Cara mencegah dan menghilangkan keloid kulit

FARMASI-ID.COM > Penyakit | Farmasi-id.com > Penyakit > Kulit > Cara mencegah dan menghilangkan keloid kulit

By | 27/01/2019

[xyz-ips snippet="rdh"]
Apa itu keloid?

Keloid adalah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan setelah kulit sembuh dari luka. Secara normal, ketika kulit terluka, maka akan terjadi proses penyembuhan, dimana jaringan fibrosa (disebut jaringan parut) terbentuk di atas luka untuk memperbaiki dan melindungi luka. Dalam beberapa kasus, jaringan parut tersebut tumbuh berlebihan, hingga menonjol (menebal), melebar, dengan permukaan yang licin, dan teraba keras. Inilah yang disebut keloid. Dengan kata lain keloid adalah bekas luka yang menebal. Keloid bisa jauh lebih besar daripada luka aslinya, dan paling sering ditemukan di daerah dada bagian atas, bahu, leher, bahkan wajah (biasanya di sekitar rahang bawah). Namun, keloid sebenarnya dapat timbul di bagian tubuh mana saja asal ada luka yang mendahuluinya.

Kebanyakan jenis luka pada kulit dapat menjadi penyebab keloid, diantaranya: Bekas jerawat Luka bakar Luka bekas cacar Tindik telinga Luka goresan Luka bedah (operasi) Suntikan vaksinasi Menurut National Center for Biotechnology Information, keloid paling sering terjadi di usia 10 sampai 20 tahun. Keloid cenderung dipengaruhi oleh genetik atau faktor keturunan. Artinya jika orang tua memiliki keloid, maka anak-anaknya lebih mungkin tumbuh keloid juga setelah sembuh dari luka.

Cara mencegah keloid

Cara mencegah keloid yaitu dengan menghindari terjadinya luka pada kulit.

Suntikan cortisone (injeksi steroid intralesi)

Obat suntik keloid ini termasuk aman dan tidak begitu menyakitkan. Suntikan biasanya diberikan sebulan sekali sampai diperoleh manfaat maksimal. Suntik keloid ini aman karena sangat sedikit steroid yang masuk ke aliran darah dan terbukti efektif membantu menghilangkan keloid, namun suntikan steroid juga bisa membuat keloid yang rata menjadi merah, karena merangsang pembentukan pembuluh darah yang lebih dangkal. (untuk kondisi ini dapat diobati dengan menggunakan laser, lihat di bawah.) Keloid akan terlihat lebih kecil setelah penyuntikan rutin, tapi hasil terbaik sekalipun akan tetap meninggalkan bekas berupa kulit yang terlihat agak kasar dan berbeda warna dari normalnya.

Bedah / operasi

Terapi keloid dengan operasi ini termasuk tindakan yang berisiko, karena memotong keloid dapat memicu pembentukan keloid yang sama atau bahkan lebih besar. Beberapa ahli bedah mencapai keberhasilan dengan menyuntikkan steroid atau menerapkan pressure dressing ke situs luka setelah memotong keloid. Metode radiasi setelah eksisi bedah juga sering digunakan.

Terapi laser

Terapi keloid dengan laser bisa efektif meratakan keloid dan mengurangi kemerahan pada keloid. Terapi ini aman dan tidak begitu menyakitkan, tetapi diperlukan beberapa sesi terapi. Hal ini yang mungkin membuat biaya jadi membengkak.

Cryotherapy

Metode cyotherapy akan membekukan keloid dengan nitrogen cair, efeknya akan meratakan keloid tetapi sering kali meninggalkan warna gelap pada kulit.

Interferon

Interferon adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan virus, bakteri, dan lainnya. Dalam studi terbaru, suntikan interferon telah menjanjikan dalam mengurangi ukuran keloid, meskipun itu belum bisa dipastikan apakah efeknya akan permanen atau tidak. Penelitian yang masih berlangsung saat ini yakni dengan menggunakan varian dari metode ini, dengan cara menerapkan imiquimod topikal (salep keloid merek Aldara), yang merangsang tubuh untuk menghasilkan interferon.

Fluorouracil

Obat keloid yang satu ini merupakan kemoterapi, fungsinya untuk membunuh sel-sel keloid. Suntikan agen kemoterapi ini, secara sendiri atau bersama-sama dengan steroid, telah digunakan juga untuk pengobatan keloid.

Radiasi

Beberapa dokter telah melaporkan bahwa radiasi cukup efektif dalam mengobati keloid dan terbukti aman.

[lmt-post-modified-info] Category: Kulit [xyz-ips snippet="rdg"] Tags: