Pedialyte

By | Desember 2, 2020 | Farmasi-id.com > Health > Pedialyte

Kandungan dan Komposisi Pedialyte

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Pedialyte adalah:
Larutan Pedialyte mengandung elektrolit natrium, kalium, klorida, sitrat dan dekstrosa.
Setiap 500 ml larutan Pedialyte mengandung bahan aktif :
Natrium 22,5 mEq, Kalium 10 mEq, Klorida 17,5 mEq, Sitrat 15 mEq, dan Dekstrosa 12,5 gram. Kandungan kalorinya adalah 50 kalori/500 ml.

FARMAKOLOGI (CARA KERJA OBAT)
Pedialyte adalah larutan atau minuman isotonik untuk bayi dan anak-anak yang dapat membantu mengganti cairan dan elektrolit tubuh yang hilang disebabkan oleh diare, muntah, atau diare dan muntah (muntaber). Pedialyte merupakan larutan elektrolit untuk terapi dehidrasi ringan – sedang pada anak dan bayi.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Pedialyte

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Pedialyte adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Indikasi Pedialyte adalah untuk menanggulangi dehidrasi ringan sampai sedang pada bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh diare, muntah, atau muntah dan diare (muntaber).

Kontraindikasi Pedialyte

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Pedialyte dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Pedialyte dan preparat oral lainnya kontraindikasi pada pasien dengan muntah-muntah berlebihan, gangguan ileum, penyumbatan usus dan perforasi usus.

Dosis dan Aturan Pakai Pedialyte

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Pedialyte:

DAN ATURAN PAKAI
Petunjuk penggunaan pedialyte adalah sebagai berikut :

Anak usia di bawah 1 tahun, 3 jam pertama berikan Pedialyte 300 ml, selanjutnya 100 ml tiap kehilangan cairan (muntah/diare).
Anak usia 1 sampai 5 tahun, 3 jam pertama berikan Pedialyte 600 ml, selanjutnya 200 ml tiap kehilangan cairan (muntah/diare).
Anak usia 5 sampai 12 tahun, 3 jam pertama berikan Pedialyte 1200 ml, selanjutnya 300 ml tiap kehilangan cairan (muntah/diare).
Anak usia di atas 12 tahun, 3 jam pertama berikan Pedialyte 2400 ml, selanjutnya 400 ml tiap kehilangan cairan (muntah/diare).

Peringatan Penggunaan Pedialyte

Teruskan ASI, makan dan minum selama diare, beri makan ekstra setelah sembuh.
Bila keadaan memburuk atau dalam 2 hari tidak membaik, segera bawa ke rumah sakit/puskesmas atau dokter dan pedialit tetap diberikan.
Bila terjadi gejala kekurangan garam natrium dalam darah (hiponatremia), agar konsultasi ke dokter/tenaga kesehatan terdekat.
Hentikan pedialit bila diare berhenti dan anak/bayi segar kembali.

Produsen Pedialyte

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Pedialyte:

Abbott

HARGA

Rp 35.000


Abbott Laboratories adalah suatu perusahaan farmasi besar yang memiliki kantor pusat di Abbott Park, Illinois, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh ahli fisika asal Chicago, Dr. Wallace Calvin Abbott. Perusahaan ini selain bergerak dalam bidang farmasi juga bergerak dalam bidang lainnya seperti peralatan medis dan diagnostik, produk nutrisi, alat laboratorium, dan sebagainya. Produk-produk perusahaan ini telah beredar di 130 negara termasuk Indonesia dan jumlah karyawan perusahaan ini diseluruh dunia diperkirakan mencapai 103 ribu orang (per Desember 2018). Saat ini pimpinan Abbott pusat dipimpin oleh Miles D. White yang bertindak sebagai Chairman dan CEO. Ia telah lama bekerja di Abbot sejak tahun 1984.

Abbot diketahui telah banyak melakukan akuisisi terhadap berbagai perusahaan farmasi dan perusahaan lain yang bergerak dibidang kesehatan. Diantaranya adalah Knoll, Kos Pharmaceuticals, TheraSense, STARLIMS, Piramal Healthcare, dan masih banyak lagi.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *