Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

By | Juli 7, 2019 | Farmasi-id.com > Kulit > Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

Nama Lain

Aminobenzoate potassium, aminobenzoate sodium, aminobenzoic acid, 1-amino-4-carboxybenzene, 4-aminobenzoic acid, 4-carboxyaniline, p-aminobenzoic acid, p-carboxyaniline, p-carboxyphenylamine, vitamin B10, vitamin Bx, vitamin H1.

Deskripsi

Para-aminobenzoic acid (PABA) adalah suatu komponen kimia yang terdapat dalam asam folat dan juga pada beberapa bahan makanan seperti biji-bijian, telur, susu, dan daging. PABA biasa digunakan untuk mengatasi sunburn akibat paparan sinar UV matahari dan juga digunakan untuk berbagai kondisi kulit seperti vitiligo, pemfigus, dermatomiosis, morphea, lymphatoblastoma cutis, penyakit Peyronie, dan scleroderma. Selain itu PABA juga digunakan untuk terapi perawatan infertilitas pada wanita, arthritis, anemia, demam reumatik, konstipasi, systemic lupus erythematosus (SLE), sakit kepala, menghitamkan warna rambut, mencegah rambut rontok, menjaga kesehatan kulit, dan sebagainya. PABA diaplikasikan secara topikal, melalui mulut, dan secara IV.

Farmakologi Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

PABA memiliki sifat mampu menyerap sinar UV dan secara efektif mengambil oksigen reaktif sehingga memiliki kemampuan perlindungan terhadap fotokarsinogenesis, peradangan, dan toksisitas obat.

Kontraindikasi Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Para-Aminobenzoic Acid (PABA) dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Penggunan PABA dikontraindikasikan pada mereka yang memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap PABA dan bahan-bahan nonaktif yang terkandung di dalamnya. Selain itu PABA juga dikontraindikasikan pada orang yang mengalami gangguan perdarahan, memiliki penyakit ginjal, dan mereka yang akan menjalani prosedur operasi sebab dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hentikan penggunaan PABA setidaknya 2 minggu sebelum menjalani operasi.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

  • Pada anak-anak, penggunaan PABA melalui mulut dalam dosis tinggi tidak aman. Kematian telah dilaporkan pada anak yang menerima PABA dengan dosis lebih dari 220 mg/kg/hari
  • Tidak ada laporan yang mencukupi apakah mengonsumsi PABA melalui mulut aman untuk wanita hamil dan menyusui, hindari sebisa mungkin
  • Penggunaan PABA pada pasien dengan penyakit ginjal akan memperburuk kondisi penyakitnya

Interaksi Obat Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Para-Aminobenzoic Acid (PABA) antara lain:

  • Penggunaan PABA dapat menurunkan keefektifan antibiotik sulfonamid seperti sulfamethoxazole, sulfasalazine, sulfisoxazole, dan trimethoprim
  • Penggunaan PABA dapat menurunkan kefektifan antibiotik dapsone untuk perawatan infeksi
  • Penggunaan PABA dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk memecah kortison. Mengonsumsi PABA melalui mulut dapat meningkatkan kadar kortison tubuh dan meningkatkan risiko efek sampingnya
  • PABA akan memperlambat pembekuan darah saat diberikan secara intravena (IV). Menggunakan PABA dengan obat antikoagulan atau antiplatelet dapat menyebabkan peningkatan risiko perdarahan. Beberapa obat-obatan yang memperlambat pembekuan darah seperti aspirin, clopidogrel, diclofenac, ibuprofen, naproxen, dalteparin, enoxaparin, heparin, warfarin, dan lain-lain

Efek Samping Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Para-Aminobenzoic Acid (PABA) yang mungkin terjadi adalah:

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan PABA antara lain anoreksia, mual, demam, hepatotoksisitas, dan ruam pada kulit.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil dan Menyusui

PABA kemungkinan aman untuk digunakan secara topikal pada ibu hamil dan menyusui. Namun tidak diketahui apakah aman untuk digunakan melalui mulut (secara oral). Untuk tetap aman, sebaiknya hindari penggunaannya saat hamil dan menyusui.

sekilas tentang vitamin dan mineral
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus fungsi yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Mineral adalah unsur atau elemen seperti tembaga, besi, kalsium, kalium, dll yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah tertentu (sering dalam jumlah kecil). adalah unsur kimia yang diperlukan sebagai nutrisi penting oleh organisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk kehidupan. Namun, empat elemen struktural utama dalam tubuh manusia berdasarkan berat (oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen), biasanya tidak termasuk dalam daftar mineral nutrisi utama (nitrogen dianggap sebagai "mineral" untuk tanaman, seperti yang sering dimasukkan dalam pupuk). Keempat elemen ini menyusun sekitar 96% dari berat tubuh manusia, dan mineral utama (makromineral) dan mineral minor (juga disebut elemen jejak) menyusun sisanya.

Mineral, sebagai unsur, tidak dapat disintesis secara biokimia oleh organisme hidup. Tumbuhan mendapatkan mineral dari tanah. Sebagian besar mineral dalam makanan manusia berasal dari makan tumbuhan dan hewan atau dari air minum. Sebagai sebuah kelompok, mineral adalah salah satu dari empat kelompok nutrisi penting, yang lain adalah vitamin, asam lemak esensial, dan asam amino esensial. Lima mineral utama dalam tubuh manusia adalah kalsium, fosfor, kalium, natrium, dan magnesium. Semua elemen yang tersisa dalam tubuh manusia disebut "elemen jejak". Elemen jejak yang memiliki fungsi biokimia spesifik dalam tubuh manusia adalah belerang, besi, klorin, kobalt, tembaga, seng, mangan, molibdenum, yodium dan selenium.

Sebagian besar unsur kimia yang dicerna oleh organisme adalah dalam bentuk senyawa sederhana. Tumbuhan menyerap unsur-unsur terlarut dalam tanah, yang selanjutnya dicerna oleh herbivora dan omnivora yang memakannya, dan unsur-unsur tersebut bergerak ke atas rantai makanan.
Sekilas tentang kulit
Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.

Dosis dan Aturan Pakai Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Para-Aminobenzoic Acid (PABA):

Dewasa

Melalui mulut:

Penyakit Peyronie: 12 g sehari dalam empat dosis terbagi, penggunaan bersama dengan makanan untuk 8-24 bulan.

Topikal:

Sunburn: tabirsurya dengan PABA 1% hingga 15%.

Anak-anak

Topikal:

Sunburn: tabirsurya dengan PABA 1% hingga 15%.

Sediaan

  • Kapsul 60 mg dan 500 mg
  • Tablet 500 mg
  • Serbuk 2 g

Nama Brand Para-Aminobenzoic Acid (PABA)

Potaba, Pabagel, Pabalate, Pabanol, Presun (kombinasi dengan oxybenzone dan padimate O).

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Para-Aminobenzoic Acid (PABA) Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Para-Aminobenzoic Acid (PABA), yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Para-Aminobenzoic Acid (PABA)?

Jika Anda lupa menggunakan Para-Aminobenzoic Acid (PABA), segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Para-Aminobenzoic Acid (PABA) Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Para-Aminobenzoic Acid (PABA)?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Para-Aminobenzoic Acid (PABA) yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 13 Juni). Para-Aminobenzoic Acid (PABA). Diakses pada 12 Agustus 2020, dari https://www.farmasi-id.com/para-aminobenzoic-acid-paba/


Format MLA (Modern Language Association)

"Para-Aminobenzoic Acid (PABA)". Farmasi-id.com. 13 Juni 2019. 12 Agustus 2020. https://www.farmasi-id.com/para-aminobenzoic-acid-paba/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Para-Aminobenzoic Acid (PABA)", 13 Juni 2019, <https://www.farmasi-id.com/para-aminobenzoic-acid-paba/> [Diakses pada 12 Agustus 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *