Fakta-fakta Penyakit Parkinson, Wajib Tahu

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Kepala > Fakta-fakta Penyakit Parkinson, Wajib Tahu

Kurangnya informasi tentang penyakit parkinson membuat pasien sering terlambat mendapat penanganan. Padahal penyakit ini sudah diidentfikasi sejak tahun 1817.

“Pertama kali diperkenalkan oleh James Parkinson pada tahun 1817, disebut sebagai the shaking palsy. Namun baru pada tahun 1887 diberi nama penyakit parkinson untuk menghormati penemunya,” tutur dr Frandy Susatia, SpS dari Siloam Hospitals Kebun Jeruk.

Lalu, apa saja hal-hal yang wajib diketahui tentang parkinson? Seberapa parah komplikasi penyakitnya? Dikutip dari perbincangan dengan dr Frandy, berikut 4 fakta penting tentang penyakit parkinson.

1. Tergolong langka

Meski sudah ditemukan sejak tahun 1817, penyakit parkinson sejatinya tergolong langka. Hanya satu dari 1.000 orang lansia berusia di atas 60 tahun yang terserang penyakit ini. Namun bukan berarti penyakit ini tidak bisa menyerang di usia produktif. 1 Persen kelompok usia produktif di atas 50 tahun bisa terserang penyakit ini. Selain itu, penyakit ini lebih umum menyerang pria daripada wanita.

2. Belum diketahui penyebabnya

Hingga saat ini, ilmu kedokteran belum bisa memastikan apa penyebab seseorang mengidap parkinson. Namun ada beberapa faktor risiko yang sudah diketahui secara umum. Faktor risiko tersebut antara lain benturan di kepala, kurang aktivitas fisik hingga usia di atas 70 tahun. Paparan bahan kimia seperti mangan, karbon disulfida dan insektisida juga disebut meningkatkan risiko terserang penyakit ini.

3. Ada 5 stadium

dr Frandy mengatakan parkinson memiliki lima stadium. Masing-masing stadium memiliki gejala dan keparahan yang berbeda.

  • Stadium pertama: Pasien mulai kesulitan melakukan kegiatan sebab adanya tremor di salah satu anggota tubuh. Tremor bisa terjadi di tangan, kaki atau kepala.
  • Stadium kedua: Tremor mulai menyebar ke bagian tubuh lain. Pasien juga sudah mulai kesulitan berjalan dan postur tubuh membungkuk.
  • Stadium ketiga: Pasien sudah tidak mampu berjalan lurus dan mulai lamban.
  • Stadium keempat: Tubuh pasien mulai terasa kaku dan kehilangan fungsi untuk melakukan aktivitas.
  • Stadium kelima: Penyakit sudah mengambil penuh kendali tubuh. Pasien tidak bisa bergerak dan hanya bisa berbaring serta berisiko cacat dan disabilitas.

4. 3 Jenis Terapi

Sampai saat ini, belum ada terapi yang bisa menyembuhkan penyakit parkinson. Namun jangan takut, penyakit ini masih bisa ditangani dan dikontrol.

  • Terapi pertama adalah dengan pengobatan. Pasien diberi obat yang membantu meningkatkan kadar dopamin di dalam otak.
  • Terapi kedua adalah thalamotomi. Terapi ini merupakan pembedahan dengan membakar jaringan otak yang rusak akibat parkinson.
  • Terapi ketiga adalah deep brain stimulation. Terapi ini memasang chip di dalam otak untuk merangsang kadar dopamin di otak.

Sumber: Detikhealth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *