ANTHRAX / ANTHRAKS

FARMASI-ID.COM > Penyakit | Farmasi-id.com > Penyakit > Kulit > ANTHRAX / ANTHRAKS

By | 07/02/2015

Anthraks merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri spora yang dikenal sebagai Baccilus anthracis. Anthraks seringkali menyerang hewan ternak atau binatang liar, namun demikian manusia pun dapat terinfeksi karena melakukan kontak, baik secara langsung ataupun tidak langsung dengan binatang yang terinfeksi oleh bakteri tersebut. Umumnya, anthraks tidak ditularkan dari orang ke orang, tetapi pada beberapa kasus, bersentuhan dengan luka dari orang yang terkena anthraks bisa menularkan penyakit yang dimaksud.

Umumnya bakteri anthraks memasuki tubuh melalui luka yang ada pada kulit. Anthraks juga bisa diderita karena mengonsumsi daging yang telah terinfeksi oleh bakteri. Gejala dan tAnda, tergantung dari bagaimana seseorang terinfeksi, dapat bervariasi mulai dari pembengkakan kulit, pusing, hingga muntah.

Infeksi anthraks yang didapatkan dari memakan daging yang terkontaminasi atau kontak kulit dapat disembuhkan dengan meminum obat antibotik. Namun anthraks yang diderita karena menghirup bakteri spora lebih sulit untuk disembuhkan dan dapat berimplikasi fatal bagi penderitanya.  

Gejala

Anthraks terdiri dari tiga tipe, masing-masing dengan gejala dan tAnda yang berbeda. Di kebanyakan kasus, gejala timbul setelah satu minggu seseorang terkena atau terpapar pada bakteri spora Baccilus anthracis.

Cutaneous anthrax Tipe anthraks yang pertama ini memasuki tubuh melalui luka kulit. Tipe ini merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh orang kebanyakan. Melalui perawatan dan pengobatan, cutaneous anthrax biasanya tidak berimpliksi fatal kepada penderitanya. TAnda serta gejala dari Baccilus anthracis terdiri dari:

  • Titik kecil (semacam bentol) yang menimbulkan rasa gatal dan menyerupai gigitan serangga yang secara cepat berkembang menjadi titik hitam yang menimbulkan rasa seperti disengat. 
  • Bengkak pada luka atau bentol, pembengkakan juga umumnya terjadi di area dekat kelenjar getah bening.

Gastrointestinal anthrax Penyakit kedua ini diderita karena mengonsumsi daging yang telah terkontaminasi oleh bakteri. Gejala dan tAndanya sebagai berikut :

  • Pusing
  • Muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Demam
  • Diare yang berdarah
  • Pembengkakan pada tenggorokan sehingga susah untuk menelan makanan
  • Pembengkakan pada leher

Inhalation (pulmonary) anthrax Inhalation anthrax terjadi dan berkembang ketika seseorang menghirup bakteri spora. Tipe ketiga anthraks ini merupakan jenis penyakit yang paling berbahaya dan sekalipun dengan pengobatan dan perawatan dapat berimplikasi fatal kepada penderitanya. Adapun gejala dan tAnda dari inhalation anthrax adalah:

  • Gejalanya menyerupai flu seperti tenggorokan yang bengkak, demam, kelelahan, dan rasa nyeri pada otot. Gejala ini umumnya bisa terjadi hanya untuk beberapa jam.
  • Nyeri ringan pada dada

Seiring dengan berkembangnya penyakit yang diderita, mungkin penderita akan mengalami :

  • Demam tinggi
  • Kesulitan besar
  • Kejang-kejang
  • Meningitis, yaitu radang membran pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang, yang dikenal secara kolektif sebagai meninges.

Penyebab & Faktor Risiko

Spora pada anthraks dipicu oleh bakteri anthraks yang seringkali terdapat pada tanah. Spora pada umumnya akan tetap tinggal di habitat alamiahnya kecuali spora telah menemukan inang baru untuk ditinggali, biasanya hewan ternak seperti domba, kambing, kuda, dan unta. Anthraks jarang terjadi di negara maju, namun penyakit ini masih sering berkembang dan menular di negara berkembang seperti Iran, Irak, Turki, Pakistan, dan Sub-Sahara Afrika. 

