ALZHEIMER

FARMASI-ID.COM > Penyakit | Farmasi-id.com > Penyakit > Saraf > ALZHEIMER

By | 07/02/2015

Penyakit alzheimer menyebabkan penurunan fungsi otak secara perlahan. Penyakit ini merupakan penyebab paling umum dari demensia—kelompok gangguan otak yang menyebabkan kehilangan fungsi intelektual dan sosial, cukup berat untuk mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasiennya. Pada penyakit alzheimer, sel-sel otak berdegenerasi dan mati, menyebabkan kegagalan fungsi memori dan mental yang permanen.

Strategi pengobatan dan manajemen penyakit alzheimer saat ini dapat memperbaiki gejala untuk sementara waktu, memaksimalkan fungsi dan menkapsulai kemandirian bagi pasiennya. Pelayanan sosial dan support network penting untuk dicari untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian dilakukan untuk menemukan pengobatan yang dapat mencegah alzheimer atau, paling tidak, memperlambat perjalanan penyakitnya.

Gejala

Gejala awal dari penyakit Alzheimer adalah semakin serignya Anda merasa lupa dan bingung. Seiring waktu, penyakit ini akan memberikan dampulak yang lebih pada memori, kemampuluan berbicara dan menulis dengan koheren, dan kemampuluan memutuskan dan memecahkan masalah. Jika menderita alzheimer, Anda akan menjadi orang pertama yang menyadari bahwa Anda memiliki kesulitan untuk mengingat sesuatu dan mengatur pikiran, atau Anda tidak menyadari adanya sesuatu yang salah, bahkan hingga perubahan tersebut telah disadari oleh anggota keluarga, teman baik, atau teman kerja.

Perubahan pada otak yang berkaitan dengan penyakit alzheimer akan mengakibatkan masalah pada hal-hal berikut:

Memori

Setiap individu terkadang mengalami lupa. Kejadian lupa dimana Anda meletakkan kunci atau melupakan nama teman Anda merupakan hal yang normal. Namun, pada penyakit alzheimer, kehilangan ingatan yang terjadi akan bertahan dan bertambah buruk. Hal-hal berikut dapat terjadi pada individu dengan alzheimer:

  • Mengulang pernyataan dan pertanyaan terus-menerus
  • Melupakan percakapan, janji, atau acara, dan tidak mengingatnya kembali
  • Mulai melupakan nama-nama dari anggota keluarga dan barang-barang yang biasa ditemukan dalam keseharian.
  • Sering salah menempatkan barang-barang kepemilikan pribadi, dan merasa meletakkannya di tempat yang tidak wajar.

Disorientasi dan salah penginterpretasian hubungan spasial

Individu dengan alzheimer akan sulit mengingat saat ini mereka berada pada hari apa, tahun, dan dimana. Alzheimer juga dapat mengganggu kemampuluan otak untuk mengenali apa yang mereka lihat, sehingga menimbulkan kebingungan akan lingkungan sekitar. Hal ini dapat menyebabkan masalah hilang di tempat yang biasa didatangi.

Berbicara dan menulis

Penderita alzheimer akan mengalami kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mengidentifikasi objek, mengekspresikan pikiran atau berpartisipasi dalam percakapan. Seiring waktu, kemampuluan membaca dan menulis pun akan menurun.

Berpikir dan berlogika

Penyakit ini menyebabkan kesulitan untuk berkonsentrasi dan berpikir, terutama mengenai konsep abstrak seperti angka-angka. Banyak penderitanya kesulitan mengatur keuangan mereka, menghitung pemasukan dan pengeluarannya, dan membayar berbagai tagihan tepat waktu. Kesulitan-kesulitan ini dapat berkembang menjadi ketidakmampuluan untuk mengenali atau pun berurusan dengan angka.

Membuat keputusan dan menghakimi sesuatu

Merespon secara efektif untuk masalah sehari-hari, seperti makanan ditinggal hingga hangus di atas kompor atau situasi yang tidak diduga terasa sangat sulit.

Merencanakan dan melakukan tugas yang biasa dilakukan

Seiring dengan perburukan penyakit, kegiatan sehari-hari yang membutuhkan langkah-langkah seperti memasak atau memainkan permainan favorit akan terasa sulit. Biasanya, individu dengan alzheimer tingkat lanjut akan lupa bagaimana cara melakukan tugas-tugas dasar seperti mandi atau memakai pakaian.

Perubahan kepribadian dan perilaku

Perubahan otak yang terjadi pada penyakit alzheimer dapat mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan bagaimana ia merasa. Individu dengan alzhemer dapat mengalami:

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Ketidakstabilan suasana hati (mood swing)
  • Menarik diri dari masyarakat
  • Kehilangan kepercayaan pada orang lain
  • Peningkatan sifat keras kepala
  • Iritabilitas dan agresif
  • Perubahan kebiasaan tidur
  • Melamun

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Ilmuwan percaya bahwa pada kebanyakan orang, Alzheimer disebabkan oleh kombinasi genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan yang memengaruhi otak seiring dengan perjalanan waktu.

Kurang dari lima persen dari waktu yang ada, alzheimer disebabkan oleh gangguan genetik yang spesifik yang memastikan seseorang terserang alzheimer.

Sekalipun penyebab alzheimer belum sepenuhnya dimengerti, efek yang ia timbulkan pada otak sudah jelas. Penyakit alzheimer merusak dan membunuh sel otak. Otak yang mengalami alzheimer memiliki jauh lebih sedikit sel dan jauh lebih sedikit ikatan antar sel-sel yang hidup dibandingkan otak sehat.

Semakin banyaknya sel otak yang mati, penyakit ini akan mengakibatkan penyusutan otak yang bermakna. Ketika dokter mmemeriksa jaringan otak seorang penderita alzheimer di bawah mikroskop, mereka melihat dua tipe kelainan yang dikenali sebagai ciri khusus dari penyakit ini :

  • Plak. Plak ini merupakan protein beta-amiloid yang akan mencederai dan menghancurkan sel otak dalam beberapa cara, termasuk mengganggu komunikasi antar sel. Walaupun penyebab terjadinya kematian sel otak pada alzheimer belum diketahun, tersangka utama untuk ini adalah abnormalitas pemrosesan beta-amiloid.
  • Ketidakaturan (tangles). Sel-sel otak bergantung pada dukungan internal dan sistem transpor   untuk membawa nutrisi dan materi-materi esensial lainnya menuju sambungan lainnya. Sistem ini membutuhkan struktur dan fungsi dari protein bernama tau. Pada alzheimer, kaitan protein terpilin menjadi sebuah ketidakteraturan, sehingga menyebabkan kegagalan dalam sistem transportasinya. Kegagalan ini terimplikasi secara kuat pada kematian sel otak.

Faktor risiko

Usia

Pertambahan usia merupakan faktor risiko utama untuk alzheimer. Alzheimer bukan merupakan bagian dari penuaan normal, namun risiko bertambah besar pada penambahan usia. Ketika menkapsulai usia 65 tahun, risiko untuk mendapatkan penyakit ini meningkat hingga dua kali setiap 5 tahun. Hampulir setengah dari individu berusia 85 tahun mengalami alzheimer.

Individu dengan perubahan genetik yang  langka menjamin individu tersebut untuk mengalami penyakit alzheimer pada usia 40 atau 50 tahunan.

Riwayat keluarga dan genetik Risiko untuk mengembangkan alzheimer lebih tinggi jika Anda memiliki saudara tingkat pertama – orangtua, saudara kandung, atau anak – memiliki  penyakit ini. Ilmuwan telah mengidentifikasi perubahan atau mutasi pada tiga gen yang memastikan seseorang yang mewarisi gen tersebut akan mendapatkan penyakit tersebut; namun mutasi ini memberi andil kurang dari 5 persen dari penyakit alzheimer. Mayoritas mekanisme genetik dari alzheimer antar keluarga masih belum dapat dijelaskan. Gen dengan risiko paling tinggi yang telah ditemukan oleh ilmuwan adalah apolipoprotein e4 (APO-e4). Risiko gen lain yang telah diidentifikasi namun belum dikonfirmasi hingga saat ini.

Jenis kelamin Wanita lebih mudah untuk mendapatkan alzheimer dibandingkan dengan laki-laki, sebagian dikarenakan mereka hidup lebih lama.

Gangguan kognitif Ringan Individu dengan gangguan kognitif ringan memiliki masalah memori atau gejala lain dari kegagalan kognitif yang lebih parah dibandingkan dengan kegagalan kognitif yang biasa ditemukan pada individu seusianya, namun tidak cukup parah untuk dikatakan menderita demensia. Mereka dengan gangguan ini mengalami peningkatan risiko, namun tidak selalu, untuk mengembangkan demensia pada waktu yang akan datang.

Gaya hidup dan kesehatan Jantung Tidak terdapat faktor gaya hidup yang secara jelas dapat menurunkan risiko seseorang untuk mendapatkan alzheimer.

Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa faktor yang sama yang menempatkankan Anda pada risiko penyakit jantung dapat pula meningkatkan kesempatan terkena penyakit alzheimer. Contohnya:

  • Kurangnya olahraga
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes tidak terkontrol/kontrol diabetes yang buruk

Faktor risiko ini juga berhubungan dengan demensia vaskular, sebuah tipe penurunan kognitif akibat rusaknya pembuluh darah di otak. Banyak orang dengan penurunan kognitif memiliki perubahan karakteristik pada penyakit alzheimer dan demensia vaskular. Beberapa peneliti menyatakan bahwa setiap kondisi meningkatkan kerusakan yang ditimbulkan oleh penyakit lainnya.

Pembelajaran seumur hidup dan interaksi sosial Penelitian teah menemukan sebuah hubungan antara keterlibatan seumur hidup dalam aktivitas yang menstimulasi mental dan sosial dan penurunan risiko  penyakit alzheimer.

Faktor-faktor yang dapat menurunkan risiko untuk mengalami alzheimer :

  • Tingkat pendidikan formal yang tinggi
  • Pekerjaan yang menstimulasi
  • Aktivitas yang menantang mental seperti membaca, bermain games atau bermain music.
  • Interaksi sosial yang sering

Ilmuwan belum dapat menjelaskan hubungan ini. Satu teori yang dipercaya adalah menggunakan otak untuk membangun hubungan antar sel yang lebih banyak, yang akan melindungi otak dari pengaruh yang ditimbulkan alzheimer. Teori lain adalah akan lebih sulit menilai kegagalan kognitif pada individu yang melatih pikiran mereka secara teratur atau mereka yang mengambil pendidikan lebih. Akan tetapi, terdapat penjelasan lain yaitu mereka dengan alzheimer akan cenderung lebih tidak menyukai aktivitas yang menstimulasi lama sebelum mereka diagnosis alzheimer ditegakkan.

Komplikasi

Kehilangan memori, gangguan dalam menganalisa dan perubahan kognitif lain yang disebabkan alzheimer dapat mempersulit pengobatan untuk kondisi kesehatan lainnya. Individu dengan alzheimer akan didapati tidak mampulu melakukan :

  • Menyatakan bahwa dirinya merasakan nyeri, contoh : masalah kesehatan gigi.
  • Menjelaskan gejala dari penyakit lain
  • Mengikuti rencana pengobatan
  • Menyadari atau menjelaskan efek samping pengobatan

Ketika penyakit alzheimer memburuk, perubahan otak akan mulai mempengaruhi fungsi fisik seperti menelan, keseimbangan, dan kontrol atas tindakan buang air besar dan kecil. Efek-efek ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit lain, seperti :

  • Pneumonia dan infeksi lain. Kesulitan dalam menelan akan menyebabkan individu dengan alzheimer mengalami tersedak (aspirasi) yang akan mengakibatkan masuknya makanan atau cairan ke dalam saluran nafas, yang akan berujung pada pneumonia. Ketidakmampuluan untuk mengontrol buang air kecil (inkontinensa urin) akan mengakibatkan pasien membutuhkan pemasangan selang untuk menyalurkan dan mengumpulkan air seni (kateter). Pemasangan kateter akan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, yang dapat berujung pada penyakit yang lebih parah dan mengancam jiwa.
  • Cedera akibat jatuh. Individu dengan alzheimer menjadi sangat mudah untuk jatuh. Jatuh dapat menyebabkan terjadinya fraktur. Sebagai tambahan, jatuh merupakan penyebab umum dari cedera kepala berat, seperti kontusio atau perdarahan otak.

Gaya hidup dan perawatan di rumah

Hasil penelitian menyebutkan pola makan, olah raga atau pilihan gaya hidup sehat lainnya dapat mencegah atau membalikkan proses penurunan kognisi. Namun hal ini baik untuk kesehatan secara umum dan memainkan peran dalam mempertahankan kesehatan kognitif, sehingga tidak terdapat kerugian untuk mengikutkan strategi ini dalam rencana kesehatan:

  • Olahraga teratur. Telah diketahui memberikan manfaat untuk kesehatan jantung dan akan membantu mencegah kegagalan kognitif. Terdpat pula bukti yang menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu meningkatkan mood pada pasien alzheimer.
  • Pola makan rendah lemak dan kaya akan buah dan sayur. Merupakan pilihan kesehatan jantung yang dapat membantu melindungi fungi kognitif.
  • Asam lemak omega-3 baik untuk kesehatan jantung. Mayoritas penelitian menunjukkan manfaat yang mungkin untuk kesehatan kognitif menggunakan konsumsi ikan sebagai sumber makanan asam lemak omega-3.
  • Interaksi sosial dan stimulasi intelektual dapat membentuk hidup yang lebih memuaskan dan membantu mendapatkan fungsi mental.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan alternatif

Campuluran herbal, vitamin, dan suplemen lain telah dianjurkan secara luas sebagai sediaan yang baik untuk kesehatan kognitif atau mencegah atau memperlambat alzheimer. The National Institutes of Health (NIH) membentuk panel ahli yang menyimpulkan bahwa bukti saat ini tidak mendukung pernyataan adanya keuntungan dari konsumsi vitamin B, vitamin C, vitamin E, asam folat, atau beta karoten untuk fungsi kognitif.

Asam lemak Omega-3 Panel NIH menyimpulkan bahwa terdapat data yang lebih kuat – namun  bukan bukti definif – bahwa asam lemak omega-3 pada minyak ikan dapat membantu mencegah penurunan fungsi kognitif.

Vitamin E Beberapa peneliti meresepkan vitamin E dosis tinggi untuk membantu pengobatan alzheimer, berdasarkan penelitian yang dibayai pemerintah yang menunjukkan bahwa vitamin E menunda hilangnya kemampuluan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan penempatan pada rumah rawat untuk beberapa bulan. Sejak dilakukannya penelitian tersebut, penelitian lain telah dilakukan untuk melihat hubungan antara konsumsi vitamin E dosis tinggi dengan meningkatnya risiko kematian. Seseorang tidak boleh mengkonsumsi vitamin E kecuali atas anjuran dokter.

Ginkgo Ginkgo merupakan ekstrak tumbuhan yang mengandung beberapa substansi yang dipercaya dapat memeberi manfaat untuk alzheimer. Namun sebuah penelitian besar yang didanai oleh NIH tidak menemukan adanya efek dalam mencegah atau menunda penyakit alzheimer.

Huperzine A Ekstrak ini berasal dari lumut Cina yang memiliki efek yang sama dengan inhibitor kolinesterase, salah satu kelas obat yang disetujui untuk penderita alzheimer. Namun sebuah penelitian skala besar yang didanai oleh pemerintah menemukan huperzine A tidak membantu menatalaksana alzheimer ringan hingga sedang.

Suplemen dianjurkan untuk kesehatan kognitif dan dapat berinteraksi dengan pengobatan yang pasien lakukan untuk penyakit alzheimer atau penyakit lain. Diskusikan dengan tim medis membuat rencana kesehatan yang tepat untuk Anda. Pastikan Anda mengerti risiko dan manfaat yang dapat terjadi dari program tersebut.

Mekanisme coping dan dukungan

Individu dengan alzheimer mengalami emosi yang campulur aduk, kebingungan, frustrasi, marah, takut, ketidakpastian, kesedihan, dan depresi.

Anda dapat membantu pasien terbiasa (coping) dengan penyakit ini dengan mendampulinginya untuk mendengarkan, meyakinkan pasien bahwa hidup masih dapat dinikmati, menyediakan dukungan, dan melakukan yang terbaik untuk membantu pasien tersebut untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri dan kehormatannya.

Lingkungan rumah yang stabil dan tenang akan membantu mengurangi masalah perilaku. Situasi baru, bising, orang dalam jumlah besar, dipaksa untuk mengingat, atau diminta untuk melakukan tugas yang sulit dapat menimbulkan kecemasan pada pasien. Ketika pasien alzheimer merasa kecewa, kemampuluannya untuk berpikir jernih akan semakin memburuk.

Mendukung pengasuh Menjaga pasien dengan penyakit alzheimer merupakan kegiatan yang berat baik secara fisik dan emosi. Perasaan marah dan merasa bersalah, frustasi dan tidak bersemangat, khawatir dan sedih, dan isolasi sosial umum terjadi. Namun, memberi perhatian pada kebutuhan dan kesehatan pribadi merupakan hal paling penting yang dapat Anda lakukan untuk diri Anda sendiri dan untuk pasien alzheimer. Jika Anda merupakan seorang pengasuh untuk seorang pasien alzheimer, Anda dapat membantu diri Anda sendiri dengan :

  • Mempelajari sebanyak mungkin mengenai penyakit tersebut
  • Menanyakan kepada dokter, pekerja sosial, dan tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam penatalaksanaan orang yang Anda sayangi
  • Menghubungi teman atau anggota keluarga lain untuk membantu Anda ketika Anda membutuhkan
  • Menyediakan waktu istirahat setiap hari
  • Menghabiskan waktu bersama teman-teman Anda
  • Menjaga kesehatan pribadi dengan menemui dokter keluarga Anda sesuai jadwal, mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga
  • Bergabung dengan grup pendukung.

Banyak individu dengan alzheimer dan keluarga mereka mendapatkan manfaat dari konseling atau pelayanan dukungan setempat. Hubungi asosiasi Alzheimer setempat Anda untuk membantu Anda menghubungi support group, dokter, berbagai sumber daya dan rujukan, home care agencies, fasilitas perawatan tempat tinggal, jaringan telepon bantuan, dan seminar pendidikan.

Pencegahan

Saat ini, belum terdapat cara pencegahan yang terbukti untuk penyakit alzheimer. Penelitian untuk pencegahan masih dijalankan. Bukti terkuat hingga kini adalah Anda dapat menurunkan risiko alzheimer dengan mereduksi risiko untuk mengalami penyakit jantung. Beberapa faktor yang sama yang meningkatkan risiko penyakit jantung dapat pula meningkatkan risiko alzheimer dan demensia vaskular. Faktor penting yang dapat berperan adalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, berat badan berlebih dan diabetes.

Tetap aktif, baik fisik,mental, dan sosial, dapat membuat hidup lebih menyenangkan dan dapat pula menurunkan risiko penyakit alzheimer.