Depresi Pada Remaja

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Kejiwaan > Depresi Pada Remaja


Depresi pada remaja adalah kondisi serius yang bisa mempengaruhi emosi, pemikiran dan kelakuan. Meskipun depresi pada remaja secara medis tidak berbeda dengan depresi orang dewasa, remaja seringkali memiliki gejala dan tantangan yang unik. Masalah-masalah seperti tekanan dari teman, pengharapan akademik dan perubahan bentuk tubuh bisa menjadi masa naik-turun secara emosi bagi remaja. Tapi bagi beberapa remaja, masa-masa turun secara emosi ini bukan perasaan yang sesaat tapi sampai menjadi tAnda-tAnda depresi.

Depresi ini juga dinamakan dengan depresi besar atau gangguan depresi besar, depresi besar  bukan kelemahan  atau  sesuatu yang bisa diatasi dengan kekuatan keinginan saja.  Seperti depresi pada orang dewasa, depresi pada remaja adalah kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan konsekuensi yang buruk . namun, bagi sebagian besar remaja, gejala depresi pada remaja bisa hilang dengan perawatan misalnya dengan pengobatan konseling psikologis.

Gejala

Gejala depresi pada remaja  termasuk :

  • Merasakan kesedihan
  • Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas tertentu
  • Merasa perasaannya terluka, frustrasi atau merasakan kemarahan, bahkan pada masalah yang kecil
  • Susah tidur atau  terlalu banyak tidur
  • Perubahan selera. Depresi seringkali menyebabkan penurunan selera dan berat badan, tapi pada sebagian orang depresi bisa menyebabkan nafsu makan meningkat dan menambah berat badan.
  • Gelisah atau tidak bisa rileks—misalnya, mondar-mandir, meremas-remas tangan atau tidak mampulu duduk diam.
  • Lambat dalam berpikir, berbicara dan menggerakan badan
  • Keletihan, kelelahan dan tenaga terkuras—bahkan tugas yang ringan sepertinya sangat menguras tenaga
  • Merasa seperti tidak berharga atau bersalah, merasakan perasaan bersalah mendalam pada kesalahan yang dibuat atau menyalahkan diri sendiri ketika sesuatu tidak berjalan dengan benar.
  • Bermasalah ketika harus berpikir, konsentrasi membuat keputusan dan mengingat sesuatu.
  • Sering memikirkan untuk mati, kematian atau bunuh diri.
  • Menangis dengan alasan yang tak jelas
  • Sakit di bagian tubuh yang tidak jelas penyebabnya misalnya sakit punggung dan sakit kepala.
  • Memiliki masalah perilaku yang mengganggu, terutama pada anak laki-laki
  • Kegelisahan, terlalu asik memperhatikan bagian tubuh tertentu dan memperhatikan penampulilan dengan cara yang berlebihan, terutama pada remaja wanita.

Depresi pada remaja sering terjadi bersamaan dengan masalah-masalah kelakuan dan masalah kesehatan mental lainnnya misalnya kegelisahan atau gangguan kekurangan perhatian/gangguan hiperaktif (ADHD).

Apa yang normal dan apa yang tidak normal

Akan sulit untuk membedakan antara yang mana masa-masa naik dan yang mana masa-masa turun pada remaja yang merupakan bagian dari depresi remaja. Berbicaralah pada anak remaja Anda. Coba untuk menemukan apakah dia bisa menghadapi perasaaanya sendiri tanpa bantuan, atau apakah hidup ini terlalu berat. Jika timbul gejala depresi remaja yang mulai mengganggu beberapa aspek dalam hidupnya, bicarakan pada dokter atau ahli kesehatan mental profesional yang terlatih untuk membantu anak remaja. Dokter remaja keluarga atau dokter penyakit anak Anda bisa menjadi tempat yang cocok untuk memulai pengobatan, atau sekolah anak mungkin memiliki rekomendasi.

TAnda-tAnda peringatan bahwa anak remaja mungkin berjuang dengan depresi:

  • Kesedihan, merasa tersakiti atau marah yang terjadi selama dua minggu atau lebih
  • Kemampuluannya di sekolah menadi buruk atau seringkali tidak masuk sekolah
  • Membicarakan tentang kabur dari rumah atau berusaha melakukan hal tersebut
  • Kehilangan mnat pada teman dan keluarga
  • Berkonflik dengan teman-teman atau anggota keluarga
  • Sangat sensitif pada penolakan dan kesalahan
  • Merasakan terus menerus bahwa masa depannya pasti muram dan suram
  • Penampulilan seperti orang yang tak terurus misalnya pakaian compang-campuling dan rambut berantakan
  • Kelakuan nekat
  • Penggunaan alkohol dan obat-obatan

Penyebab & Faktor Risiko

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab depresi. Sama seperti penyakit mental lainnya, depresi bisa muncul karena babarapa faktor. Faktor tersebut adalah :

  • Perbedaan secara biologis. Orang-orang yang depresi seperti memili perbedaan secara fisik pada otak mereka ketimbang orang yang tidak mengidap depresi. Perbedaan signifikan ini masih belum pasti tetapi pada akhirnya membantu menunjukkan penyebab depresi.
  • Neurotransmitter. Ini secara alami terjadi di otak zat-zat yang berkaitan dengan suasana hati diduga berperan secara langsung terhadap depresi.
  • Hormon.  Perubahan keseimbangan hormon tubuh memungkinkan menjadi pemicu yang menyebabkan depresi.
  • Bawaan keturunan. Depresi lebih biasa terjadi pada orang-orang yang keluarga bioogisnya juga memiliki sejarah depresi.
  • Peristiwa hidup. Peristiwa-peristiwa seperti kematian atau kehilangan orang yang dicintai, masalah keuangan, dan tingkat stress tinggi bisa memicu depresi pada sebagian orang.
  • Trauma masa kecil. Peristiwa masa kecil, misalnya kekerasan atau kehilangan orangtua bisa menyebabkan perubahan di otank dan membuat orang lebih rentan terhadap depresi.
  • Pola belajar berpikir negatif. Depresi pada remaja bisa terkait pada pelajaran merasa- tak berdaya—ketimbang balajar untuk mampulu menemukan solusi pada permasalahan hidup.

Faktor risiko

Meskipun penyebab pasti depresi masih belum diketahui, beberapa faktor seperti bisa meingkatkan risiko timbulnya atau memicu depresi pada remaja, termasuk di antaranya:

  • Wanita— depresi lebih sering terjadi pada wanita etimbang pada pria
  • Mengalami peristiwa hidup yang bisa membuat stres, misalkan kematian orang yang dicintai
  • Pernah mengalami penyiksaan fisik atau penyiksaan 5eksual
  • Pernah menjadi korban atau menyaksikan kekerasan
  • Memiliki orangtua tegas yang mudah menyalahkan atau menghukum
  • Perceraian orangtua
  • Memiliki gangguan kecemasan
  • Memiliki kondisi medis yang parah misalnya diabetes dan asma
  • Memiliki saudara dengan sejarah pecandu alkohol
  • Memiliki keluarga yang pernah melakukan tindakan bunuh diri
  • Memiliki teman atau hubungan personal sedikit
  • Mempunyai karakteristik kepribadian tertentu, misalnya rasa pecaya diri yang rendah atau sangat bergantung, rendah diri atau pesimis
  • Penyalahgunaan alkohol, narkoba dan penggunaan obat-obatan
  • Tertarik dengan sesama jenis—yang mana bisa menimbulkan depresi terkait dengan tekanan sosial yang negatif dan konflik batin dalam diri.
  • Obesitas, yang menyebabkan penilaian oleh orang lain dan membuat percaya diri rendah.

 

Komplikasi

Depresi yang tidak diobati bisa menimbulkan masalah emosi, kelakuan, dan masalah kesehatan yang bisa memengaruhi setiap aspek dalam kehidupan remaja Anda, komplikasi yang terkait dengan depresi remaja bisa termasuk :

  • Penyalahguaan alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Kegelisahan
  • Masalah pada akademik di sekolah
  • Konflik keluarga
  • Terisolasi dari lingkungan sosial
  • Bunuh diri

Kapan Harus ke Dokter ?

Jika Anda merasa anak remaja Anda mungkin depresi, buatlah janji dengan dokter secepat mungkin. Gejala depresi tidak akan sembuh dengan sendirinya—dan bisa memburuk atau kemudian menimbulkan masalah-masalah lainnya jika tidak ditangani. Remaja yang mengalami depresi memiliki risiko melakukan tindakan bunuh diri, meskipun jika tAnda-tAnda dan gejala-gejala tidak terlihat parah.

Jika anak remaja dirasa terkena depresi—atau Anda mempunyai teman yang kemungkinan depresi—jangan menunggu untuk mencari bantuan. Bicarakan dengan dokter profesional misalnya dokter atau perawat.

Pemikiran bunuh diri

Jika anak remaja memiliki pemikiran untuk bunuh diri, segera carilah pertolongan. Sejumlah langkah yang bisa dilakukan antara lain:

–       Hubungi anggota keluarga atau teman untuk memberikan dukungan pada remaja

–       Carilah dokter, penyedia jasa layanan kesehatan mental atau layanan kesehatan mental lainnya

–       Bicaralah pada konselor  atau ajak anak untuk berbicara pada seseorang yang profesional mengatasi depresi pada remaja.

–       Hubungi ulama, pendeta, tokoh agama atau seseorang yang berkenaan dengan agama/kepercayaan Anda untuk meminta nasihat.

Kapan harus mendapatkan pertolongan darurat

Jika Anda berpikir anak remaja dalam kondisi yang sangat membahayakan yang bisa menyakiti diri sendiri atau melakukan tindakan bunuh diri, segera hubungi nomor darurat lokal daerah Anda secepatnya. Pastikan seseorang menjaga anak remaja Anda sampai bantuan datang.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Depresi biasanya bukan penyakit yang mudah diobati sendiri. Namun ada beberapa langkah-lagkah yang bisa digunakan oleh Anda dan anak remaja:

  • Berikan semangat pada anak remaja untuk bertahan pada rencana pengobatannya. Pastikan bahwa anak remaja hadir dalam setiap sesi atau perjanjian terapi psikologis, bahkan saat si anak tidak ingin hadir. Meskipun anak merasa tak enak badan, pastikan dia melanjutkan pengobatan sesuai resep yang diberikan. Jika anak berhenti melakukan pengobatan, gejala depresi bisa kembali. Menghentikan pengobatan juga bisa menyebabkan gejala seperti ditarik kembali ke masa depresi.
  • Belajar tentang depresi. Pelajaran tentang pengobatan anak bisa menguatkan dan memotivasi anak untuk tetap menjalankan pengobatan. Hal itu juga memberkan keuntungan kepada Anda dan keluarga untuk mempelajari tentang depresi remaja. Konseling yang fokus pada  psikoedukasi/pendidikan psikologis.
  • Perhatian tAnda-tAnda peringatan. Bekerjasamalah dengan dokter anak  atau ahli terapi untuk mempelajari tentang apa yang bisa memicu gejala depresi. Buatlah rencana, jadi Anda dan anak tahu apa yang harus dilakukan jika gejala depresi menjadi lebih buruk. Mintalah kepada keluarga dan teman-teman untuk mengawasi tAnda-tAnda peringatan terjadinya depresi.
  • Pastikan anak cukup olahraga. Latihan fisik yang ringan bisa mengurangi gejala-gejala depresi.
  • Bantu anak menghindari alkohol dan obat-obatan. Anak remaja Anda mungkin merasa bahwa alkohol dan obat-obatan bisa mengurangi gejala depresi, tapi dalam jangka panjang, alkohol dan obat-obatan bisa membuat gejala depresi menjadi lebih buruk dan membuat depresi lebih sulit disembuhkan.
  • Pastikan mendapat cukup tidur. Cukup tidur adalah hal yang penting bagi remaja khususnya remaja yang depresi. Jika anak memiliki masalah susah tidur, bicarakan dengan dokter tentang langkah apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

 Pengobatan Alternatif

Strategi pengobatan alternatif untuk depresi termasuk suplemen-suplemen dan teknik pikiran-tubuh, ini adalah beberapa cara alternatif yang biasa digunakan untuk depresi:

Pengobatan dan suplemen herbal

Sejumlah pengobatan dan suplemen herbal telah ditemukan untuk depresi. Misalnya :

  • St. John’s wort. Dikenal dengan  Hypericumperforatum. Ini jenis obat herbal yang digunakan selama berabad-abad untuk merawat berbagai penyakit, termasuk depresi. Obat ini tidak disetujui oleh Badan Administrasi Obat dan Makanan (FDA)  untuk merawat depresi di Amerika. Malahan obat ini dikategorikan sebagi suplemen makanan. Bagaimanapun, obat ini popular di Eropa.
  • SAMe. Cara penyebutannya “sam-EE” adalah bentuk sintetis yang terjadi secara alami di dalam tubuh. Namanya kependekan dari S- adenosylmethionine. Seperti juga St. John’s wort, SAMe juga tidak disetujui oleh FDA untuk mengobati depresi. Bagaimanapun, obat ini dugunakan di Eropa dalam resep pengobatan depresi.
  • Asal lemak omega-3. Konsumsi makanan kaya omega-3 atau dengan mengonsumsi suplemen omega-3 bisa membantu menghilangkan depresi dan juga memiliki beberapa keuntungan bagi kesehatan. Ikan yang hidup di perairan dingin dan suplemen minyak ikan adalah sumber yang baik untuk omega-3. Omega 3 juga dtemukan pada kacang walnut, biji rami, dan beberapa jenis makanan lainnya

Beberapa suplemen—termasuk St. John’s wort dan SAMe—bisa terganggu dengan obat anti depresi.

