Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

Farmasi-id.com > Kulit > Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

By | 13/06/2019

Kandungan dan Komposisi Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

Nama Lain

Aminobenzoate potassium, aminobenzoate sodium, aminobenzoic acid, 1-amino-4-carboxybenzene, 4-aminobenzoic acid, 4-carboxyaniline, p-aminobenzoic acid, p-carboxyaniline, p-carboxyphenylamine, vitamin B10, vitamin Bx, vitamin H1.

Deskripsi

Para-aminobenzoic acid (PABA) adalah suatu komponen kimia yang terdapat dalam asam folat dan juga pada beberapa bahan makanan seperti biji-bijian, telur, susu, dan daging. PABA biasa digunakan untuk mengatasi sunburn akibat paparan sinar UV matahari dan juga digunakan untuk berbagai kondisi kulit seperti vitiligo, pemfigus, dermatomiosis, morphea, lymphatoblastoma cutis, penyakit Peyronie, dan scleroderma. Selain itu PABA juga digunakan untuk terapi perawatan infertilitas pada wanita, arthritis, anemia, demam reumatik, konstipasi, systemic lupus erythematosus (SLE), sakit kepala, menghitamkan warna rambut, mencegah rambut rontok, menjaga kesehatan kulit, dan sebagainya. PABA diaplikasikan secara topikal, melalui mulut, dan secara IV.

Farmakologi

PABA memiliki sifat mampu menyerap sinar UV dan secara efektif mengambil oksigen reaktif sehingga memiliki kemampuan perlindungan terhadap fotokarsinogenesis, peradangan, dan toksisitas obat.

Kontra Indikasi

Penggunan PABA dikontraindikasikan pada mereka yang memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap PABA dan bahan-bahan nonaktif yang terkandung di dalamnya. Selain itu PABA juga dikontraindikasikan pada orang yang mengalami gangguan perdarahan, memiliki penyakit ginjal, dan mereka yang akan menjalani prosedur operasi sebab dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hentikan penggunaan PABA setidaknya 2 minggu sebelum menjalani operasi.

Peringatan dan Perhatian

  • Pada anak-anak, penggunaan PABA melalui mulut dalam dosis tinggi tidak aman. Kematian telah dilaporkan pada anak yang menerima PABA dengan dosis lebih dari 220 mg/kg/hari;
  • Tidak ada laporan yang mencukupi apakah mengonsumsi PABA melalui mulut aman untuk wanita hamil dan menyusui, hindari sebisa mungkin;
  • Penggunaan PABA pada pasien dengan penyakit ginjal akan memperburuk kondisi penyakitnya.

Interaksi Obat

  • Penggunaan PABA dapat menurunkan keefektifan antibiotik sulfonamid seperti sulfamethoxazole, sulfasalazine, sulfisoxazole, dan trimethoprim;
  • Penggunaan PABA dapat menurunkan kefektifan antibiotik dapsone untuk perawatan infeksi;
  • Penggunaan PABA dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk memecah kortison. Mengonsumsi PABA melalui mulut dapat meningkatkan kadar kortison tubuh dan meningkatkan risiko efek sampingnya;
  • PABA akan memperlambat pembekuan darah saat diberikan secara intravena (IV). Menggunakan PABA dengan obat antikoagulan atau antiplatelet dapat menyebabkan peningkatan risiko perdarahan. Beberapa obat-obatan yang memperlambat pembekuan darah seperti aspirin, clopidogrel, diclofenac, ibuprofen, naproxen, dalteparin, enoxaparin, heparin, warfarin, dan lain-lain.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan PABA antara lain anoreksia, mual, demam, hepatotoksisitas, dan ruam pada kulit.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil dan Menyusui

PABA kemungkinan aman untuk digunakan secara topikal pada ibu hamil dan menyusui. Namun tidak diketahui apakah aman untuk digunakan melalui mulut (secara oral). Untuk tetap aman, sebaiknya hindari penggunaannya saat hamil dan menyusui.

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa

Melalui mulut:

Penyakit Peyronie: 12 g sehari dalam empat dosis terbagi, penggunaan bersama dengan makanan untuk 8-24 bulan.

Topikal:

Sunburn: tabirsurya dengan PABA 1% hingga 15%.

Anak-anak

Topikal:

Sunburn: tabirsurya dengan PABA 1% hingga 15%.

Sediaan

  • Kapsul 60 mg dan 500 mg;
  • Tablet 500 mg;
  • Serbuk 2 g.

Nama Brand

Potaba, Pabagel, Pabalate, Pabanol, Presun (kombinasi dengan oxybenzone dan padimate O).

sekilas tentang vitamin dan mineral

Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus fungsi yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Mineral adalah unsur atau elemen seperti tembaga, besi, kalsium, kalium, dll yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah tertentu (sering dalam jumlah kecil). adalah unsur kimia yang diperlukan sebagai nutrisi penting oleh organisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk kehidupan. Namun, empat elemen struktural utama dalam tubuh manusia berdasarkan berat (oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen), biasanya tidak termasuk dalam daftar mineral nutrisi utama (nitrogen dianggap sebagai "mineral" untuk tanaman, seperti yang sering dimasukkan dalam pupuk). Keempat elemen ini menyusun sekitar 96% dari berat tubuh manusia, dan mineral utama (makromineral) dan mineral minor (juga disebut elemen jejak) menyusun sisanya.

Mineral, sebagai unsur, tidak dapat disintesis secara biokimia oleh organisme hidup. Tumbuhan mendapatkan mineral dari tanah. Sebagian besar mineral dalam makanan manusia berasal dari makan tumbuhan dan hewan atau dari air minum. Sebagai sebuah kelompok, mineral adalah salah satu dari empat kelompok nutrisi penting, yang lain adalah vitamin, asam lemak esensial, dan asam amino esensial. Lima mineral utama dalam tubuh manusia adalah kalsium, fosfor, kalium, natrium, dan magnesium. Semua elemen yang tersisa dalam tubuh manusia disebut "elemen jejak". Elemen jejak yang memiliki fungsi biokimia spesifik dalam tubuh manusia adalah belerang, besi, klorin, kobalt, tembaga, seng, mangan, molibdenum, yodium dan selenium.

Sebagian besar unsur kimia yang dicerna oleh organisme adalah dalam bentuk senyawa sederhana. Tumbuhan menyerap unsur-unsur terlarut dalam tanah, yang selanjutnya dicerna oleh herbivora dan omnivora yang memakannya, dan unsur-unsur tersebut bergerak ke atas rantai makanan.
Sekilas tentang kulit

Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.