gigi Berlubang (Karies)


Gigi berlubang adalah kerusakan permanen pada bagian permukaan keras pada gigi yang berkembang menjadi pembukaan atau lubang kecil. Gigi berlubang juga disebut dengan kerusakan gigi atau karies, disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk bakteri di dalam mulut, tidak membersihkan gigi dengan baik, sering mengonsumsi makanan ringan  dan minuman yang manis.

Gigi berlubang dan karies termasuk masalah kesehatan yang paling biasa terjadi di dunia. Gigi berlubang dan karies paling sering menyerang anak-anak, remaja dan orang dewasa berusis tua. Siapapun yang memiliki gigi bisa terkena gigi berlubang, temasuk bayi sekalipun.

Jika gigi berlubang tidak diobati, lubang dapat membesar dan mempengaruhi lapisan yang lebih dalam gigi. Gigi belubang dapat menimbulkan rasa sakit yang luar bisa, infeksi dan kehilangan gigi. Memeriksakan gigi secara rutin dan menggosok gigi dengan benar dan menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi adalah kebiasaan yang bisa mencegah gigi berlubang dan karies.

Gejala

Tanda-tanda dan gejala gigi berlubang dan karies berbeda-beda tergantung dari keluasan dan lokasi. Ketika gigi baru mulai berlubang, mungkin Anda tidak merasakan adanya gejala apapun. Tapi dokter gigiakan mampulu melihat gigi sudah mulai berlubang dan merekomendasikan langkah-langkah untuk mencegah lubang menjadi lebih parah.

Seiring dengan membesarnya lubang gigi, itu bisa menyebabkan beberapa tanda dan gejala, di antaranya :

· Sakit gigi

· Gigi menjadi sensitif

· Sakit yang ringan sampai sakit yang berat ketika memakan atau meminum sesuatu yang manis, panas atau dingin

· Terdapat lubang yang terlihat pada gigi

· Merasa sakit saat menggigit

Penyebab & Faktor Risiko

Gigi berlubang disebabkan oleh kerusakan gigi—proses yang memakan waktu. Hal ini terjadi karena bakteri merusak bagian keras gigi (enamel), proses pengrusakan ini terjadi tanpa disadari. Kerusakan kemudian menjadi lebih parah ke lapisan gigi yang lebih dalam dengan tahapan sebagai berikut

· Pembentukan plak.  Mulut, seperti layaknya bagian lain pada tubuh, secara alami memiliki bakteri. Beberapa bakteri ini berkembang dengan subur pada makanan dan minuman yang mengandung gula, yang juga dikenal sebagai karbohidrat yang terfermentasi. Ketika gula ini tidak dibersihkan dari gigi, bakteria tersebut mulai memakan bagian gigi dan menghasilkan asam. Asam yang dihasilkan bakteri, partikel makanan dan air liur membentuk plak gigi—selaput lengket yang menyelimuti gigi. Plak agak kasar dan akan lebih terlihat di bagian belakang gigi, terutama dekat dengan gusi.

· Serangan plak. Asam pada plak mengangkat mineral di bagian gigi terluar enamel. Pengikisan ini menyebabkan pembukaan atau lubang kecil di bagian enamel—tahap petama pembentukan lubang gigi. Sekali bagian enamel rusak, maka bakteri dan asam bisa menkapsulai lapisan yang lebih dalam pada gigi, yang disebut dentin. Lapisan ini lebih lembut dan lebih lemah dibandingkan dengan lapisan enamel.

· Kerusakan tahap  lanjut. Seiring dengan lubang gigi yang terus berlanjut, bakteri dan asam terus masuk ke dalam gigi, bergerak selanjutnya ke bagian inti material gigi (pulp) yang mengandung kumpulan saraf dan pembuluh darah. Pulp membengkak dan terjadi iritasi yang disebabkan oleh bakteri. Tulang yang menyokong gigi juga bisa terkena efeknya. Ketika lubang gigi semakin melebar, Anda mungkin akan merasakan sakit gigi yang luar biasa, gigi menjadi sensitif, dan terasa sakit saat menggigit atau merasakan gejala lainnya. Tubuh mungkin juga akan merespon serangan bakteri ini, dengan mengirim darah putih untuk melawan infeksi. Ini bisa menyebabkan gigi bernanah.

Faktor Risiko

Gigi berlubang merupakaan masalah kesehatan yang paling biasa terjadi di dunia. Setiap orang yang memiliki gigi memiliki risiko terkena gigi berlubang. Namun sejumlah faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko gigi berlubang:

  • Lokasi gigi.  Karies sering terjadi  di bagian belakang gigi (molars and premolars).  Gigi ini mengandung banyak lekuk-lekuk, lubang-lubang, celah-celah bagus untuk menggilas makanan—tetapi bagian-bagian ini juga bisa mengumpulkan partikel makanan. Sebagai hasilnya bagian ini sulit dibersihkan daripada bagian gigi depan dan bagian gigi lainnya yang lebih mudah dibersihkan. Di antara sela-sela bagian belakang gigi yang bisa dibersihkan, plak bisa terbentuk dan bakteria bisa tumbuh dengan subur, memproduksi asam yang bisa merusak enamel.
  • Makanan dan minuman tertentu. Beberapa makanan dan minuman cenderung lebih dapat menyebabkan gigi berlubang. Makanan yang melekat pada gigi anda dalam waktu yang lama, misalnya susu, es krim, madu, gula pasir, soda, kismis, dan buah kering lainnya, kue, biskuit, permen padat, penyegar napas, keripik dan sereal kering, adalah makanan yang bisa membuat gigi berlubang daripada makanan yang dapat terbawa hanyut oleh air liur.
  • Sering mengonsumsi makanan ringan dan minuman manis. Ketika secara rutin mengonsumsi soda dan makanan ringan, Anda memberikan bakteri “bahan bakar” untuk memproduksi asam yang dapat menyerang gigi dan merusaknya.
  • Memberi makan bayi saat jam tidur. Orangtua dan pengasuh dianjurkan untuk tidak memberikan sebotol susu, formula, jus atau bentuk minuman mengandung gula lainnya pada saat jam tidur bayi. Minuman semacam ini akan bertahan di gigi selama berjam-jam saat si bayi tertidur, memberi makanan kepada bakteri gigi penyebab gigi berlubang. Kerusakan ini sering disebut dengan baby bottle tooth decay atau karies gigi karena isi botol bayi. Membiarkan balita merubah cara minum dari botol yang bisa dibawanya ke mana-mana dengan cangkir “hirup” bisa menyebabkan kerusakan yang sama.
  • Pola sikat gigi tak teratur. Jika tidak membersihkan gigi sesegera mungkin setelah makan dan minum, plak akan terbentuk cepat dan terjadilah tahap pertama pembentukan lubang gigi.
  • Kurang asupan fluoride. Fluoride adalah mineral alami yang membantu mencegah lubang gigi—dan bahkan bisa mengembalikan ke tahap awal karis gigi—dengan membantu gigi untuk menyembuhkan diri. Fluoride juga menjadi bahan yang biasa digunakan dalam pasta gigi dan pencuci mulut. Bicarakan dengan dokter gigi tentang jumlah ideal fluoride yang bisa didapatkan dari suplai air lokal dan sumber lainnya.
  • Usia muda atau usia tua. Di Amerika, gigi berlubang adalah penyakit kronis yang paling sering terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Orang dewasa juga dalam risiko tinggi, seperti juga kita menjaga gigi kita sesuai dengan umur kita saat ini. Seiring waktu, gigi jadi lebih lemah dan gusi juga kinerjanya menurun, membuat gigi lebih rapuh untuk mulai karies akar gigi. Akar gigi  secara alami diselimuti oleh cementum. Tapi cementum bisa hilang ketika akar gigi tak terlindungi. Lapisan bawah dentin lebih lembut dari enamel dan lebih rentan terhadap karies. Orang dewasa lainnya mungkin juga menggunakan  pengobatan yang bisa mengurangi aliran air liur, yang bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi
  • Mulut kering. Mulut kering disebabkan oleh kurangnya air liur, yang mana bisa mencegah karies dengan menghanyutkan makanan dan plak dari gigi anda. Kandungan air liur juga membantu melawan asam yang dihasilkan oleh bakteri dan bahkan memperbaiki tahap awal karies gigi..
  • Tambalan usang atau perangkat lain yang dipasang pada gigi. Selama bertahun-tahun, tambalan melemah, mulai rusak dan membentuk bagian gigi menjadi kasar. Perubahan ini  member kesempatan plak untuk berkembang dan sulit untuk dihilangkan. Tambalan atau perangkat gigi lainnya bisa rusak, membuat  karies gigi mulai menjalar di bawah tambalan  yang rusak tersebut
  • Penyimpangan pola makan. Anorexia dan bulimia bisa menyebabkan pengikisan gigi yang hebat dan menyebabkan lubang gigi, asam  dari perut hasil buangan muntahan mengalir ke mulut melewati gigi dan mulai mengikis enamel. Sebagai tambahan, orang dengan penyimpangan pola makan kemungkinan meminum soda atau minuman yang mengandung asam selama seharian, yang bisa menyebabkan banyaknya aliran asam di sekitar gigi. Penyimpangan pola makan juga bisa mengganggu produksi air liur.
  • Mulas. Gastroesophageal reflux disease (GERD), asam yang surut dan mulas bisa menyebabkan asam pada perut mengalir naik ke mulut, menempel pada enamel gigi. Jika dokter gigi menyadari hilangnya bagian enamel dan menyadari bahwa hilangnya enamel bukan karena penggilingan gig, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah surutnya asam lambung menjadi penyebabnya. Surutnya asam lambung yang tidak disertai perawatan dapat menyebabkan kerusakan gigi serus dan membutuhkan biaya yang besar untuk memberbaikinya.
  • Perawatan kanker tertentu. Pernah menjalani radiasi pada kepala atau leher bisa menyebabkan meningkatnya risiko gigi berlubang dengan berkurangnya produksi air liur, yang mana bisa mencegah bakteria penghasil gigi berlubang dengan menghanyutkan mereka dengan air liur. Obat-obatan kemoterapi tertentu bisa membuat mulut kering.

 Komplikasi

Gigi berlubang dan karies gigi adalah masalah biasa dan mungkin kita tidak menganggapnya serius. Dan mungkin Anda akan berpikir bahwa tidak masalah jika anak mempunyai gigi berlubang pada gigi susu mereka. Namun, lubang gigi dan karies gigi bisa mengalamai komplikasi panjang dan serius. Bahkan pada anak-anak yang belum  memiliki gigi permanen

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi adalah :

· Sakit

· Gigi bernanah

· Kehilangan gigi

· Gigi rusak

· Kesulitan mengunyah

· Infeksi serius

Sebagai tambahan, ketika lubang gigi dan karies menjadi lebih parah, maka bisa menggangu kegiatan sehari-hari. Rasa sakitnya bisa membuat penderitanya tidak bisa pergi ke sekolah atau bekerja misalnya. Jika rasanya terlalu sakit atau sangat sulit untuk mengunyah atau makan,  kehilangan berat badan atau mengalami masalah gizi. Lubang gigi yang mempengaruhi penampulilan atau hasil dari kehilangan gigi bisa mempengaruhi rasa percaya diri. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, gigi bernanah karena gigi berlubang dapat menimbulkan infeksi parah yang mengancam jiwa jika tidak segera diobati.

Kapan Harus ke Dokter ?

Anda mungkin tidak akan menyadari saat lubang gigi mulai terbentuk, untuk itu periksakan gigi secara rutin adalah cara terbaik untuk melindungi gigi dari gigi berlubang dan karies. Jika mengalami sakit gigi atau rasa sakit pada mulut—tanda-tanda gigi berlubang secara umum—segeralah periksakan ke dokter gigi.

Jika gigi berlubang diobati sebelum menyebabkan rasa sakit, Anda kemungkinan tidak perlu membutuhkan perawatan jangka panjang. Maka itu sangat penting melakukan pemeriksaan rutin dan melakukan pembersihan gigi meskipun gigi dalam keadaan baik. Pada saat merasakan gejala gigi berlubang, kerusakannya bisa menjadi lebih parah.


Pencegahan

Meskipun kemajuan teknologi kedokteran gigi telah membuat langkah yang sangat hebat, apapun jenis tambalan atau alat kemungkinan masih harus memerlukan penyempurnaan di waktu mendatang. Kebersihan mulut dan kebersihan alat-alat pembersih mulut bisa membantu gigi anda tetap utuh dengan menghindari gigi berlubang dan karies gigi. Ikutilah beberapa tips  di bawah ini untuk mencegah gigi berlubang:

  • Sikat gigi setelah makan dan minum. Sikatlah gigi anda paling tidak dua kali sehari dan idelanya setelah makan, menggunakan pastagigi yang mengandung fluoride. Untuk membersihkan sela gigi, gunakan benang gigi atau gunakan pembersih sela-sela gigi. Jika anda tidak bisa menyikat gigi setelah makan, paling tidak kumur gigi anda dengan air.
  • Cuci mulut. Jika dokter gigi merasa Anda berisiko tinggi mengalami gigi berlubang, dia akan menyarankan untuk menggunakan pencuci mulut dengan kandungan fluoride.
  • Kunjungi dokter gigi secara rutin. Carilah dokter gigi professional untuk membersikan gigi dan lakukan pemeriksaan rutin, yang dapat menolong pencegahan masalah gigi. Dokter juga akan memberikan rekomendasi yang sesuai dengan keadaan Anda.
  • Penggunaa dental sealant. Sealant adalah selimut  plastik proteksi yang diaplikasikan pada bagian belakang gigi—menyegel seluruh celah dan permukaan gigi yang bertujuan untuk mengumpulkan makanan di gigi yang berpotensi membuat lubang gigi. Sealant melindungi enamel gigi dari plak dan asam, sealant bisa membantu anak dan orang dewasa. Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (The Centers for Disease Control and Prevention ) merekomendasikan sealant untuk anak usia sekolah. Sealant bosa bertahan selama 10 tahun, kemudian harus diganti, meskipun sealant harus tetap dikontrol penggunaannya untuk memastikan sealant tetap pada keadaan utuh di gigi.
  • Hindari konsumsi makanan ringan dan minuman manis. Kapanpun Anda makan atau minum sesuatu selain air, kondisi mulut bisa asam yang dapat menghancurkan enamel gigi. Jika Anda mengonsumsi makanan ringan atau minum minuman manis seharian, maka gigi berada dalam kondisi yang terus-menerus diserang bakteri.
  • Memilih makanan sehat. Hindari makanan yang bisa terselip di sela gigi dalam waktu yang lama, misalnya keripik, permen atau biskuit. Tapi makanlah makanan yang bisa menjaga kesehatan gigi, misalnya keju. Penelitian mengungkap keju dapat mencegah gigi berlubang, dan juga buah serta sayuran, yangbisa meningkatkan kadar air liur, dan kopi tanpa gula, teh bebas gula, yang bisa menghanyutkan partikel makanan di gigi.
  • Perwatan fluoride. Dokter gigi mungkin akan merekomendasikan perawatan fluoride, khususnya jika Anda tidak mendapatkan fluoride yang cukup dari air mineral atau sumber lainnya. Pada perawatan fluoride, dokter akan memberikan fluoride langsung di gigi untuk beberapa menit. Anda juga bisa menggunakan pasta gigi fluoride atau pencuci mulut mengandung fluoride.
  • Tanyakan tentang perawatan anti bakteri. Jika Anda rawan mengalami karies gigi, misalnya, karena kondisi kesehatan, dokter gigi akan merekomendasikan pencuci mulut khusus atau pengobatan lain yang bisa menghilangkan bakteri di mulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *