Parlodel

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Parkinson > Parlodel

By | 21/01/2015
Produsen:Novartis Indonesia
Klasifikasi Obat:G
KomposisiBromocriptine mesilate
IndikasiSemua stadium dari penyakit Parkinson idiopatik dan pasca ensefalitis
Dosis1.25 mg/hari selama minggu pertama. Tingkatkan dosis secara bertahap sebesar 1.25 mg/hari tiap minggu yang diberikan dalam 2-3 dosis terbagi
Pemberian ObatBerikan sesudah makan
Kontra IndikasiHipertensi yang tidak terkontrol, hipertensi pada kehamilan, setelah melahirkan dan masa nifas. Penyakit arteri koroner, penyakit KV. Gangguan psikotik, pasien intoleransi galaktosa, defisiensi laktase berat atau malabsorpsi glukosa-galaktosa. Laktasi
PerhatianPasien dengan riwayat tukak peotik. Gangguan pleuropulmonal yang tidak diketahui penyebabnya. Hentikan terapi jika terjadi fibrosis retroperitoneal. Hindari penggunaan bersama vasokonstriktor atau alkaloid ergot pada wanita di masa nifas. Makroadenoma pituitari. Monitor adanya gejala efusi pleura dan perikardal atau fibrinosis pleura, paru dan retroperitoneal, perikarditis konstriktif pada pemakaian jangka panjang. Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Hamil
Efek SampingSakit kepala, mengantuk, pusing, kongesti nasal, mual, muntah, konstipasi
Interaksi ObatKadar ditingkatkan oleh makrolid atau oktreotid, penghambat kuat CYP3A4. Aktivitas berkurang oleh antagonis dopamin. Alkohol mengurangi tolerabilitas obat
KemasanTablet 2.5 mg x 3 x 10
Sekilas Tentang Parkinson

Penyakit Parkinson (bahasa Inggris: paralysis agitans, Parkinson disease) adalah penyakit degeneratif saraf yang pertama ditemukan pada tahun 1817 (An Essay on the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson dengan gejala yang paling sering dijumpai adalah adanya tremor pada saat beristirahat di satu sisi badan, kemudian kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot, gangguan degeneratif saraf ini umumnya berlangsung perlahan. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia di atas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.

Parkinson primer disebabkan berkurangnya dopamin, karena bertambahnya usia. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak (neuron) yang memproduksi dopamin. Neuron ini berkonsentrasi di daerah tertentu otak, yang disebut substantia nigra. Dopamin adalah zat kimia yang meneruskan pesan antara substantia nigra dan bagian lain dari otak untuk mengontrol gerakan tubuh. Dopamin membantu melakukan gerakan motorik halus yang terkoordinasi. Ketika sekitar 60 sampai 80% dari sel yang memproduksi dopamin rusak dan tidak menghasilkan cukup dopamin, gejala motorik penyakit Parkinson muncul. Sedangkan Parkinson sekunder disebabkan terhambatnya pengaliran dopamin yang bisa saja disebabkan oleh tumor, stroke, gangguan pembuluh darah dan trauma.

Empat gejala utama penyakit Parkinson adalah:


  1. Gemetar atau tremor pada saat istirahat (tremor statis).

  2. Gerakan lamban, yang disebut bradikinesia.

  3. Kekakuan atau rigiditas pada kaki, lengan atau batang tubuh.

  4. Kesulitan menjaga keseimbangan dan jatuhan, juga disebut instabilitas postural. Instabilitas postural biasanya muncul pada tahap lanjut, mungkin tidak hadir pada diagnosis awal.

Sekilas Tentang Obat Antiparkinson

Obat antiparkinson adalah jenis obat yang dimaksudkan untuk mengobati dan meringankan gejala penyakit Parkinson. Sebagian besar obat ini bertindak dengan meningkatkan aktivitas dopamin atau mengurangi aktivitas asetilkolin di sistem saraf pusat.