Hubungan pikiran dan tubuh

Hubungan antara pikiran dan tubuh telah dipelajari selama beratus tahun. Ahli komplementar dan pengobatan alternatif percaya bahwa pikiran dan tubuh harus memiliki satu harmoni agar Anda bisa tetap sehat.

Teknik tubuh-pikiran yang digunakan untuk menyembuhkan gejala depresi adalah :

Seperti juga suplemen, berhati-hatilah menggnakan teknik tersebut .

Anda harus mengerti ketentuan risiko dan juga kegunaan terapi sebelum mengajak remaja menggunakan terapi tersebut. Untuk cara aman, diskusikan dengan dokter sebelum anak menggunakan obat herbal  atau suplemen—terutama St. John’s wort atau  SAMe. Tanaman pada pikiran Anda, pengobatan alternatif  bukanlah pengganti dari mengobatan konvensional atau pengobatan psikologis.

Mengatasi dan mendukung pengobatan

Doronglah remaja Anda untuk melakukan berbagai hal berikut:

  • Buat dan jagalah pertemanan yang baik. Hubungan positif bisa meningkatkan kepercayaan diri anak dan tetap berhubungan dengan orang lain. Dukung anak untuk menghindari hubungan dengan orang yang sikap dan kelakuannya dapat memperburuk depresi.
  • Tetap aktif. Berpartisipasi pada olahraga, aktivitas sekolah atau pada sebuah pekerjaan bisa membantu anak fokus pada hal positif—daripada perasaan dan kelakuan buruk.
  • Mintalah bantuan. Anak remaja bisa menolak mencari dukungan saat hidup terasa berat. Berikan dukungan pada anak untuk bicara pada keluarga atau pada otang yang dia percaya kapanpun dia membutuhkannya.
  • Jadilah orang yang realistis. Banyak remaja menilai diri mereka ketika  mereka tidak mampulu untuk hidup lebih baik pada keadaan yang tidak realistis—secara akademis, secara atletis  atau dalam penampulilan, misalnya biarkan anak mengetahui bahwa tidak apa-apa jika menjadi orang yang tidak sempurna.
  • Buatlah hidup anak menjadi lebih simpel. Berikan dukungan pada anak untuk memilih kewajiban dan komitmennya dan buatlah tujuan yang rasional. Beri tahu anak bahwa tidak apa-apa jika memiliki kekurangan saat diri merasa tak bersemangat.
  • Rencanakan waktu anak. Bantu anak merencanakan aktivitasnya dengan membuat daftar atau gunakan orang sebagai perencana agar rencana tetap terjaga.
  • Beri dukungan kepada anak agar  menjaga jurnal prbadi. Membuat jurnal dapat memperbaiki suasana hati dengan membiarkan anak remaja mengekspresikan perasaan dan mengatasi rasa sakit, kemarahan, atau emosi lainnya.
  • Berhubungan dengan orang lain yang juga menderita depresi. Berbicara dengan remaja lain yang juga mengalami masalah yang sama bisa membantu untuk mengatasi depresi. Kemampuluan belajar untuk menghadapi tantangan dunia juga bisa membantu anak menghadapi depresi. Grup lokal pendukung kesembuhan orang-orang depresi terdapat di berbagai komunitas, dan grup pendukung untuk depresi tersedia secara online/ di internet. Satu tempat yang baik untuk mencoba adalah aliansi penyakit mental (Alliance on Mental Illness).
  • Tetap sehat. Pastikan anak konsumsi makanan sehat, makan secara rutin, olahraga rutin dan mendapat cukup tidur. Ini adalah prioritas—memberikan dukungan kepada anak untuk tidak menghindari hal-hal ini karena kegiatan sosial, tanggung jawab sekolah dan permintaan-permintaan lainnya.

Tidak ada pencegahan yang pasti untuk mencegah depresi. Namun, pastikan anak mengambil langkah untuk mengendalikan stres, untuk meningkatkan keceriaan dan mengurangi rasa percaya diri yang rendah. Pertemanan dan dukungan sosial, terutama di waktu krisis, akan sangat membantu mengatasi depresi. Sebagai tambahan perawatan pada tahap awal munculnya gejala bisa membantu mencegah depresi agar tak menjadi lebih buruk. Beberapa remaja harus mengonsumsi obat secara berkelanjutan bahkan setelah gejala depresi hilang, atau menjalankan sesi terapi utuk membantu mencegah gejala depresi datag kembali.