Awas, Penyalahgunaan Obat Anti Nyeri Bisa Menyebabkan Kematian

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Info > Awas, Penyalahgunaan Obat Anti Nyeri Bisa Menyebabkan Kematian

Obat pereda atau penghilang rasa nyeri sering menjadi sahabat orang dewasa untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh. Sayangnya seringkali orang menjadi ketergantungan terhadap obat penghilang rasa nyeri dan mengalami overdosis hingga menyebabkan kematian.

Menurut sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), resep obat penghilang rasa sakit (painkiller) yang tidak tepat telah mnyebabkan kematian 15.000 orang di Amerika Serikat setiap tahun.

“Sedangkan obat penghilang rasa sakit berbasis opioid yang diresepkan oleh dokter telah menyebabkan kematian sebanyak 40 orang per hari. “Hal tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai epidemi,” kata Direktur CDC Dr. Thomas Frieden seperti dilansir dari CNNHealth.

Kematian akibat overdosis obat penghilang rasa sakit sekarang melebihi jumlah kematian overdosis gabungan heroin dan kokain.

“Kematian oleh karena penyalahgunaan resep obat penghilang rasa sakit telah menyebabkan kematian 3 kali lipat lebih banyak sejak tahun 1999,” kata Gil Kerlikowske, direktur National Drug Control Policy.

Menurut data yang telah dipublikasikan pada 1 November 2011 resep obat penghilang rasa sakit yang sering disalahgunakan adalah oxycodone (Oxycotin), metadon atau xanax (Vicodin).

Tetapi ada banyak merek obat lain yang juga disalahgunakan, antara lain:

  1. Formulasi Oxycodone: termasuk merek Oxyfast, Percolone, dan Roxicodone
  2. Oxycodone dikombinasikan dengan obat lain: termasuk merek Endocet, Percocet, Percodan, dan Xolox
  3. Hydrocodone: termasuk merek Lortab, Tussionex, dan Vanacet

Penyalahgunaan obat tersebut lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita, kulit putih lebih banyak dari pada ras-ras lain, lebih banyak di pedesaan daripada di lingkungan perkotaan, dan lebih banyak pada orang setengah baya dibandingkan pada remaja dan lansia.

CDC menyarankan bahwa, dokter juga harus memonitor pasien mereka agar tidak melakukan penyalahgunaan obat-obat tersebut. Sehingga dapat mencegah banyak orang agar tidak mengalami kecanduan obat tersebut.

Dokter juga dianjurkan untuk meresepkan obat penghilang rasa sakit berbasis opioid hanya jika perlu. Kerlikowske mengatakan bahwa, pemerintah Amerika telah menetapkan tujuan mengurangi penyalahgunaan resep obat-obat tersebut sebesar 15 persen pada tahun 2015.

Sumber: Detikhealth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *