PACLIMEDAC

Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > PACLIMEDAC

By | 10/06/2015
ProdusenDipa Pharmalab Intersains
KomposisiPaclitaxel.
IndikasiKarsinoma ovarium, payudar4, & paru jenis non sel kecil; sarkoma Kaposi.
DosisKarsinoma ovarium Dosis penyesuaian: lini pertama: 175 mg/m2 IV selama 3 jam, dilanjutkan dengan sisplatin 75 mg/m2 dengan selang waktu pemberian 3 minggu antar siklus terapi. Lini kedua: 175 mg/m2 IV selama 3 jam dengan selang waktu 3 minggu selama siklus terapi. Karsinoma paru non sel kecil 175 mg/m2 IV selama 3 jam, dilanjutkan dengan sisplatin 80 mg/m2 dengan selang waktu 3 minggu antar siklus terapi. Sarkoma Kaposi 100 mg/m2 IV diberikan selama 3 jam tiap 2 minggu.
Kontra IndikasiHipersensitif terhadap paclitaxel atau makrogogliserol risinoleat. Pasien dengan nilai awal neutrofil <1500 sel/mm3 (<1000 sel/mm3 untuk pasien sarkoma kaposi). Hamil & laktasi.
PerhatianBerikan kortikosteroid, antihistamin, & antagonis H2 sblm terapi dengan paclitaxel. Paclitaxel hrs diberikan sblm sisplatin jika digunakan dalam kombinasi. Pantau fungsi jantung.
Efek Samping yang Mungkin TimbulPenekanan sumsum tulang, trombositopenia, anemia, artralgia, atau mialgia.
Interaksi ObatPenghambat CYP2C8/3A4 (seperti: eritromisin, fluoksetin, gemfibrozil) atau penginduksi CYP2C8/3A4 (seperti rifampisin, karbamazepin, fenitoin, fenobarbital, efavirenz, nevirapin).
Kategori Keamanan Kehamilan D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Paclimedac injeksi 100 mg/16.67 mL
1’s (Rp2,550,000/boks)
Paclimedac injeksi 30 mg/5 mL
1’s (Rp900,000/vial)
Sekilas Tentang Kemoterapi Sitotoksik

Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.

Sekilas tentang kanker dan tumor

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

  3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.