Fakta-fakta Mengapa Kerokan Bisa Menyembuhkan Penyakit

kerokan

Terkadang saat badan kita sedang tidak enak seperti meriang (greges-greges), masuk angin, demam, capek-capek, pegal linu, dan perut kembung, kita sering minta badan kita untuk dikerok, dan biasanya tidak lama setelah dikerok, badan kita kembali sehat dan terasa segar. Kerokan/kerikan sendiri merupakan metode pengobatan tradisional yang sudah lama diketahui masyarakat. Kerokan biasanya dilakukan dengan menggunakan uang logam, atau plastik khusus kerokan dengan terlebih dahulu diolesi minyak angin atau balsam pada area yang akan dikerok.

Sebenarnya apa yang terjadi saat badan kita dikerok?? Mengapa metode pengobatan seperti itu dirasa manjur?? Menurut Prof Dr dr Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, MKes guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang pernah melakukan penelitian tentang kerokan, berikut adalah fakta-fakta menarik seputar kerokan:

1. Kerokan Memicu Morfin Alami

Kerokan mampu meningkatkan kadar beta endorfin secara drastis. Peningkatan kadar beta endorfin ini disebabkan oleh aktivitas glandula pituitaria dan pemecahan pro hormon proopiomelanocortin (POMC) dari sel-sel keratinosit dan sel endotel kapiler. Pemecahan POMC ini akan menghasilkan endorfin. Endorfin adalah morfin alami yang dihasilkan oleh tubuh. Bahkan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan morfin yang dibuat dalam bentuk obat.

“Karena itu orang yang sehabis dikerok akan merasa nyaman, tenang, enak badannya. Tidurnya juga bisa nyenyak,” kata dr Didik.

2. Melancarkan Peredaran Darah

Prof Didik menyebut kerokan juga mampu melebarkan pembuluh darah. Dampaknya, sel-sel darah dan oksigen mampu beredar secara lebih lancar.

Penemuan lainnya, kerokan ternyata mampu menurunkan kadar prostaglandin yang disebabkan oleh efek penekanan dari beta endorfin. Prostaglandin (PG) merupakan senyawa lemak yang dihasilkan dari asam lemak melalui proses enzimatik. Prostaglandin memiliki kerja biologik yang luas pada berbagai organ tubuh.

“Prostagladin ini yang bikin tubuh kita jadi nyeri-nyeri. Dengan kerokan, dia akan turun kadarnya. Turun karena adanya penekanan dari beta endorfin,” tambahnya.

Artikel Lain Tentang Penyakit:

Pembaca Artikel di Atas Juga Membaca: