Batu Buli (Batu pada kandung kemih)

FARMASI-ID.COM > Penyakit | Farmasi-id.com > Penyakit > Ekskresi > Batu Buli (Batu pada kandung kemih)

By | 07/02/2015

Penumbuhan batu pada kandung kemih merupakan penumpukan mineral yang terjadi pada kandung kemih. Batu buli – buli berkembang ketika urine yang ada di kandung kemih menumpuk atau terkonsentrasi, sehingga mineral yang terkandung dalam urine pun mengalami kristalisasi. Penumpukan urine seringkali berujung pada penyumbatan kandung kemih.

Batu buli – buli tidak selalu memberikan gejala atau tAnda tertentu, dan seringkali seseorang diketahui mengidap batu buli – buli ketika orang yang bersangkutan melakuakan check up untuk mengetahui masalah medis yang lain. Ketika batu buli – buli terjadi, maka gejala yang dialami cukup bervariasi mulai dari rasa nyeri pada perut hingga darah pada air seni Anda.  Batu kecil pada kandung kemih terkadang sembuh dengan sendirinya, namun pada kebanyakan kasus dibutuhkan bantuan profesional seperti operasi untuk mengangkat batu pada kandung kemih. Apabila tidak diobati, maka batu buli – buli dapat menyebabkan infeksi dan sejumlah

Gejala

Ada sejumlah orang yang menderita batu buli – buli namun tidak memiliki masalah yang signifikan – meskipun ukuran batu yang diderita terhitung besar. Namun apabila batu buli – buli menyebabkan iritasi pada kandung kemih dan menghambat aliran air seni, maka ada beberapa gejala dan tAnda yang dapat terjadi antara lain : 

  • Nyeri pada bagian bawah perut 
  • Untuk pria, rasa nyeri pada pen1s 
  • Sakit ketika mengeluarkan air seni 
  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Sulit buang air kecil
  • Air seni yang berdarah 
  • Air seni berwarna gelap atau buram 

Penyebab & Faktor Risiko

Batu buli – buli biasanya terjadi ketika kandung kemih tidak mampulu secara utuh mengosongkan cairan yang ada. Urine atau air seni yang tertinggal di kandung kemih mengandung mineral yang dapat mengkristalisasi dan menjadi batu pada kandung kemih. Di kebanyakan kasus, kristalisasi mineral dapat berujung pada ketidak mampuluan kandung kemih untuk membuang cairan secara utuh  Kondisi medis tertentu seringkali berujung pada penumbuhan batu di kandung kemih, kondisi tersebut antara lain : 

  • Pembengkakan kelenjar prostat. Pembengkakan kelenjar prostat atau dikenal juga sebagai benign prostatic hyperplasian  (BPH) dapat menjadi penyebab dari tumbuhnya batu di kandung kemih pada pria. Pembesaran kelenjar prostat dapat menekan urethra dan menghambat aliran urine, sehingga menyebabkan tersisanya urine di kandung kemih. 
  • Kerusakan syaraf (neurogenic bladder). Biasanya, syaraf berfungsi untuk membawa pesan dari otak menujuk otot – otot di kandung kemih, mengarahkan kandung kemih Anda untuk menahan atau mengeluarkan air seni. Apabila terjadi kerusakan pada syaraf – baik dari serangan struk, cedera tulang belakang, atau masalah kesehatan yang lain – maka kandung kemih Anda tidak akan mampulu untuk mengosongkan cairan secara maksimal.
  • Melemahnya dinding kandung kemih. melemahnya divertikula menyebabkan urine terkumpul di kandung kemih dan menyebabkan kristalisasi mineral. 

 Ada juga kondisi medis yang lain yang dapat berujung pada penumbuhan batu buli – buli yakni : 

  • Peradangan. Batu di kandung kemih dapat berkembang apabila kandung kemih Anda mengalami peradangan. Terapi radiasi yang dilakukan disekitar panggul atau infeksi di saluran urine dapat menyebabkan peradangan kandung kemih. 
  • Peralatan medis. Catheters – tabung rampuling yang dimasukan ke uretra untuk mengeringkan urine yang tersisa di kandung kemih – dapat menyebabkan penumbuhan batu di kandung kemih. Begitu pun objek atau peralatan medis lainya, seperti kontrasepsi atau tabung, yang tidak disengaja dapat berpindah ke kandung kemih Anda. Kristal mineral, yang nanti akan berubah menjadi batu, seringkali terbentuk di atas permukaan alat – alat medis yang telah disebutkan tadi. 
  • Batu ginjal.  Batu yang terbentuk dan berkembang di ginjal tidaklah sama dengan batu yang terdapat pada kandung kemih. Kedua penyakit tersebut berkembang dalam cara yang berbeda dan seringkali terjadi karena alasan yang berbeda pula. Namun penumbuhan batu ginjal yang kecil dapat berpindah melalui saluran pembuangan (urether) dan berakhir di kandung kemih, apabila tidak diangkat maka dapat berkembang menjadi batu buli – buli.  

 Faktor Risiko

Di negara berkembang, batu buli – buli biasanya terjadi pada anak – anak – seringkali terjadi karena dehidrasi, infeksi, atau kurangnya protein – namun dibelahan dunia yang lain, batu buli – buli seringkali terjadi pada pria yang sudah berumur. Jika Anda hidup di negara industri, maka faktor – faktor berikut akan meningkatkan risiko untuk terkena batu buli-buli : 

  • Jenis Kelamin. Batu buli – buli biasanya terjadi pada pria. 
  • Umur.  Di negara industri, batu buli – buli bisa terjadi pada orang yang berumur tiga puluh tahun atau lebih, namun orang yang berusia muda juga dapat terkena penyakit yang sama. 
  • Penghambatan pengeluaran pada kandung kemih.  Seringkali penyebab batu buli – buli pada pria ialah karena adanya penghambatan pengeluaran kandung kemih, kondisi ini mengakibatkan adanya kemacetan untuk aliran urine dari kandung kemih menuju uretra, saluran yang menghubungkan kandungan kemih ke luar tubuh. Penghambatan pengeluaran kandung kemih dapat disebabkan oleh banyak hal, namun salah satu penyebab utamanya ialah pembengkakan kelenjar prostat. 
  • Kandung kemih neurogenik. Serangan struk, cedera tulang belakang, parkinson, diabetes, atau masalah medis lainya dapat merusak fungsi kandung kemih. Orang yang menderita kandung kemih neurogenik biasanya menderita pembengkakan prostat atau penghambatan pengeluaran kandung kemih, kondisi tersebut tentunya meningkatkan risiko bagi seseorang untuk terkena batu buli – buli.
  • Infeksi kandung kemih. peradangan kronis yang terjadi di kandung kemih dapat memicu batu buli – buli. 

 Komplikasi

Apabila batu buli – buli tidak diangkat – meskipun tidak menimbulkan gejala – dapat menyebabkan sejumlah komplikasi seperti :  

  • Disfungsi kronis kandung kemih. Apabila batu buli – buli tidak atasi maka dapat menyebabkan masalah yang berkepanjangan ketika Anda buang air kecil, seperti rasa nyeri atau frekuensi buang air kecil yang semakin sering. 
  • Infeksi pada pada saluran pembuangan. Batu buli – buli dapat mengakibatkan bakteri berkembang secara leluasa di saluran pembuangan dan menimbulkan infeksi.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan Alternatif

Sudah hampulir hitungan abad, orang – orang mencoba mengonsumsi produk herbal untuk mencegah atau menyembuhkan penumbuhan batu pada ginjal dan kandung kemih. Herbal tradisional yang biasanya digunakan untuk pengobatan batu buli – buli ialah gravel root (dikenal juga sebagai kidney root atau Joe Pye), stone root (dikenal juga sebagai citronella atau colinsonia), dan hydrangea. 

Sejumlah herbal yang telah disebutkan dikonsumsi dalam berbagai cara seperti diminum seperti teh, dibubukan, dan lainya. Formula herbal seringkali memasukan marshmallow (tumbuhan, bukan permen kenyal) karena dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan batu buli – buli tanpa rasa sakit. Namun sejauh ini belum ada penelitian yang menyatakan keampuluhan herbal terhadap penyembuhan atau pemecahan batu ginjal, yang mana batu buli – buli pastinya keras dan biasanya membutuhkan prosedur laser, ultrasound, atau operasi untuk mengangkat batu buli – buli. Sebagai pencegahan, daun parsley dinilai memiliki khasiat yang ampuluh. 

Konsultasikan kepada dokter Anda sebelum Anda mengonsumsi herbal sebagai bagian dari pengobatan, pastikan herbal yang Anda konsumsi aman dan tidak berinteraksi negatif dengan obat lain.

Pencegahan

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena batu buli – buli, antara lain :  

  • Perhatikan gejala batu buli – buli. Diagnosa dan perawatan yang dilakukan secara dini untuk mengobati pembengkakan prostat atau kondisi urologis yang lain dapat mengurangi risiko untuk terkena batu buli – buli. 
  • Minum air yang banyak. Mengonsumsi air dapat mencegah penumbuhan batu di kandung kemih, cairan berfungsi untuk mengencerkan mineral yang menumpuk di kandung kemih. Seberapa banyak air yang harus Anda minum itu ditentukan dari umur Anda, ukuran tubuh, kesehatan, dan kesibukan aktivitas yang Anda jalani. Anda dapat bertanya kepada dokter mengenai jumlah air yang sebaiknya Anda konsumsi.