Kebanyakan kasus anthraks yang diderita oleh manusia terjadi karena melakukan kontak dengan binatang atau memakan daging yang terinfeksi. Di Amerika Serikat, beberapa orang menderita anthraks akibat melakukan kontak dengan kulit binatang yang terinfeksi, kulit binatang tersebut merupakan bahan yang digunakan untuk membuat alat musik tabuh tradisional dari Afrika.

Adapun kasus anthraks di Amerika Serikat yang terjadi bukan karena melakukan kontak dengan binatang, adalah kasus anthraks yang terjadi pada tahun 2011 dimana terdapat 22 orang yang menderita penyakit tersebut karena penyebaran bakteri spora yang dimediasikan oleh surat pos, 5 orang di antaranya meninggal karena infeksi bakteri spora.

Faktor risiko

Anthraks, seperti disebutkan di awal, disebabkan karena kontak, baik langsung atau pun tidak langsung dengan bakteri spora. Seseorang bisa berkontak dengan bakteri spora apabila:

  • Bekerja di militer dan ditugaskan di area yang berisiko tinggi untuk terpapar anthraks
  • Bekerja di lab untuk meneliti mengenai anthraks dan bakteri spora
  • Bekerja di bidang medis hewan (semisal obat-obatan), risikonya akan lebih tinggi apabila berhadapan langsung dengan hewan ternak
  • Melakukan pekerjaan yang erat aktivitasnya dengan hewan ternak
  • Bekerja di bidang yang mengharuskan kontak dengan kulit atau bulu binatang yang berasal dari area yang memiliki keterpaparan yang tinggi terhadap anthraks.

Komplikasi

Komplikasi yang paling serius yang disebabkan oleh anthraks ialah radang pada membran dan produksi cairan yang berlebih sehingga menutupi otak dan sumsum tulang belakang yang berujung pada pendarahan kronis (hemorrhagic meningitis).

Kapan Harus ke Dokter ?

Banyak penyakit yang memiliki gejala yang menyerupai flu. Anthraks jarang terjadi pada Negara-negara yang sudah maju, dan kemungkinan bahwa pembengkakan tenggorokan atau nyeri otot yang disebabkan oleh anthraks sangatlah kecil.

Jika Anda menyadari mungkin atau telah terlibat dengan lingkungan dimana anthraks seringkali terjadi (contohnya peternakan) segeralah hubungi dokter untuk mengetahui kondisi fisik Anda. Jika mengalami gejala dan tAnda dari penyakit anthraks setelah Anda melakukan kontak dengan binatang atau produk yang dihasilkan dari binatang (contoh daging) yang berada di lingkungan anthraks sering terjadi, segeralah mencari perawatan dan pengobatan. Diagnosa dan perawatan yang dilakukan sedari dini sangat berperan penting untuk mencegah atau mengobati penyakit yang diderita.


Pencegahan

Konsumsi antibiotik direkomendasikan guna mencengah infeksi yang disebabkan oleh bakteri spora. Konsumsi antibiotik seperti ciprofloxacin, doxycycline dan levofloxacin (levaquin) sudah disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mencegah berkembangnya anthraks bagi anak-anak maupun orang dewasa.  

  • Vaksin anthraks

Vaksin anthraks untuk manusia sudah tersedia, namun tidak 100 persen efektif. Vaksin tersebut tidak memiliki bakteria yang aktif dan pemakaian vaksin tidak akan berujung pada infeksi. Sayangnya vaksin anthraks memiliki sejumlah efek samping seperti bengkak pada area yang disuntik hingga reaksi alergi yang terhitung akut. Vaksin tidak direkomendasikan untuk anak-anak, wanita hamil, dan orang tua. Pemakaian vaksin anthraks juga tidak ditujukan untuk konsumsi orang banyak, melainkan dikhususkan untuk orang-orang yang bekerja di militer, ilmuwan yang meneliti tentang anthraks, dan juga orang-orang yang memiliki profesi yang berisiko tinggi untuk terkena anthraks.

  • Menghindari binatang yang terinfeksi Jika bepergian atau tinggal di area anthraks sering terjadi dan mudah ditularkan, ditambah hewan ternak di sekeliling area tidak divaksinasi secara rutin, maka hindarilah kontak dengan hewan ternak atau kulit binatang semaksimal mungkin. Anda disarankan tidak memakan daging yang tidak dimasak secara matang.

Penting untuk menangani hewan yang mati secara hati-hati dan higienis, dan diperlukan tindakan pencegahan dari orang-orang yang pekerjaannya seringkali menangani kulit, bulu, atau wol binatang yang diimpor.