Bisakah Sakit Maag Disembuhkan?

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Pencernaan > Bisakah Sakit Maag Disembuhkan?

Maag merupakan penyakit yang banyak disebabkan oleh pola makan seseorang yang buruk seperti telat atau berlebihan. Jika memang akibat pola makan, maka bisakah penyakit maag ini disembuhkan?

“Jika maagnya disebabkan oleh fungsional maka bisa disembuhkan dengan mengetahui pemicunya, menghindari dan mendapatkan pengobatan yang tepat,” ujar dr Hayatun Nufus, SpPD dari RSCM dalam acara Konferensi Pers Pusat Konsultasi Ahlinya Lambung di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar.

dr Hayatun menuturkan maag sendiri dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Sakit maag fungsional (tidak ada kelainan pada anatomi)
  2. Sakit maag organik (adanya kelainan dalam anatomi seperti luka atau lecet).

Saat ini sebagian besar pasien yang datang tergolong dalam kelompok maag fungsional yaitu hampir 86 persennya. Untuk fungsional ini penyebabnya bisa karena faktor psikis seperti cemas berlebihan, stres, atau akibat pola makan yang tidak sehat misalnya tidak teratur, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, pedas dan merokok.

Maag sendiri merupakan penyakit yang menyerang alat pencernaan terutama lambung, tapi pada beberapa kasus ada yang bisa sampai ke usus maupun kerongkongan. Gejala yang muncul ada rasa tidak nyaman, sakit di ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang dan nafsu makan berkurang.

“Ketahui pemicunya, menghindari pemicunya seperti kurangi stres, pola makan sehat, makan teratur dan mendapatkan pengobatan yang tepat, maka bisa hilang atau tidak ada keluhan lagi,” ungkapnya.

Sedangkan jika dikaitkan dengan puasa, maka dengan melakukan puasa pasien maag fungsional akan berkurang keluhannya dan merasa lebih sehat. Ini karena selama puasa pasien pasti akan makan lebih teratur yaitu saat sahur dan buka serta mengurangi camilan.

Namun jika yang dialami adalah maag organik, baik yang akut atau tidak perlu diobati terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menentukan apakah boleh berpuasa atau tidak.

Sumber: Detikhealth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *