Diabetes tipe 1 pada anak (insulin-dependent diabetes)

FARMASI-ID.COM > Penyakit | Farmasi-id.com > Penyakit > Endokrin > Diabetes tipe 1 pada anak (insulin-dependent diabetes)

By | 08/02/2015

Diabetes tipe 1 pada anak-anak adalah suatu kondisi di mana pankreas anak tidak lagi menghasilkan insulin yang dibutuhkan anak untuk bertahan hidup, dan insulin yang hilang tersebut harus diganti. Diabetes tipe 1 pada anak-anak dulu dikenal sebagai juvenile diabetes atau insulin-dependent diabetes.

Diagnosis diabetes tipe 1 pada anak-anak bisa membuat orangtua kewalahan pada awalnya. Secara mendadak, orangtua dan anak – tergantung pada usianya – harus belajar bagaimana untuk memberikan suntikan, menghitung kadar karbohidrat dan memantau jumlah darah.

Meskipun diabetes tipe 1 pada anak-anak membutuhkan perawatan yang konsisten, namun perkembangan kemajuan teknologi dalam pemantauan gula darah dan pengiriman insulin mampulu meningkatkan manajemen harian diabetes tipe 1 pada anak-anak.

Gejala

TAnda-tAnda dan gejala dari diabetes tipe 1 pada anak-anak biasanya berkembang dengan cepat, umumnya dalam periode mingguan. Perhatikan:

• Peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. Ketika kelebihan gula menumpuk dalam aliran darah anak Anda, maka cairan akan ditarik dari jaringan. Hal ini mungkin menyebabkan anak haus. Akibatnya, ia mungkin minum – dan buang air kecil – lebih sering dari biasanya.

• Kelaparan (rasa lapar) ekstrem. Tanpa insulin yang cukup untuk memindahkan gula ke dalam sel, otot dan organ tubuh anak menjadi kehabisan energi. Hal ini dapat memicu kelaparan intens.

• Kehilangan berat badan. Meskipun makan lebih banyak dari biasanya (untuk mengatasi rasa lapar), berat badan anak tetap berkurang – kadang-kadang secara cepat. Tanpa pasokan energi yang berasal dari gula, jaringan otot dan cadangan lemak akan mengalami penyusutan. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas seringkali menjadi tAnda/gejala pertama yang wajib diperhatikan.

Kelelahan. Jika sel-sel anak kehilangan gula, anak mungkin akan merasa lelah dan lesu.

Iritabilitas atau perilaku yang tidak biasa. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 belum terdiagnosis biasanya akan tampulak murung atau marah secara tiba-tiba.

• Penglihatan kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, cairan dapat ditarik dari lensa mata anak. Hal ini akan mempengaruhi kemampuluan fokus (penglihatan) si anak.

Infeksi ragi. Anak perempuan dengan diabetes tipe 1 mungkin mengalami infeksi jamur kelamin, dan anak bayi dapat mengembangkan ruam popok yang disebabkan oleh ragi.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab pasti  dari diabetes tipe 1 masih belum dapat diketahui. Para ilmuwan mengetahui bahwa pada sebagian besar orang dengan diabetes tipe 1, kondisi sistem kekebalan tubuh mereka – yang biasanya difungsikan untuk memerangi bakteri berbahaya dan virus – mengalami kekeliruan dengan menghancurkan sel penghasil insulin (islet) dalam pankreas. Faktor genetik mungkin memainkan peran tersendiri dalam proses ini, dan paparan terhadap virus tertentu dapat memicu penyakit.

Insulin: “kunci” bagi gula untuk memasuki sel tubuh Apapun penyebabnya, setelah sel-sel islet mengalami kehancuran, anak Anda hanya akan memproduksi sedikit insulin atau tidak sama sekali. Biasanya, hormon insulin membantu glukosa masuk ke sel-sel tubuh untuk memberikan energi ke otot-otot dan jaringan. Insulin berasal dari pankreas, yakni sebuah kelenjar yang terletak tepat di belakang perut. Ketika semuanya bekerja dengan benar, setelah Anda makan, pankreas akan mengeluarkan lebih banyak insulin ke dalam aliran darah. Ketika insulin beredar, insulin akan bertindak seperti kunci untuk membuka pintu mikroskopis yang memungkinkan gula memasuki sel-sel tubuh. Dengan demikian,insulin dapat menurunkan jumlah gula dalam aliran darah, dan ketika level gula darah menurun, maka sekresi insulin dari pankreas juga akan berkurang.

Hati bertindak sebagai tempat penyimpanan glukosa dan pusat manufaktur. Ketika kadar insulin rendah – misalnya ketika Anda belum makan – hati akan melepaskan glikogen, yang kemudian diubah menjadi glukosa untuk menjaga kadar glukosa darah Anda dalam rentang normal.

Tingkat gula berbahaya dalam aliran darah Dalam kasus diabetes tipe 1, kondisi ini terjadi karena hanya terdapat sedikit insulin atau tidak ada insulin sama sekali yang dapat membantu glukosa memasuki sel-sel tubuh. Jadi, gula tidak diangkut ke dalam sel anak Anda, tetapi gula tersebut malah menumpuk dalam aliran darah anak Anda, dimana hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Penyebab diabetes tipe 1 umumnya berbeda dari diabetes tipe 2. Pada tipe 2, sel-sel islet masih berfungsi, tapi tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup.

Faktor Risiko

Tidak banyak faktor risiko yang diketahui untuk diabetes tipe 1, meskipun para peneliti masih terus mencari kemungkinan-kemungkinan baru. Faktor risiko yang diketahui, antara lain:

• Riwayat keluarga. Orang-orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat diabetes tipe 1 memiliki sedikit peningkatan risiko untuk mengembangkan kondisi yang sama.

Gen. Kehadiran gen tertentu menunjukkan peningkatan risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 1. Dalam beberapa kasus – biasanya melalui uji klinis – pengujian genetik dapat dilakukan untuk menentukan apakah seorang anak dengan riwayat keluarga diabetes tipe 1 memiliki peningkatan risiko untuk mengembangkan kondisi yang sama.

Faktor risiko lainnya Kemungkinan faktor risiko untuk diabetes tipe 1 meliputi:

• Viral eksposur (paparan terhadap virus). Paparan virus Epstein-Barr, coxsackievirus, gondok atau sitomegalovirus dapat memicu kerusakan autoimun pada sel-sel islet, atau virus dapat secara langsung menginfeksi sel-sel islet.

• Tingkat vitamin D yang rendah. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat memberi perlindungan terhadap diabetes tipe 1. Namun, asupan susu sapi yang terlalu dini – yang merupakan sumber umum dari vitamin D – telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 1.

• Faktor makanan lain. Meminum air yang mengandung nitrat dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 1. Masa pengenalan sereal ke dalam menu makanan bayi juga dapat mempengaruhi risiko diabetes tipe 1. Suatu percobaan klinis menemukan bahwa usia antara 4 – 7 bulan tampulaknya menjadi waktu yang paling optimal untuk memperkenalkan sereal. Studi lain menemukan bahwa jenis susu formula bayi yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi risiko diabetes terhadap anak tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa jika bayi diberi susu formula khusus –yang lebih mudah dicerna- (hydrosolate) ketika mereka berusia antara 6 dan 8 bulan, daripada jenis susu formula sapi stAndar, maka risiko diabetes tipe 1 pada anak tersebut mungkin berkurang. Namun, studi ini tidak menemukan kaitan antara susu formula sapi stAndar dengan perkembangan diabetes tipe 1.

Komplikasi

Diabetes tipe 1 dapat mempengaruhi hampulir setiap organ utama dalam tubuh anak Anda, termasuk jantung, pembuluh darah, saraf, mata dan ginjal. Kabar baiknya adalah bahwa menjaga gula darah anak Anda agar tetap dalam kisaran normal (secara dramatis) dapat mengurangi risiko komplikasi.

Komplikasi jangka panjang dari diabetes tipe 1 biasanya berkembang secara bertahap. Akhirnya, jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik, maka komplikasi diabetes dapat menimbulkan kegagalan organ atau bahkan mengancam jiwa.

Penyakit jantung dan pembuluh darah. Diabetes secara dramatis akan meningkatkan risiko anak Anda terhadap berbagai masalah kardiovaskular di kemudian hari, termasuk penyakit arteri koroner yang disertai nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke, penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dan tekanan darah tinggi.

• Kerusakan saraf (neuropati). Kelebihan gula bisa melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang mensuplai saraf anak Anda, terutama di area kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, rasa terbakar atau nyeri. Kerusakan saraf biasanya terjadi secara bertahap, dan dalam jangka waktu yang panjang.

• Kerusakan ginjal (nefropati). Diabetes dapat merusak sekelompok pembuluh darah kecil yang memfilter limbah dari darah anak Anda. Kerusakan pembuluh darah yang parah dapat menyebabkan gagal ginjal atau penyakit ginjal (irreversible) stadium akhir, yang umumnya memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

• Kerusakan mata. Diabetes dapat merusak pembuluh darah pada retina (retinopati diabetik). Diabetic retinopathy dapat menyebabkan kebutaan. Diabetes juga dapat menyebabkan katarak dan peningkatan risiko glaukoma.

• Kerusakan kaki. Kerusakan saraf pada kaki atau buruknya aliran darah ke kaki dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kaki. Jika tidak diobati, (bahkan) luka dan lecet dapat berkembang menjadi infeksi yang serius.

• Kondisi kulit. Diabetes menyebabkan anak Anda lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, infeksi jamur dan gatal-gatal.

Osteoporosis. Diabetes dapat menyebabkan kepadatan mineral tulang yang lebih rendah dari kondisi normal, sehingga meningkatkan risiko anak Anda terhadap osteoporosis ketika ia tumbuh dewasa.

• Masalah pada otak. Meskipun alasan untuk keterkaitannya tidak jelas, namun orang dengan diabetes memiliki peningkatan risiko terkena demensia dan penyakit Alzheimer.

Kapan Harus ke Dokter ?

Bicaralah dengan dokter jika Anda melihat salah satu dari tAnda-tAnda atau gejala diabetes tipe 1 –  seperti peningkatan rasa haus, sering buang air kecil, kelaparan ekstrim, penurunan berat badan, penglihatan kabur, atau kelelahan.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan untuk diabetes tipe 1 adalah komitmen seumur hidup terhadap; pemantauan gula darah, insulin, makan sehat dan olahraga teratur – bahkan untuk anak-anak sekalipun. Seiring pertumbuhan dan perubahan yang dialami anak Anda, rencana pengobatan diabetes-nya pun akan berubah. Selama bertahun-tahun, anak Anda mungkin memerlukan insulin dalam dosis atau jenis yang berbeda, jenis makanan baru atau berbagai perubahan pengobatan lainnya.

Jika Anda mulai kewalahan untuk mengelola diabetes anak Anda, beristirahatlah sejenak. Anda mungkin dapat mengelola diabetes anak Anda secara sempurna dalam satu waktu. Namun, di hari-hari lainnya hal ini mungkin nampulak tidak mampulu Anda lakukan. Jangan lupa bahwa Anda tidak sendirian. Anda akan bekerja sama dengan tim perawatan diabetes anak Anda – Dokter, pendidik diabetes dan ahli diet terdaftar – untuk menjaga gula darah anak Anda agar berada pada kisaran normal.

Pemantauan gula darah Tergantung pada apa jenis terapi insulin yang diperlukan anak Anda, Anda mungkin harus memeriksa dan mencatat gula darah anak Anda setidaknya tiga kali sehari, atau mungkin lebih sering lagi. Anda mungkin akan sering menggunakan tongkat jari (finger sticks). Penggunaan meter glukosa darah juga dapat menjadi pilihan. Pemeriksaan gula darah sesering mungkin adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kadar gula darah anak Anda tetap dalam kisaran normal (atau sesuai target) – yang dapat berubah seiring pertumbuhan dan perubahan yang dialami anak Anda. Dokter akan memberitahu Anda berapa jumlah kisaran target dari gula darah anak Anda. Dokter juga mungkin meminta Anda untuk menyimpan log dari pembacaan glukosa darah, atau dokter dapat mengunduh informasi tersebut dari meteran glukosa darah.

Monitoring glukosa berkelanjutan (CGM) CGM adalah cara terbaru untuk memantau kadar gula darah, dan mungkin paling bermanfaat bagi orang-orang yang mengembangkan hipoglikemia. CGM ditempelkan pada tubuh dengan menggunakan jarum halus tepat di bawah kulit, alat ini akan memeriksa kadar glukosa darah setiap beberapa menit sekali. CGM dianggap belum mampulu bekerja seakurat pemantau gula darah stAndar, sehingga tidak terlalu dianjurkan sebagai metode pengganti “pengawasan gula darah”, CGM hanya digunakan sebagai alat tambahan.

Insulin dan obat lain Siapapun yang memiliki diabetes tipe 1 akan membutuhkan pengobatan insulin untuk bisa bertahan hidup. Karena enzim perut dapat bereaksi negatif terhadap insulin yang diambil melalui mulut, maka insulin oral bukanlah pilihan tepat untuk menurunkan gula darah.

Banyak jenis insulin yang telah tersedia, seperti:

• Fast-acting insulin yakni insulin yang dapat bekerja secara cepat, seperti insulin lispro dan insulin ASPART, biasanya mulai bekerja dalam lima sampai 15 menit dan memuncak pada 30 sampai 90 menit kemudian.

• Short-acting insulin yakni insulin yang bekerja cukup lambat, seperti insulin manusia (Humulin R, R Novolin), umumnya mulai bekerja pada 30 sampai 60 menit setelah suntikan dan biasanya memuncak dalam dua sampai empat jam.

• Long-acting insulin yakni insulin dengan efek yang lebih lama, seperti insulin glargine dan insulin detemir, hampulir tidak ada waktu puncak dan dapat bekerja selama 20 hingga 26 jam.

• Intermediate-acting insulin (efek menengah), seperti insulin NPH (Humulin N, N Novolin), mulai bekerja satu sampai tiga jam setelah diambil dan memuncak dalam delapan jam. Insulin NPH efektivitasnya hampulir serupa dengan jenis long-acting insulin, tetapi cenderung menyebabkan gula darah rendah. Penggunaan insulin NPH memungkinkan sedikit kelonggaran pada waktu makan, serta jumlah karbohidrat yang dapat dimakan anak Anda.

Tergantung pada usia dan kebutuhan anak, dokter mungkin meresepkan jenis insulin campuluran untuk digunakan sepanjang siang dan malam.

Pilihan pengiriman insulin Seringkali, insulin disuntikkan dengan menggunakan jarum halus, jarum suntik atau pena insulin – sebuah perangkat yang terlihat seperti pena tinta.

Sebuah pompa insulin juga bisa menjadi pilihan bagi beberapa anak. Pompa insulin adalah perangkat seukuran ponsel yang dikenakan pada bagian luar tubuh. Dalam kebanyakan kasus, sebuah tabung akan menghubungkan reservoir insulin kepada kateter yang dimasukkan di bawah kulit perut. Sebuah pompa nirkabel yang menggunakan corong kecil berisi insulin adalah pilihan lain yang saat ini telah tersedia. Pompa insulin diprogram untuk mengeluarkan jumlah tertentu dari insulin secara otomatis. Pompa dapat disesuaikan untuk memberikan lebih banyak/sedikit insulin tergantung pada jenis makanan, tingkat aktivitas dan tingkat gula darah.

Makan sehat Berlawanan dengan persepsi populer, tidak ada jenis diet khusus untuk penderita diabetes. Anak tidak akan dibatasi dengan makanan membosankan dan hambar. Sebaliknya, anak akan membutuhkan banyak buah-buahan, sayuran dan biji-bijian – makanan yang tinggi nutrisi dan rendah lemak serta kalori. Ahli diet anak mungkin akan menyarankan anak – dan seluruh keluarga – untuk mengonsumsi lebih sedikit produk hewani dan makanan manis. Bagaimanapun, hal ini adalah rencana makan yang terbaik bagi seluruh keluarga. Makanan bergula sesekali dapat diberikan, asalkan makanan tersebut masuk dalam rencana makan anak.

Memahami apa dan berapa banyak makanan yang harus diberikan pada anak dapat menjadi suatu tantangan. Seorang ahli diet terdaftar dapat membantu orangtua membuat rencana makan yang sesuai dengan tujuan kesehatan, preferensi makanan dan gaya hidup anak. Jenis makanan tertentu, seperti makanan dengan kadar gula atau kadar lemak yang tinggi, mungkin lebih sulit untuk masuk ke dalam rencana makan anak. Sebagai contoh, makanan tinggi lemak – karena lemak memperlambat pencernaan – dapat menyebabkan lonjakan gula darah beberapa jam setelah anak makan. Sayangnya, tidak ada serangkaian formula khusus yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui bagaimana tubuh akan Anda akan merespon terhadap jenis makanan yang berbeda. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, orangtua akan belajar banyak tentang bagaimana makanan favorit anak akan mempengaruhi gula darah mereka.

Aktivitas fisik Setiap orang membutuhkan latihan aerobik secara teratur, tidak terkecuali bagi anak-anak yang memiliki diabetes tipe 1. Doronglah anak untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. Anda dapat mendaftarkan anak ke dalam sebuah tim olahraga atau pelajaran tari. Lebih baik lagi jika orangtua dapat berolahraga/beraktivitas bersama dengan anak. Bermain kejar-kejaran di halaman belakang, berjalan atau berlari di lingkungan rumah Anda, melakukan panjat tebing (indoor) atau mengunjungi kolam renang lokal –dapat menjadi pilihan. Buatlah aktivitas fisik menjadi bagian dari rutinitas harian anak.

Akan tetapi ingatlah bahwa aktivitas fisik juga biasanya dapat menurunkan gula darah, dan dapat mempengaruhi kadar gula darah hingga 12 jam setelah latihan. Jika anak memulai jenis aktivitas baru, periksa gula darah anak lebih sering dari biasanya sampai orangtua belajar bagaimana tubuhnya bereaksi terhadap aktivitas tersebut. Anda mungkin perlu menyesuaikan rencana makan atau dosis insulin anak Anda untuk mengompensasi reaksi tubuh anak terhadap peningkatan aktivitas.

Fleksibilitas Meksipun anak menggunakan insulin dan makan secara sangat teratur, jumlah gula dalam darahnya dapat mengalami perubahan yang tak terduga. Dengan bantuan dari tim perawatan diabetes anak, orangtua dapat belajar cara-cara menanggapi perubahan kadar gula darah anak.

• Makanan. Apa dan berapa banyak makanan yang dikonsumsi anak dapat mempengaruhi tingkat gula darahnya. Persoalan makanan cenderung memberikan tantangan tersendiri bagi orangtua dari anak-anak dengan diabetes tipe 1. Anak-anak umumnya tidak selalu menghabiskan makanan mereka, dan hal ini dapat menjadi masalah karena orangtua harus memberikan suntikan insulin yang ditujukan untuk mengimbangi asupan makanan mereka. Jika hal ini terjadi, beritahu dokter anak sehingga ia dapat mengatur regimen insulin yang cocok bagi keluarga.

• Aktivitas fisik. Aktivitas fisik mendorong pergerakan gula dari darah ke dalam sel tubuh anak. Semakin aktif anak, semakin rendah pula tingkat gula darahnya. Sebagai kompensasi, mungkin perlu menurunkan dosis insulin sebelum ia melakukan aktivitas fisik yang tidak biasa, atau anak mungkin memerlukan camilan sebelum menjalani latihan (aktivitas).

• Obat-obatan. Anak membutuhkan insulin untuk menurunkan kadar gula darahnya. Akan tetapi setiap jenis obat lain yang digunakan oleh anak dapat berpengaruh terhadap tingkat gula darahnya – kadang-kadang diperlukan perubahan rencana pengobatan diabetes bag anak.

• Penyakit. Ketika sakit pilek atau lainnya, tubuh anak akan memproduksi hormon yang dapat meningkatkan tingkat gula darahnya. Selain itu, demam dapat meningkatkan metabolisme anak. Akibatnya, anak mungkin perlu mengambil insulin dalam dosis yang lebih besar atau menggunakan insulin lebih sering dari biasanya. Jika anak memiliki penyakit yang menyebabkan muntah dan ia tidak bisa menyimpan makanan dalam perutnya, maka tubuh anak masih membutuhkan insulin untuk menutupi glukosa yang diproduksi hati. Tanyakan kepada dokter mengenai pengelolaan penyakit harian yang mungkin dialami anak.

• Pertumbuhan dan pubertas. Ketika Anda sudah menguasai pengelolaan kebutuhan insulin anak, ia mungkin tumbuh (berkembang) dengan cepat dan tiba-tiba jumlah insulin yang biasa diberikan tidak lagi sesuai dengan keperluan tubuhnya. Hormon juga dapat mempengaruhi kebutuhan insulin, terutama bagi remaja putri ketika mereka mulai menstruasi.

• Tidur. Tergantung pada regimen insulin anak, ia mungkin menghadapi risiko gula darah rendah pada malam hari. Untuk alasan itu, kadar gula darah anak harus diatur sedikit lebih tinggi sebelum mereka pergi tidur. Bagi anak yang berusia lebih muda dari 6 tahun, tingkat gula dara pra-tidur yang baik adalah 110 sampai 200 mg / dL (6,1-11,1 mmol / L), sementara anak antara usia 6 dan 12 harus dikondisikan pada tingkat gula darah 100 sampai 180 mg / dL (5,6 sampai 10 mmol / L). Kadar gula darah remaja harus berada antara 90 dan 150 mg / dL (5-8,3 mmol / L) sebelum mereka tidur.

Perawatan investigational

• Transplantasi pankreas. Melalui transplantasi pankreas, anak Anda tidak akan lagi membutuhkan suntikan insulin. Tetapi transplantasi pankreas tidak selalu berhasil – dan prosedur ini dapat menimbulkan risiko serius. Anak Anda akan membutuhkan (seumur hidup mereka) obat penekan kekebalan untuk mencegah penolakan organ. Obat ini dapat memiliki efek samping yang serius, termasuk risiko tinggi infeksi dan cedera organ. Karena efek samping yang timbul bisa lebih berbahaya daripada diabetes, maka transplantasi pankreas pada anak-anak umumnya tidak dianjurkan.

• Transplantasi sel islet. Para peneliti juga sedang bereksperimen dengan transplantasi sel islet, yang menyediakan sel baru yang mampulu memproduksi insulin dari pankreas donor. Meskipun prosedur eksperimental ini pernah bermasalah, namun teknik dan pengobatan baru untuk mencegah penolakan sel islet terlihat cukup menjanjikan di masa depan. Namun demikian, transplantasi sel islet masih memerlukan penggunaan obat penekan kekebalan, dan seperti yang dilakukan terhadap sel isletnya sendiri, tubuh seringkali menghancurkan sel islet yang ditransplantasikan.

TAnda-tAnda masalah Meskipun telah melakukan upaya terbaik, kadang-kadang masalah akan tetap timbul. Komplikasi jangka pendek dari diabetes tipe 1 membutuhkan perawatan segera. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kejang dan kehilangan kesadaran (koma).

Gula darah rendah (hipoglikemia). Jika kadar gula darah anak turun di bawah kisaran targetnya, maka kondisi ini dikenal sebagai gula darah rendah. Kadar gula darah dapat menurun karena berbagai alasan, termasuk melewatkan makan, melakukan lebih banyak aktivitas fisik dari biasanya atau menyuntikkan insulin terlalu banyak. Hipoglikemia lebih sering terjadi pada penggunaan intermediate-acting insulin, seperti NPH.

Ajarkan anak mengenai gejala gula darah rendah, dan ketika merasa ragu-ragu, ia harus selalu melakukan tes gula darah. TAnda-tAnda awal dan gejala  dari gula darah rendah meliputi:

• Berkeringat

• Kegoyahan (bergetar)

• Kelaparan (peningkatan rasa lapar)

• Pusing

• Kulit pucat

• Detak jantung yang cepat atau tidak teratur

• Kelelahan

• Kesulitan untuk berkonsentrasi

Sakit kepala

• Iritabilitas

TAnda-tAnda dan gejala gula darah rendah yang muncul kemudian, kadang-kadang dipahami sebagai tAnda-tAnda keracunan alkohol pada remaja dan orang dewasa. TAnda-tAnda tersebut antara lain:

• Kelesuan

• Kebingungan

• Perubahan perilaku, kadang-kadang dramatis

• Koordinasi yang buruk

• Kejang-kejang

Jika anak memunculkan hipoglikemia pada malam hari, ia mungkin bangun dengan keringat yang membasahi bajunya atau merasakan sakit kepala. Berkat efek pantulan alami, hipoglikemia malam hari dapat menyebabkan gula darah berada pada posisi sangat tinggi – esok paginya.

Jika hasil pembacaan gula darah anak berada pada angka rendah, berikan jus buah, glukosa tablet , permen, soda biasa (bukan diet), atau sumber gula lain pada anak Anda. Kemudian tes ulang gula darahnya 15 menit kemudian untuk memastikan gula darahnya sudah naik ke kisaran normal. Jika tidak dalam kisaran normal, berikan lebih banyak gula (jus, permen, tablet glukosa atau sumber gula lainnya) pada anak Anda, kemudian tes ulang dalam 15 menit kemudian. Terus lakukan ini sampai didapatkan pembacaan angka gula darah yang normal. Sangat dianjurkan untuk memberikan makanan ringan pada anak, yang mengandung campuluran bahan makanan lainnya, seperti selai kacang dan biskuit, untuk membantu menstabilkan gula darah.

Jika meter glukosa darah tidak tersedia, tetap obati gejala hipoglikemia yang dialami anak dengan pengobatan untuk gula darah rendah, kemudian periksakan kadar gula darahnya sesegera mungkin. Pastikan anak selalu membawa makanan yang mengandung gula, kemanapun dia pergi.

Jika tidak diobati, gula darah rendah dapat menyebabkan anak kehilangan kesadaran. Jika hal ini terjadi, dia mungkin membutuhkan suntikan darurat glukagon – yakni hormon yang merangsang pelepasan gula ke dalam darah. Pastikan anak selalu memiliki glukagon kit darurat yang tersedia – di rumah, di sekolah, selama olahraga, ketika menginap – dan pastikan belum kedaluwarsa.

Gula darah tinggi (hiperglikemia). Seperti halnya gula darah rendah, gula darah anak dapat meningkat karena berbagai alasan, termasuk makan terlalu banyak, memakan jenis makanan yang salah, tidak mengambil cukup insulin atau penyakit.

Perhatikan:

• Sering buang air kecil

• Peningkatan rasa haus

• Penglihatan kabur

• Kelelahan

Mual

• Iritabilitas

• Kesulitan bernapas

• Kesulitan berkonsentrasi

Jika diduga muncul gejala hiperglikemia, periksa gula darah anak. Orangtua mungkin perlu menyesuaikan rencana makan atau obat-obatan yang dikonsumsi anak. Jika gula darah anak lebih tinggi dari kisaran targetnya, Anda mungkin perlu memberikan “koreksi” dengan menggunakan suntikan insulin atau melalui pompa insulin. Koreksi ini merupakan dosis tambahan insulin yang dapat mengembalikan gula darah anak kembali ke kisaran normal. Kadar gula darah tinggi tidak akan menurun secepat mereka naik. Tanyakan kepada dokter mengenai berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan ulang. Jika anak menggunakan pompa insulin, mungkin perlu mengubah situs pompa tersebut jika kadar gula darah tidak kunjung turun.

Jika pembacaan gula darah anak (selama dua kali) berturut-turut berada di atas 250 mg / dL (13,9 mmol / L), lakukan tes keton pada darah anak Anda menggunakan alat tes urin. Jangan biarkan anak berolahraga jika tingkat gula darahnya tinggi atau ketika keton muncul dalam tubuh anak. Jika hanya sedikit jumlah keton yang terdeteksi, berikan minuman-cairan ekstra pada anak untuk mengeluarkan keton tersebut.

Jika gula darah anak terus-menerus di atas 300 mg / dL (16,7 mmol / L), segera hubungi dokter anak atau cari perawatan darurat. Peningkatan keton dalam urin anak (diabetic ketoacidosis). Jika sel-sel anak kekurangan energi, tubuh anak Anda mungkin akan mulai memecah lemak – dan memproduksi asam beracun yang disebut keton.

TAnda dan gejala dari kondisi serius antara lain:

• Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan

• Mual

• Muntah

• Nyeri perut

• Sebuah bau manis seperti buah pada napas anak Anda

Jika diduga ketoasidosis diabetes, periksa urin anak untuk kelebihan keton dengan menggunakan perangkat tes keton. Jika anak memiliki banyak keton dalam urin, segera hubungi dokter anak atau cari perawatan darurat. Selain itu juga, hubungi dokter jika anak telah muntah lebih dari sekali dalam kurun waktu empat jam dan memiliki terdapat keton dalam urinnya.

Terapi alternatif

Tidak ada jenis pengobatan yang dapat menggantikan insulin bagi siapapun yang memiliki diabetes tipe 1. Orang yang memiliki diabetes tipe 1 harus menggunakan insulin suntikkan (insulin eksogen) setiap hari untuk bertahan hidup.

Beberapa zat telah diketahui dapat membantu mengontrol gula darah, tetapi zat-zat tersebut tidak terbukti dapat mengelola atau mencegah diabetes tipe 1 secara efktif. Beberapa zat yang telah diuji dan diketahui efektif untuk mengontrol gula darah termasuk nicotinamide, vitamin D, kayu manis, seng dan alpha-lipoic acid (asam alfa-lipoik). Belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa vitamin E atau kromium dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Pencegahan

Tidak ada hal yang dapat Anda atau anak Anda lakukan untuk mencegah diabetes tipe 1, karena hingga saat ini belum ada cara yang diketahui dapat mencegah diabetes tipe 1.

Sebuah prosedur tes dapat dilakukan pada anak-anak yang berisiko tinggi terkena diabetes tipe 1, hal ini dilakukan untuk melihat apakah mereka memiliki salah satu antibodi yang terkait dengan diabetes tipe 1. Namun, kehadiran antibodi tidak berarti bahwa anak tersebut pasti terkena diabetes, dan hingga saat ini belum ada cara yang diketahui dapat mencegah diabetes tipe 1 jika antibodi ditemukan.

Para peneliti sedang bekerja untuk mencegah diabetes tipe 1 pada orang yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini, seperti mereka yang memiliki antibodi jenis 1, dan sebagian lainnya bekerja untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari sel islet pada orang yang baru didiagnosa.

Beberapa anak dengan diabetes tipe 1 mungkin memenuhi persyaratan untuk uji klinis, tapi Anda harus berhati-hati dalam mempertimbangkan setiap risiko dan manfaat dari perawatan uji klinis yang tersedia. Konsultasikan hal ini dengan dokter anak.

Meskipun tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes, Anda dapat membantu anak Anda mencegah komplikasi akibat diabetes tipe 1 dengan membantu dia mempertahankan kontrol gula darah yang baik. Selain itu, pastikan untuk menjadwalkan kunjungan rutin dan pemeriksaan tahunan mata dengan dokter diabetes anak Anda mulai dari lima tahun setelah diagnosis diabetes awal.

Orang dengan diabetes tipe 1 harus makan makanan yang sehat, penuh dengan buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, dan berpartisipasi dalam aktivitas fisik secara teratur untuk membantu menjaga hati mereka dalam kondisi sehat.