11 Penyebab Sakit Pada Mata Saat Berkedip dan Solusinya

FARMASI-ID.COM > PENYAKIT | FARMASI-ID.COM > Penyakit > Mata > 11 Penyebab Sakit Pada Mata Saat Berkedip dan Solusinya

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan munculnya rasa nyeri saat mengedipkan mata. Beberapa diantaranya bahkan memerlukan pertolongan medis. Rasa sakit atau nyeri saat berkedip pada mata dapat menyebar hingga ke beberapa daerah di mata atau hanya pada area tertentu saja seperti bagian sudut mata atau kelopak mata.

Penyebab umum munculnya rasa sakit itu diantara karena debu yang masuk dan terperangkap di dalam mata. Bisa juga karena hal lain seperti cedera atau kondisi medis tertentu.

1. Cedera

Mata termasuk bagian tubuh yang rentan untuk cedera. Trauma akut atau debu dapat membahayakan mata, menyebabkan mata sakit saat berkedip. Goresan pada permukaan mata (kornea) merupakan bentuk cedera yang umum yang dapat terjadi saat kita menyentuh mata. Itu juga dimungkinkan terjadi jika mata terpapar sinar ultraviolet matahari atau kontak dengan substansi tertentu.

Berikut adalah beberapa substansi kimia yang dapat membahayakan mata:

  • Alkali: Ini banyak dijumpai di produk-produk pembersih yang mengandung amonia, soda kaustik, atau kapur,
  • Asam: terdapat pada cuka dan beberapa jenis cat yang mengandung asam fluorida,
  • Iritan: biasa disebabkan oleh deterjen atau merica.
2. Konjungtivitis

Konjungtivitis mengacu pada peradangan selaput bening yang menutupi mata di bagian bawah kelopak mata. Pembuluh darah dapat meradang dan membuat bagian putih pada mata berubah warnanya menjadi kemerahan. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi atau alergi seperti demam atau alergi terhadap hewan peliharaan. Konjungtivitis merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang menular.

3. Timbilan/bintitan/bintil

Timbilan bisa terjadi akibat folikel bulu mata atau kelenjar minyak pada kelopak mata terinfeksi sehingga menyebabkan pembengkakan pada kelopak mata yang menyebabkan rasa sakit saat berkedip. Bakteri yang menyebabkannya dapat menular ke orang lain. Beberapa bakteri yang menyebabkan timbilan seperti Staphylococcus aureus (infeksi staph) dapat menular jika kontak terlalu dekat dengan orang yang timbilan.

4. Infeksi saluran air mata

Saluran air mata dapat terinfeksi oleh bakteri. Umumnya itu terjadi akibat tersumbatnya saluran tersebut oleh kotoran sehingga menimbulkan infeksi bakteri yang pada akhirnya menimbulkan rasa sakit saat mata berkedip.

5. Blepharitis

Blepharitis merupakan kondisi dimana tepi kelopak mata atas atau bawah mengalami peradangan. Rasa sakit dapat terjadi pada kelopak mata saat berkedip. Itu disebabkan oleh bakteri, kelenjar yang tersumbat maupun kondisi kulit tertentu seperti dermatitis seboroik.

6. Tukak/ulkus kornea

Tukak atau ulkus kornea merupakan luka terbuka yang terjadi di permukaan mata. Biasanya terjadi akibat infeksi akibat tergores atau mengalami luka bakar.

7. Sinusitis

Sinus merupakan rongga kecil yang ada di sekitar mata dan hidung. Sinusitis terjadi saat sinus mengalami peradangan akibat infeksi virus. Hal tersebut dapat menyebabkan rasa sakit saat mata berkedip, hidung tersumbat, nyeri pada wajah, sakit kepala, dan gejala serupa flu lainnya.

8. Neuritis optik

Neuritis optik terjadi ketika saraf optik mengalami peradangan sehingga mengganggu transmisi informasi visual antara mata dan otak. Peradangan ini dapat menyebabkan rasa sakit saat mata atau kelopak mata bergerak. Hal ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami kehilangan penglihatan sementara dan kesulitan melihat warna dengan benar.

9. Sindrom mata kering

Sindrom mata kering yang juga dikenal dengan sebutan penyakit mata kering (dry eye disease) merupakan kondisi dimana produksi air mata terganggu. Hal tersebut menyebabkan mata menjadi kekurangan cairan dan kering sehingga menimbulkan iritasi sehingga dapat memicu terjadinya rasa sakit saat mata berkedip.

10. Grave’s disease

Grave’s disease merupakan suatu kondisi autoimun yang menyebabkan tiroid memproduksi antibodi yang salah yang justru menyerang tubuh. Kondisi itu dikenal juga sebagai hipertiroidisme atau tiroid yang terlalu aktif.

Hal tersebut akan menimbulkan munculnya peradangan di dalam dan di sekitar mata yang menyebabkan rasa sakit saat berkedip. gejala lain yang disebabkan oleh hipertiroidisme ini antara lain kecemasan, hiperaktif, gatal, perubahan mood, masalah tidur dan munculnya rasa haus terus menerus.

11. Keratitis

Keratitis merupakan infeksi pada kornea yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Penderitanya akan mengalami rasa nyeri, rasa seperti ada benda di dalam mata, peka terhadap cahaya dan sebagainya.


Pengobatan

Cedera

Obat tetes mata dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah terjadinya infeksi. Luka harus dilindungi dari kerusakan yang lebih parah seperti dengan menggunakan kacamata hitam untuk mencegah masuknya sinar ultraviolet. Pada beberapa kasus diperlukan penggunaan patch mata untuk melindungi dan menyembuhkan mata.

Obat-obatan juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, dan untuk mengendurkan otot mata. Pada kasus terpapar oleh bahan kimia, mata yang terkena harus segera dibilas dengan menggunakan garam steril atau air dingin. Paparan yang serius membutuhkan perawatan medis bahkan mungkin perlu dilakukan tindakan operasi atau pembedahan.

Konjungtivitis

Konjungtivitis dapat diatasi dengan berbagai cara, seperti:

  • Menghindari alergen atau bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya konjungtivitis,
  • Menghindari menyentuh atau menggosok mata,
  • Menggunakan kompres dingin untuk mengurangi iritasi,
  • Jangan menggunakan lensa kontak sampai gejala konjungtivitis benar-benar hilang,
  • Menjaga kebersihan mata dan tangan,
  • Menggunakan pelumas mata berbentuk tetes mata untuk membantu mengurangi gejalanya.

Jika Anda mengalami konjungtivitis yang relatif parah, segera hubungi dokter.

Timbilan/bintitan/bintil

Bisa diobati dengan menggunakan kompres hangat beberapa kali sehari untuk mengurangi terjadinya pembengkakan. Hindari menggunakan riasan di sekitar area mata yang mengalami timbilan dan juga jangan menggunakan lensa kontak selama timbilan terjadi. Hubungi dokter jika timbilan tidak kunjung sembuh.

Infeksi saluran air mata

Bisa diobati dengan menggunakan antibiotik. Tetes mata juga bisa digunakan untuk membantu mengurangi gejalanya. Pada kasus yang jarang, pembedahan mungkin diperlukan.

Blepharitis

Blepharitis tidak bisa disembuhkan namun gejalanya bisa dikurangi, berikut ini beberapa caranya:

  • Menjaga kebersihan kelopak mata,
  • Gunakan kompres hangat selama 5 sampai 10 menit untuk membantu melembutkan kulit dan menghilangkan kulit kering,
  • Pijat kelopak mata dengan lembut untuk membantu sekresi minyak.

Pada kasus tertentu diperlukan konsumsi obat antibiotik.

Tukak/ulkus kornea

Bisa diobati dengan obat antibiotik, antijamur atau antivirus. Menggunakan kompres dingin dan menghindari menggosok atau menyentuh mata dapat membantu mengurangi gejalanya. Pada kasus berat diperlukan pembedahan.

Sinusitis

Gejala sinusitis dapat dikurangi dengan berbagai cara berikut ini:

  • Menggunakan kompres hangat pada area yang sakit selama 5 sampai 10 menit, lakukan beberapa kali sehari,
  • Mengkonsumsi obat pengurang rasa sakit seperti Ibuprofen,
  • Menggunakan nasal saline solution,
  • Istirahat secukupnya.
Neuritis optik

Biasanya neuritis optik akan sembuh dengan sendirinya. Namun pada kasus tertentu dapat diobati dengan menggunakan steroid untuk mengurangi terjadinya peradangan. Steroid dapat diberikan melalui suntikan atau konsumsi tablet.

Sindrom mata kering

Bisa disembuhkan dengan menggunakan obat tetes mata yang banyak tersedia di apotek. Obat antiinflamasi juga dapat digunakan. Selain itu melakukan perubahan gaya hidup juga dapat menjadi solusinya seperti mengurangi waktu di depan layar komputer atau televisi, membatasi konsumsi kafein dan sebagainya. Pada kasus tertentu diperlukan tindakan pembedahan.

Grave’s disease

Grave’s disease dapat dikurangi dengan konsumsi obat antitiroid atau terapi yodium radioaktif. Pembedahan terkadang diperlukan namun biasanya hanya dilakukan pada pasien yang masih berusia muda.

Keratitis

keratitis ringan dapat diobati dengan menggunakan obat tetes mata antibakteri. Pada kasus yang parah diperlukan pengobatan menggunakan antibiotik, bahkan terkadang diperlukan juga tindakan pembedahan.


Pada sebagian besar kasus mata sakit saat berkedip dapat diobati sendiri dengan pengobatan sederhana seperti menggunakan kompres hangat. Namun pada beberapa kasus diperlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter karena jika dibiarkan dapat menimbulkan bahaya seperti kehilangan penglihatan permanen dan sebagainya.

Berikut adalah beberapa gejala mata sakit saat berkedip yang memerlukan pertolongan medis dengan segera:

  • Kehilangan penglihatan,
  • Gangguan penglihatan,
  • Sakit kepala yang parah,
  • Rasa sakit pada mata,
  • Terlalu peka terhadap cahaya,
  • Kemerahan parah pada mata.

Dokter akan menentukan pengobatan apa yang cocok untuk kasus-kasus di atas.


Sumber:

Eleven causes of pain when blinking. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321041.php. Diakses 27 Februari 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *