Ottozol

By | Januari 15, 2020 | Farmasi-id.com > Health > Ottozol

class=”table table-hover” data-toggle=”table” data-url=”data.json”>

Produsen Ottozol

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Ottozol:

Otto Pharmaceutical Industries Ltd

Pantoprazole adalah suatu obat yang digunakan dalam terapi pengobatan ulkus lambung, peradangan pada esofagus (esofagitis erosif) sebagai akibat dari GERD (gastroesophageal reflux disease). Pantoprazole menjaga penyembuhan esofagitis erosif dan kondisi hipersektori termasuk sindrome Zollinger-Ellison. Selain digunakan sebagai sediaan tuggal, obat ini juga dikombinasikan bersama dengan obat lainnya untuk mengatasi infeksi akibat Helicobakter pylori. Beberapa obat lain yang dikombinasikan dengan pantoprazole seperti domperidone, itopride, clarithromycin, amoxicillin, levosulpride, naproxen, dan lain-lain.

Pantoprazole ini hanya digunakan dalam terapi pengobatan jangka pendek. Sedangkan untuk terapi jangka panjangnya hanya dapat digunakan sebagai terapi pemeliharaan setelah respon awal tercapai. Tetapi tidak ada informasi memadai mengenai penggunaan pantoprazole lebih dari 12 bulan. Rute pemberian obat ini adalah melalui mulut dan intravena.

Pantoprazole bekerja dengan cara berikatan kovalen dengan pompa H+/K+ATP untuk menghambat sekresi asam lambung dan asam basal. Ikatan kovalen tadi mencegah sekresi asam lambung untuk setidaknya 24 jam atau lebih. Pantoprazole dimetabolisme melalui hati oleh sitokrom P450.

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat penggunaan pantoprazole diantaranya sakit kepala, diare, muntah, nyeri abdomen, nyeri sendi. Beberapa reaksi alergi parah mungkin dapat terjadi seperti gastritis atropik, infeksi akibat spora Clostridioides difficile, penurunan kadar magnesium, defisiensi vitamin B12, dan lain-lain. Penggunaan pantoprazole dapat mempengaruhi penyerapan obat-obatan lain yang sensitif terhadap pH seperti ampicillin, ketoconazole, atazanavir, dan mycophenolate mofetil.

Penggunaan pantoprazole pada wanita hamil relatif aman dan FDA memasukkannya dalam kategori B, namun bagi wanita menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter karena obat ini diketahui masuk menembus ke dalam ASI dan efeknya terhadap wanita menyusui dan bayinya belum diketahui dengan pasti.

Pantoprazole pertama kali ditemukan oleh ilmuwan di Byk Gulden, suatu anak perusahaan dari Altana AG, perusahaan kimia asal Jerman. Penelitiannya dilakukan sejak awal tahun 1980 kemudian mulai diproduksi obat pantoprazole ini pada 1985. Obat ini terus mengalami pengembangan komposisi kimia hingga pada 1986 perusahaan membuat garam sodium, dan membuat pantoprazole sodium sesquihydrate yang dikembangkan lagi menjadi lebih mudah larut dan stabil dan kemudian mulai dipasarkan di Jerman pada 1994. Pada tahun 2000, Wyeth, perusahaan farmasi asal Amerika, mendapatkan paten dari Altana yang menjual pantoprazole dengan nama Protonix dan FDA pun kemudian menyutujui pemasaran obat ini di Amerika Serikat.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Ottozol

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Ottozol adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Meredakan gejala & untuk pengobatan jangka pendek gangguan pada lambung & usus halus yang membutuhkan pengurangan sekresi asam lambung; tukak duodenum; tukak lambung; refluks esofagitis sedang & berat. Dlm kombinasi dengan 2 antibiotik yang sesuai untuk eradikasi H.pylori pada pasien dengan tukak peptik.

Kandungan dan Komposisi Ottozol

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Ottozol adalah:

Pantoprazol

Dosis dan Aturan Pakai Ottozol

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Ottozol:

Tukak duodenum & lambung, refluks esofagitis sedang & berat 40 mg IV/hari. Terapi sindrome Zollinger-Ellison atau kondisi hipersekresi patologis lainnya Awal 80 mg IV lalu sesuaikan dosis menurut kebutuhan.

Kontraindikasi Ottozol

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Ottozol dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Gangguan hati. Hamil

Perhatian Penggunaan Ottozol

Pemberian IV direkomendasikan hanya jika rute oral tidak dapat diberikan. Singkirkan kemungkinan adanya keganasan dr tukak lambung atau penyakit keganasan pada esofagus sblm diberikan terapi.

Efek Samping Ottozol

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Ottozol yang mungkin terjadi adalah:

Sakit kepala, diare.

Interaksi Obat Ottozol

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Ottozol antara lain:

Dapat mempengaruhi absorpsi obat bila absorpsi tsb tergantung oleh pH (contohnya: ketokonazol)

Kemasan & Harga

Bubuk untuk injeksi (vial) 40 mg x 1 (Rp 120,000).

Kategori Keamanan Penggunaan Ottozol Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Ottozol untuk digunakan oleh wanita hamil:

B

Klasifikasi Obat

G

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Ottozol Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Ottozol, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Ottozol?

Jika Anda lupa menggunakan Ottozol, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Ottozol Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Ottozol?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Ottozol yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Otto Pharmaceutical merupakan suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1963 di kota Bandung, Jawa Barat. Pada tahun 1981, perusahaan ini diakuisisi oleh Mensa (Menjangan Sakti Group) sekaligus menjadi perusahaan farmasi pertama dalam lini perusahaan Mensa Group.

Pada tahun 1991, Otto Pharmaceutical berhasil mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kemudian pada Juni 2005 perusahaan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari RWTUV GmbH Jerman sebagai pengakuan atas standar manajemen kualitas yang diterapkan dalam perusahaan.

Otto Pharmaceutical memiliki area produksi seluas dua hektar yang digunakan untuk memproduksi produk betalaktam dan non-betalaktam serta sefalosporin. Fasilitas itu dilengkapi dengan gudang penyimpanan, riset and development, quality control, dan sebagainya. Perusahaan ini memiliki total karyawan sebanyak 600 orang dengan cakupan pemasaran produk tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2015, Otto Pharmaceutical bersama CKD Pharma (perusahaan asal Korea Selatan) membuat suatu perusahaan joint venture bernama PT CKD Otto Pharma untuk memproduksi obat-obatan onkologi dan telah selesai membangun area fasilitas produksi obat kanker yang sesuai dengan standar Eropa (EU-GMP) yang produknya selain dapat dipasarkan di Indonesia juga dapat diekspor ke mancanegara. Fasilitas produksi baru ini mencakup area seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi $ 30 juta dengan total kapasitas produksi 1,6 juta vial per tahun. Beberapa obat yang diproduksi seperti Oxaliplatin, Gemcitabine dan Docetaxel. Produk obat anti-kanker yang diproduksi telah mandapatkan sertifikat halal dari MUI
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 11 September). Ottozol. Diakses pada 2 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/ottozol/


Format MLA (Modern Language Association)

"Ottozol". Farmasi-id.com. 11 September 2015. 2 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/ottozol/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Ottozol", 11 September 2015, <https://www.farmasi-id.com/ottozol/> [Diakses pada 2 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *