Batuk berdarah, tanda penyakit apa?

FARMASI-ID.COM > Penyakit | Farmasi-id.com > Info > Batuk berdarah, tanda penyakit apa?

By | 27/01/2019

Dalam bahasa kedokteran batuk berdarah dikenal dengan istilah hemoptisis atau hemoptoe yaitu Keluarnya darah atau dahak berdarah dari paru-paru dan tenggorokan (saluran pernapasan) ketika batuk.

Batuk darah tidak sama dengan pendarahan dari mulut, kerongkongan (esofagus), atau saluran pencernaan yang biasanya dikeluarkan melalui muntah (harus dibedakan) Pada batuk berdarah, darah keluar ketika batuk dan sering terlihat bergelembung seperti berbusa karena bercampur dengan udara dan lendir.

Warna darah biasanya merah cerah, meskipun mungkin berwarna karat. Kadang-kadang lendir hanya berisi coretan (garis) darah. Hemoptisis dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius. Infeksi, kanker, dan masalah pada pembuluh darah paru-paru bisa menjadi penyebabnya.

Penyebab Batuk Berdarah

Ada banyak kemungkinan penyebab batuk berdarah. Diantaranya:

  • Bronkitis (akut atau kronis), penyebab yang paling sering. Hemoptisis karena bronkitis jarang mengancam jiwa.
  • Bronkiektasis
  • Kanker paru-paru atau tumor paru-paru
  • Penggunaan pengencer darah (antikoagulan)
  • Pneumonia (paru paru basah)
  • Emboli paru
  • Gagal jantung kongestif, terutama karena stenosis mitral
  • Tuberkulosis (TBC)
  • Penyakit autoimun (lupus, granulomatosis Wegener, polyangiitis mikroskopis, sindrom Churg-Strauss, dan banyak lainnya)
  • Malformasi arteriovenous paru (AVMs)
  • Trauma, seperti luka tembak atau kecelakaan kendaraan bermotor.
    Peradangan pembuluh darah paru-paru (vaskulitis)
  • Iritasi tenggorokan karena batuk yang terlalu keras (sedikit darah)
Pemeriksaan yang diperlukan

Untuk menentukan secara pasti penyebab batuk berdarah, maka diperlukan beberapa pemeriksaan, meliputi:

  • Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
    Dengan bertanya seputar keluhan dan melakukan pemeriksaan, dokter akan mengumpulkan petunjuk untuk membantu mengidentifikasi penyebab batuk berdarah.
  • X-ray Thorax atau rongsen dada
    Untuk melihat apakah ada massa (tumor) di dada, cairan atau sumbatan pada paru-paru.
  • Computed tomography (CT scan).
    Menghasilkan gambar yang lebih rinci dibanding rongsen, CT scan dapat mengungkapkan beberapa penyebab batuk berdarah.
  • Bronkoskopi
    Pemeriksaan dengan menggunakan tabung fleksibel (seperti selang) dengan kamera pada ujungnya, dimasukkan melalui hidung atau mulut ke dalam tenggorokan dan saluran pernapasan hingga paru-paru. Menggunakan bronkoskopi, dokter mungkin dapat mengidentifikasi penyebab hemoptisis.
  • Hitung darah lengkap (CBC)
    Pemeriksaan darah untuk melihat jumlah sel darah putih dan merah, serta trombosit (sel yang membantu penggumpalan darah, kekurangan trombosit mempermudah batuk berdarah).
  • Tes koagulasi
    Tes pembekuan darah karena jika pembekuan darah terganggu dapat mempermudah pendarahan dan batuk dengan dahak berdarah.
  • Urinalisis
    Pemeriksaan kencing atau urin rutin.
  • Profil kimia darah
    Untuk mengukur elektrolit darah dan fungsi ginjal, yang mungkin memberikan hasil abnormal pada beberapa penyebab hemoptoe.
  • Gas Darah Arteri
    Sebuah tes kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Kadar oksigen bisa rendah pada orang dengan batuk darah.
Pengobatan Batuk Berdarah

Pengobatan bertujuan untuk menghentikan pendarahan, serta mengobati penyebab yang mendasarinya. Pengobatan batuk berdarah meliputi:

  • Embolisasi arteri bronkial
    Menghentikan pendarahan pada paru-paru dari jalur aliran darah dengan memasukkan zat tertentu ke dalam aliran darah.
  • Bronkoskopi
    Selain digunakan sebagai alat pemeriksaan, bronksokopi juga dapat mengatasi batuk berdarah. Karena melalui alat ini dokter dapat langsung melihat sumber perdarahan kemudian menutupnya dengan tekanan balon yang mengembang pada ujung alat ini.
  • Operasi
    Untuk Batuk berdarah yang parah dan mengancam jiwa, mungkin memerlukan tindakan operasi untuk mengangkat paru-paru (pneumonectomy).
  • Obat Batuk Berdarah
    Selain tindakan diatas, kasus hemoptoe ada kalanya membutuhkan obat-obatan, tentunya untuk mengobati penyebab yang mendasarinya, obat batuk berdarah antara lain :
    • Antibiotik untuk pneumonia dan tuberkulosis
    • Kemoterapi dan / atau radiasi untuk kanker paru-paru
    • Steroid untuk kondisi inflamasi (peradangan)
Periksa ke Dokter

Penyebab tersering batuk berdarah adalah bronkitis akut, yang biasanya akan lebih baik dengan sendirinya tanpa pengobatan. Jadi, jika seseorang mengalami bronkitis yang ditandai dengan sedikit darah dalam lendir (dahak berdarah) dalam waktu kurang dari seminggu, maka dapat diperhatikan secara hati-hati dan menunggu kondisi membaik dengan sendirinya. Namun harus segera diperiksakan, jika:

  • Batuk dengan dahak berdarah yang berlangsung lebih dari seminggu, parah atau semakin parah, atau hilang timbul.
  • Batuk yang menghasilkan lebih dari beberapa sendok teh darah
  • Darah dalam urin atau tinja
  • Nyeri dada
  • Berat badan menurun
  • Berkeringat di malam hari
  • Demam tinggi lebih dari 38,5° C
  • Sesak napas pada aktivitas yang biasa

Semoga bermanfaat 🙂