Ostarin / Ostarin Forte

By | Juli 18, 2021 |

OSTARIN®
Suspensi/ Forte Suspensi

KOMPOSISI :
Tiap 5 ml suspensi mengandung: Ibuprofen 100 mg
Tiap 5 ml forte suspensi mengandung : Ibuprofen 200 mg

TINJAUAN UMUM :
Ibuprofen adalah golongan obat antiinflamasi non-steroid yang mempunyai efek sebagai analgesik (meringankan rasa sakit), anti-inflamasi (mengatasi radang) dan antipiretik (menurunkan demam). Ibuprofen memberikan efek analgesik dengan cara menghambat enzim siklooksigenase, yang mengakibatkan terhambatnya sintesis prostaglandin, zat yang bekerja salah satunya sebagai mediator peradangan. Antipiretik Ibuprofen bekerja di hipotalamus (pusat pengaturan suhu tubuh).

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Ostarin / Ostarin Forte

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Ostarin / Ostarin Forte adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
  • Menurunkan demam pada anak-anak
  • Meringankan nyeri ringan sampai sedang, antara lain nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, sakit kepala

Kontraindikasi Ostarin / Ostarin Forte

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Ostarin / Ostarin Forte dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
  • Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap Ibuprofen dan obat anti-inflamasi non-steroid yang lain
  • Penderita dengan ulkus peptikum (tukak lambung dan duodenum) yang berat dan aktif
  • Penderita dimana bila menggunakan Asetosal atau obat antiinflamasi non-steroid lainnya akan timbul gejala asma, rinitis (selesma) atau urtikaria (kaligata)
  • Kehamilan trimester ketiga

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Ostarin / Ostarin Forte Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Ostarin / Ostarin Forte?

Jika Anda lupa menggunakan Ostarin / Ostarin Forte, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Ostarin / Ostarin Forte Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Ostarin / Ostarin Forte?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Ostarin / Ostarin Forte yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Ostarin / Ostarin Forte

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Ostarin / Ostarin Forte yang mungkin terjadi adalah:

:
  • Walaupun jarang terjadi, Ibuprofen dapat menimbulkan efek samping sebagai berikut : gangguan saluran pencernaan termasuk mual, muntah, nyeri lambung atau rasa panas pada perut bagian atas, diare, konstipasi dan perdarahan lambung
  • Juga pernah dilaporkan terjadi kemerahan pada kulit, bronchospasme (penyempitan bronkus), trombositopenia (penurunan jumlah sel pembeku darah), limfopenia (penurunan jumlah sel limfosit)
  • Penurunan ketajaman penglihatan dan kesulitan membedakan warna dapat terjadi, tetapi sangat jarang dan akan sembuh bila obat dihentikan

Peringatan Penggunaan Ostarin / Ostarin Forte

:
  • Tidak direkomendasikan untuk anak dibawah 1 tahun
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan
  • Sebelum menggunakan obat ini agar dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apabila menderita penyakit-penyakit atau kelainan-kelainan sebagai berikut:
    • Riwayat penyakit saluran cerna, bagian atas (ulkus peptik)
    • Gangguan fungsi ginjal karena eliminasi utamanya melalui ginjal
    • Asma karena dapat menyebabkan penyempitan bronkus (bronchospasme)
    • Gagal jantung, hipertensi dan penyakit-penyakit lain yang mengakibatkan retensi cairan tubuh
    • Gangguan pembekuan darah
    • Lupus eritematosus sistemik
  • Selama menggunakan obat ini jangan minum Asetosal atau obat lain yang mengandung Ibuprofen, juga obat antikoagulan golongan warfarin
  • Bila setelah 5 hari nyeri tidak hilang, segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan
  • Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui

Sekilas Tentang Obat Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik
Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri. Analgesik ada beberapa tipe diantaranya analgesik non opiat (non opioid) yang bisa digunakan tanpa resep dokter dan analgesik opioid yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter karena efek sampingnya lebih besar. Analgesik non opioid contohnya seperti paracetamol (acetamonophen) dan ibuprofen. Sedangkan yang termasuk analgesik opioid contohnya morphine dan oxycodone.

Analgesik non opioid biasanya digunakan untuk meredakan berbagai macam nyeri seperti pada arthritis, migrain, nyeri haid, dan kondisi lainnya berdasarkan tingkat sakit dan nyerinya. Dokter akan menggunakan analgesik opioid jika nyeri yang terjadi berada pada tingkat akut seperti pada pembedahan dan patah tulang. Penggunaan analgesik opioid sangat dibatasi hanya untuk kondisi tertentu karena dapat menimbulkan risiko adiksi dan penyalahgunaan.

Selain dengan pemberian oral dan injeksi, ada juga analgesik yang diterapkan langsung pada kulit dan analgesik ini disebut analgesik topikal. Biasanya analgesik topikal ini digunakan untuk meredakan nyeri otot dan keseleo.

Antipiretik adalah obat yang berfungsi menurunkan demam. Antipiretik akan menurunkan panas demam akibat hipotalamus yang diinduksi oleh prostaglandin. Antipiretik yang banyak digunakan di dunia adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin yang termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain sebagai antipiretik, obat-obat tadi juga memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri yang menyertainya.

Dosis dan Aturan Pakai Ostarin / Ostarin Forte

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Ostarin / Ostarin Forte:

:
OSTARIN® suspensi :
Anak-anak:
usia 3 – 7 tahun : 1 sendok takar, 3 x sehari.
usia 8 – 12 tahun : 1-2 sendok takar, 3 x sehari.
Atau menurut petunjuk dokter.
Dewasa dan anak di atas 12 tahun : 2 sendok takar, 3 x sehari.
Obat diminum sesudah makan.

OSTARIN® forte suspensi :
Anak-anak:
usia 3 – 7 tahun : 1/2 sendok takar, 3 x sehari.
usia 8 – 12 tahun : 1 sendok takar, 3 x sehari.
Atau menurut petunjuk dokter.
Dewasa dan anak di atas 12 tahun : 1 – 2 sendok takar, 3 x sehari.
Obat diminum sesudah makan.

PENYIMPANAN :
Simpan pada suhu 25°- 30°C, terlindung dari cahaya dan dalam wadah tertutup rapat.

Kemasan DAN NO. REGISTRASI:
OSTARIN® suspensi : Botol isi 60 ml/ DTL0318817333A1
OSTARIN® forte suspensi : Botol isi 60 ml/ DTL0318817333B1

P. No. 1
Awas! Obat keras
Bacalah aturan memakainya

PT Otto Pharmaceutical Industries
BANDUNG – INDONESIA

Otto Pharmaceutical merupakan suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1963 di kota Bandung, Jawa Barat. Pada tahun 1981, perusahaan ini diakuisisi oleh Mensa (Menjangan Sakti Group) sekaligus menjadi perusahaan farmasi pertama dalam lini perusahaan Mensa Group.

Pada tahun 1991, Otto Pharmaceutical berhasil mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kemudian pada Juni 2005 perusahaan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari RWTUV GmbH Jerman sebagai pengakuan atas standar manajemen kualitas yang diterapkan dalam perusahaan.

Otto Pharmaceutical memiliki area produksi seluas dua hektar yang digunakan untuk memproduksi produk betalaktam dan non-betalaktam serta sefalosporin. Fasilitas itu dilengkapi dengan gudang penyimpanan, riset and development, quality control, dan sebagainya. Perusahaan ini memiliki total karyawan sebanyak 600 orang dengan cakupan pemasaran produk tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2015, Otto Pharmaceutical bersama CKD Pharma (perusahaan asal Korea Selatan) membuat suatu perusahaan joint venture bernama PT CKD Otto Pharma untuk memproduksi obat-obatan onkologi dan telah selesai membangun area fasilitas produksi obat kanker yang sesuai dengan standar Eropa (EU-GMP) yang produknya selain dapat dipasarkan di Indonesia juga dapat diekspor ke mancanegara. Fasilitas produksi baru ini mencakup area seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi $ 30 juta dengan total kapasitas produksi 1,6 juta vial per tahun. Beberapa obat yang diproduksi seperti Oxaliplatin, Gemcitabine dan Docetaxel. Produk obat anti-kanker yang diproduksi telah mandapatkan sertifikat halal dari MUI

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *