Asma Diinduksi Olahraga

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Pernapasan > Asma Diinduksi Olahraga


Bila Anda batuk, mengi atau merasa sesak napas selama atau setelah olahraga, gejala-gejala ini mungkin terjadi bukan hanya akibat kelelahan. Anda mungkin saja mengalami asma akibat olahraga. Seperti halnya asma yang disebabkan hal lainnya, gejala exercise induced-asthma muncul ketika saluran napas menyempit dan menghasilkan lendir secara berlebih.

Jika Anda memiliki exercise induced-asthma – disebut juga bronkospasme diinduksi olahraga – kerja fisik dapat menjadi satu-satunya pemicu munculnya gejala Anda. Namun, memiliki exercise induced-asthma bukan berarti Anda tidak boleh berolah raga. Penanganan dan tindakan pencegahan yang tepat pada exercise induced-asthma dapat menjaga Anda tetap aktif melakukan kegiatan – entah apakah berjalan mengitari taman atau mengikuti perlombaan lari.

Gejala

Gejala-gejala exercise induced-asthma meliputi:

–       Batuk

–       Mengi

–       Sesak napas

–       Sensasi dada yang terjepit atau nyeri dada

–       Kelelahan selama olahraga

–       Performa atletik yang buruk

Gejala exercise induced-asthma dapat muncul beberapa menit setelah Anda memulai olahraga, dan dapat terus memburuk dalam 10 menit selanjutnya atau setelah menyelesaikan olahraga. Sangat mungkin mendapatkan gejala baik selama maupun setelah olahraga.

Rasa sesak napas atau kelelahan ketika sedang berolahraga adalah normal, khususnya bila tidak terbiasa berolahraga. Namun, pada exercise induced-asthma, gejala ini menjadi lebih berat.

Untuk banyak orang, olahraga hanyalah salah satu dari beberapa pemicu asma. Pemicu lainnya termasuk serbuk sari, kutu binatang, dan penyebab alergi dari udara lainnya.

Penyebab & Faktor Risiko

Belum jelas penyebab pasti dari exercise induced-asthma, dan mengapa beberapa orang mengalaminya dan yang lain tidak. Pada individu yang rentan, gejala-gejala ini dapat dipicu aliran udara yang kering atau dingin pada saluran pernapasan selama bernapas kencang.

 

Faktor-faktor lain yang dapat memicu atau memperburuk exercise induced-asthma meliputi:

 

–       Udara dingin

–       Udara kering

–       Polusi udara seperti rokok atau asap

–       Kadar serbuk sari yang tinggi di udara

–       Infeksi saluran pernapasan seperti batuk pilek

–       Bahan kimia, seperti klorin pada kolam renang

 

Tidak ada olahraga khusus yang harus dihindari bila seseorang memiliki exercise induced-asthma, namun aktivitas yang dapat menyebabkan Anda bernapas kencang lebih berpeluang memicu gejala. Sebagai contoh, olah raga aerobik seperti berlari atau bermain basket, hoki, atau sepak bolah lebih berpeluang memicu gejala dibandingkan angkat beban, golf atau berjalan santai. Demikian pula, berolahraga di cuaca dingin dapat meningkatkan gejala asma karena Anda menghirup di udara yang dingin dan kering.

 

Namun jangan biarkan hal ini menurunkan semangat Anda. Dengan penanganan yang tepat, Anda dapat melakukan aktivitas aerobik dengan intens – dan berolah raga di udara dingin – tanpa gejala asma yang menghambat.

 

Faktor risiko

 

Exercise induced-asthma dapat terjadi pada usia dan tingkat aktivitas berapa pun, bahkan pada mereka yang biasanya tidak memiliki gejala asma. Namun, beberapa orang lebih berpeluang terdiagnosa penyakit ini dibanding yang lain. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda meliputi:

–       Memiliki asma yang dipicu hal lainnya

–       Asma yang tidak terkontrol dengan baik

–       Alergi serbuk bunga atau alergi lainnya

–       Memiliki keluarga sedarah, seperti orang tua atau saudar kandung, dengan asma

–       Paparan terhadap polusi udara atau serbuk bunga

–       Merokok atau terpajan sebagai perokok pasif

–       Paparan terhadap pemicu kimia, seperti klorin di kolam renang atau gas yang digunakan untuk melapisi lapangan ice skating

–       Mengikuti olahraga musim dingin, seperti skating, hoki atau ski lintas negara

–       Mengikuti olahraga yang membuat Anda harus bernapas lebih kuat dan cepat, seperti berlari atau bermain bola

–       Usia kanak-kanak – anak umumnya lebih aktif dibandingkan orang dewasa

 

Komplikasi

Berbagai jenis asma – termasuk exercise induced-asthma – dapat menyebabkan sejumlah komplikasi. Penanganan yang tepat dapat mencegahnya. Komplikasi asma meliputi:

–       Performa atletik yang buruk

–       Penyempitan saluran napas (tuba bronkial) permanen, yang menyebabkan kesulitan bernapas

–       Kunjungan ke unit gawat darurat dan dirawat inap akibat serangan asma yang berat.

Kapan Harus ke Dokter ?

Temui dokter bila Anda mengalami batuk, mengi, sesak atau nyeri dada selama atau setelah olahraga. Banyak orang tidak menyadari mereka mengalami exercise induced-asthma karena mereka berpikir hal tersebut merupakan respon normal tubuh pada olahraga. Jangan menganggap gejala tersebut disebabkan oleh kurangnya daya tahan tubuh.

 

Segera cari pertolongan medis bila gejala memburuk. Serangan asma yang berat dapat mengancam jiwa.

 

Tanda serangan asma yang memerlukan penanganan segera dan emergensi meliputi:

–       Sesak napas atau mengi yang cepat memburuk

–       Tidak ada perbaikan meski telah menggunakan inhaler, seperti inhaler albuterol

–       Sesak napas terus berlangsung meski telah berisitirahat dari berlatih.


Pencegahan

Meski munculnya exercise induced-asthma tidak dapat dicegah, Anda dapat mengambil langkah untuk mencegah memburuknya gejala:

–       Pemanasan selama kurang lebih 10 menit sebelum olahraga berat

–       Sebisa mungkin hindari batuk atau infeksi saluran pernafasan lainnya. Jangan melakukan olahraga berat saat Anda batuk

–       Hindari alergen saat berlatih bila mereka memperburuk gejala Anda. Contohnya meliputi polusi udara, serbuk bunga, atau kutu binatang.

–       Belajarlah bernapas melalui hidung untuk menghangatkan udara sebelum masuk ke paru-paru.

–       Jaga mulut dan hidung Anda tertutup selama berlatih di udara dingin

–       Jangan menghindari olahraga karena memiliki asma. Menjaga kebugaran dapat meringankan gejala asma dalam jangka waktu panjang

 

Di sekolah

Kebanyakan sekolah akan meminta Anda membuat rencana tindakan tertulis dengan bantuan dokter anak. Dokumen ini berisi langkah-langkah yang dapat dilakukan guru, perawat atau pelatih untuk mencegah timbulnya exercise induced-asthma pada anak seperti menggunakan inhaler sebelum berolahraga. Selain itu dokumen ini , berisi instruksi mengenai apa yang harus dilakukan bila asma kambuh atau memburuk. Mintakan rencana tindakan tertulis ini pada dokter atau perawat sekolah anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *