Otopraf

By | November 27, 2020 |

OTOPRAF®
fludrocortisone acetate, polymyxin B sulphate, neomycin sulphate, lidocaine hydrochloride
tetes telinga

Kandungan dan Komposisi Otopraf

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Otopraf adalah::
Tiap ml mengandung:

>

fludrocortisone acetate

1

mg

polymyxin B sulphate

10000

IU

neomycin sulphate

5

mg

Lidocaine hydrochloride

40

mg

FARMAKOLOGI:
OTOPRAF® merupakan kombinasi yang ideal dengan kerja sinergistik antara fludrocortisone acetate sebagai hormon glukokortikoid.
Polymyxin B sulphate dan neomycin sulphate sebagai bakterisida dan lidocaine hydrochloride sebagai anestetik lokal.
Fludrocortisone acetate dapat mencegah atau menekan timbulnya tanda-tanda peradangan yang disebabkan oleh mikroorganisme, zat kimia, iritasi termik, trauma dan alergen. Polymyxin B sulphate dan neomycin sulphate bekerja sebagai bakterisida pada bakteri gram positif dan negatif yang peka dan sering menyebabkan peradangan pada saluran bagian luar telinga.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Otopraf

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Otopraf adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
  • Otitis eksterna akut dan kronis yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan gram negatif yang peka
  • Furunculosis
  • Peradangan pada saluran telinga bagian luar yang disertai rasa nyeri

POSOLOGI:
External auditory canal harus bersih dan kering sebelum obat diteteskan.
– Dewasa : 4 – 5 tetes, 3 – 4 kali sehari.
– Anak-anak: 2 – 3 tetes, 3 – 4 kali sehari.

Peringatan Penggunaan Otopraf

:
  • Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan pertumbuhan mikroorganisme dan fungi yang tidak peka
  • Penggunaan untuk otitis eksterna kronis dengan tidak mengikuti aturan akan lebih cepat menimbulkan resistensi
  • Bila terjadi reaksi ototoksisitas pada gendang telinga berupa rasa sakit yang amat sangat atau bila timbul reaksi sensitisasi atau iritasi, sebaiknya hentikan segera pemakaiannya
  • Disarankan waktu pengobatan tidak boleh lebih dari 10 hari
  • Kemungkinan dapat terjadi reaksi alergi silang pada penggunaan lokal atau sistemik dari preparat kanamycin, paramomycin, streptomycin dan gentamicin. Hati-hati penggunaan pada pasien dengan perforasi gendang telinga karena terjadi peningkatan resiko tuli
  • Formula tetes telinga polymyxin B sulphate mengandung potassium metabisulphite, Sulphite tersebut dapat menyebabkan beberapa tipe reaksi alergi, termasuk anaphylaxis dan dapat mengancam jiwa atau kemungkinan dapat mengurangi keparahan pada pasien asma, dapat juga terjadi pada pasien yang kondisinya rentan. Secara keseluruhan biasanya sensitifitas lebih sering terjadi pada penderita asma dari pada yang tidak menderita asma

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Otopraf Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Otopraf?

Jika Anda lupa menggunakan Otopraf, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Otopraf Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Otopraf?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Otopraf yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Otopraf

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Otopraf yang mungkin terjadi adalah:

:
  • Rasa menyengat dan rasa terbakar pada bagian tengah saluran telinga, yang berhubungan dengan reaksi sensitisasi
  • Urtikaria, edema dll
  • Ototoksitas dan nefrotoksisitas

Kontraindikasi Otopraf

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Otopraf dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
Penderita yang hipersensitif terhadap masing-masing komponen dalam obat ini dan infeksi oleh Herpes Simplex, Vaccina dan Vericella.

Interaksi Obat Otopraf

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Otopraf antara lain:

:
Obat-obat nefrotoksik seperti cephalothin dan aminoglikosid (Therapeutic Drug)

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Simpan pada suhu (25° – 30° C ) dan kering hindari kontaminasi

Izin, Kemasan & Sediaan Otopraf

:
Box isi 12 botol @ 10 ml
Reg. No.: DKL 8520704948A1

Diproduksi oleh:
Prafa
PRADJA PHARIN
Citeureup, Bogor-Indonesia

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *