Definisi, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan BODY DYSMORPHIC DISORDER

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Kejiwaan > Definisi, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan BODY DYSMORPHIC DISORDER

Body Dysmorphic Disorder (BDD) adalah jenis penyakit mental kronis dimana Anda tidak bisa berhenti memikirkan penampilan Anda dari cacat sedikit pun, meskipun cacat tersebut hanya minor atau hanya bayangan Anda saja. Bila Anda memiliki BDD, Anda akan sangat terobsesi terhadap penampilan dan citra tubuh, sehingga Anda seringkali berdandan atau bercermin selama berjam-jam dalam sehari. Body dysmorphic disorder juga dikenal sebagai dysmorphophobia atau rasa takut memiliki suatu kelainan.

PENYEBAB

Penyebab BDD tidak diketahui secara spesifik seperti kebanyakan penyakit mental lainnya. BDD mungkin dapat terjadi karena kombinasi penyebab sebagai berikut: 1. Perbedaan bahan kimia otak alami, yang disebut neurotransmiter 2. Perbedaan struktural otak 3. Gen 4. Lingkungan

GEJALA

Tanda dan gejala BDD meliputi:

  1. Terlalu asik dengan penampilan fisiknya
  2. Berkeyakinan kuat memiliki kelainan atau cacat dalam penampilan yang membuatnya jelek
  3. Sering bercermin, atau sebaliknya, menghindari cermin sama sekali
  4. Keyakinan bahwa orang lain memperhatikan penampilannya dengan cara yang negatif
  5. Melakukan perawatan yang berlebihan
  6. Membandingkan penampilannya dengan orang lain
  7. Menghindari situasi sosial
  8. Memakai make-up atau pakaian berlebihan untuk menyamarkan kekurangan yang dirasakan Orang dengan BDD mungkin terobsesi terhadap setiap bagian dari tubuhnya, seperti:

PENGOBATAN

Pengobatan BDD bisa sulit dilakukan, terutama jika penderitanya tidak aktif melakukan pengobatan. Tetapi pengobatan yang efektif dapat berhasil, yaitu dengan terapi perilaku kognitif dan obat-obatan.

1. Terapi perilaku kognitif untuk BDD Terapi perilaku kognitif berfokus pada pengajaran perilaku sehat, seperti membuat penderitanya berinteraksi sosial dan menghindari perilaku obsesif, seperti memeriksa cermin. Terapi dapat membantu mempelajari kondisi, perasaan, pikiran, suasana hati dan perilaku.

2. Obat-obatan untuk BDD Tidak ada obat khusus yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati BDD. Namun, obat-obatan psikiatri yang digunakan untuk mengobati kondisi lain, seperti depresi, dapat diresepkan untuk BDD. Karena BDD juga diduga disebabkan oleh permasalahan yang terkait dengan serotonin kimia otak, obat yang paling sering diresepkan adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). SSRI tampaknya lebih efektif daripada obat-obatan antidepresan lainnya untuk mengatasi BDD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *